- Roni Hidayat
Implementasi pencarian berdasarkan bibliorafi pada sistem temu kembali informasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan
sistem temu-kembali informasi pada sekumpulan
dokumen yaitu dengan istilah dan bibliografi
sebagai dasar dari pengukuran kemiripan dokumen
(dokumen similarity). Sistem yang
diimplementasikan menfasilitasi pencarian
berdasarkan istilah dan bibliografi. Fasilitas
utama sistem temu-kembali informasi yang
dikembangkan dalm penelitian adalah: 1) proses
parsing bibliografi dokumen, (2) modul hubungan
antara dua dokumen berdasarkan bibliografi
(bibliographic Coupling), (3) proses perbaikan
query berdasarkan bibliografi. Penelitian akan
dilakukan untuk mengetahui: (1) bagaiman
hubungan antara bibliographic coupling dengan
kesamaan istilah (co-term) pada pasangan dokumen,
(2) bagaimana hasil perbaikan query bibliografi
terhadap query berdasarkan istilah. Uji coba
dilakukan pada kumpulan dokumen hasil penelitian
dalam bidang sains dan teknologi nuklir lembaga
BATAN. Penggunaan real user dan penelitian
relevansi terhadap hasil temu-kembali informasi
berdasarkan istilah telah dilakukan Mustangimah
sebagai contoh uji coba. Hasil penelitian
menunjukan kenaikan frekuensi istialh bersama
(co-term) cenderung diikuti kenaikan kesamaan
bibliografi. Ini ditunjukan dengan adanya
korelasi positif, dengan nilai koefisien Perason
r sebesar 0,528. Pasangan bibliografi menujukan
adanya bentuk lain keterhubungan subjek. Selain
itu, pencarian berdasarkan bibliografi dapat
berfungsi sebagai alat perbaikan query
berdasarkan istiklah.
- Inayah Wardany
Kinerja sistem temu-kembali informasi menggunakan model query basic term, vektor, boolean dan extended boolean
Sistem temu-kembali Informasi adalh salah satu
bentuk sistem yang melakukan proses penemuan
kembali informasi yang diperlukan. Sistem in
memerlukan masukan daripemakai berupa query agar
dapat menghasilkan informasi berupa
dokumen-dokumen yang terambil. Penelitian ini
bertujuan untuk mengimplementasikan Sistem
Temu-Kembali Informasi yang menggunakan empat
model query yang berbeda-beda dan mengukur unjuk
kerja dan waktu proses masing-masing model query
itu. Model query tersebut adalah basic term,
vektor,boolean dan extended Boolean. Sistem
Temu-Kembali Informasi yang dikembangkan dalam
penelitian ini menitikberatkan pada proses
keempat model query yang dapat dijabarkan sebagai
berikut : (1) proses query dengan model basic
term, (2) proses query dengan model vektor, (3)
proses query dengan model Boolean dan (4) proses
query dengan model extended Boolean. Uji coba
dari sistem ini dilakukan pada kumpulan dokumen
abstrak penelitian Bada Tenaga Atom Nasional
(BATAN). Hasil uji coba dari penelitian ini dalah
model query Boolean merupakan model query yang
memiliki kinerja paling efektif dan memerlukan
waktu proses yang tercepat. Sedangkan model query
basic term, vektor dan extended Boolean memiliki
kinerja hampir sama.
- Elsiany Salomy
Algoritma successive overrelaxtion (SOR) backpropagation untuk perbaikan metode pelatihan pada sistem pengenal huruf tulisan tangan
Pada aplikasi Sistem Pengenal Huruf Tulisan
Tangan (SPHTT) tahap pelatihan JSTPB memainkan
peran penting. Karena setelah melalui proses
pelatihan pada JSTPB, maka sistem dapat
menjalankan fungsionalitasnya dengan baik. Yaitu
mampu mengenali tulisan tangan. Oleh karena itu
metode pelatihan yang baik perlu ditemukan agar
dicapai kinerja yang baik pada proses pelatihan.
Melalui tugas akhir ini, diimplementasikan suatu
metode pelatihan yang merupakan kombinasi antara
algoritma Successive Overrelaxtion (SOR)
Backpropagation dan Cross Entropy Fuction. Hasil
yang diperoleh sungguh menggembirakan, karena
metode yang baru mampu menurunkan jumlah epoch
hingga 78.57
- Rakhmat Budi M.
Jaringan neural buatan propagasi balik berbasis logika fuzzy studi kasus pada sistem penciuman elektronik
Jaringan neural buatan propagasi balik (JNB-PB)
merupakan arsitektur yang banyak digunakan alam
berbagai aplikasi JBN, walaupun JNB-PB ini
memempunyai kinerja yang kurang baik dilihat dari
segi waktu komputasi. Seiring dengan perkembangan
jaringan neural buatan (JNB) dan logika fuzzy
yang semakin pesat, banyak orang yang berusaha
untuk menggabungkan kedua hal diatas, yaitu
meciptakan sebuah JNB berbasis logika fuzzy
(fuzzy neural network). Tujuannya adalah
menghasilkan sebuah arsitektur yang mempunyai
tingkat ketelitian yang tinggi, dengan waktu
komputasi yang cepat. Tugas akhir ini
megimplementasikan jaringan neural
buatan-propagasi balik (JNB-PB berbasis fuzzy.
Sebagai uji coba digunakan data dari hasil
penelitian tentang sistem penciuman elektronik.
Hasil yang didapatkan, ternyata terbukti bahwa
JNB-PB berbasis fuzzy mempunyai kinerja yang
lebihdari JNB-PB tandar. Kinerja yang lebih baik
ini dilihat dari jumlah iterasi yang diperlukan
untuk pembelajaran serta hasil pengenalan dari
sebuah JNB-PB yang telah dilatih. Perbandingan
kedua JNB-PB dilakukan dengan parameter-parameter
yang sama yaitu : jumlah lapisan tersembunyi,
jumlah neuron pada setiap lapisan tersembunyi,
laju pembelajaran serta momentum.
- Adianto Wibisono
Penyelesaian persamaan radiositas dengan metode wavelet
Proses pencarian solusi model iluminasi
radiositas membutuhkan biaya komputasi yang cukup
tinggi. Biaya ini timbul karena adanya usaha
untuk menangkap fenomena fisis yang berdasarkan
prinsip konservasi energi pada model iluminasi
tersebut. Usaha ini memperhitungkan terjadinya
banyak interaksi antar permukaan yang dimodelkan
dalam iluminasi. Hal ini mendorong timbulnya
usaha pengembangan metode yang dapat mempercepat
proses pencarian solusi tersebut. Konsep yang
diterapkan berkaitan dengan usaha tersebut adalah
konsep proyeksi dan radiositas hirarkhis. Konsep
proyeksi berusaha berkaitan dengan usaha tersebut
adalah konsep proyeksi dan radiositas hirarkhis.
Konsep proyeksi berusaha untuk mencari solusi
permasalahan dengan mencari solusi persamaan
dalam basis tertentu. Konsep radiositas hirarkhis
menghindari perhitungan interaksi yang tidak
signifikasi dalam pemodelan tersebut. Metode
radiositas wavelet, sebagai salah satu metode
untuk mempercepat proses pencarian solusi
persamaan iluminasi radiositas dikembangkan oleh
Gortler dan Schroder berdasarkan dua konsep yang
telah disebutkan diatas. Penggunaan basis wavelet
relevan dalam metode proyeksi, karena
karakteristik hasil proyeksi dalam basis wavelet
relevan dalam metode proyeksi, karena
karakteristik hasil proyeksi dalam basis wavelet
ini memungkinkan adanya koefisien yang dapat
diabaikan, sehingga mempercepat pencarian solusi.
Di samping itu terdapat karakteristik
multiresolusi pada basis wavelet yang sesuai
untuk penerapan hirarkhis dalam pencarian solusi.
Tugas akhir ini membahasa dan mengimplementasikan
algoritma penyelesaian persamaan radiositas
dengan metode ...
- Ade Azurat
Ekspansi Query pada sistem temu kembali informasi yang menggunakan inference network berbasis probabilitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan
sistem temu kembali informasi dengan menerapkan
ekspansi query yaitu usaha untuk memperluas query
dengan penambahan istilah ataupun kommponen
dokumen lain yaitu referensi. Penambahan pada
query didasari pada hubungan keterkaitan antara
istilah ataupun dengan referensi yang diambil
dari banyaknya kesamaan dokumen yang dimiliki dan
dilakukan dengan cara mengaktivasi istilah
ataupun referensi lain. Dalam merepresentasikan
dan mengaktivasi digunakan inference network
berbasis probabilitas. Sistem yang dikembangkan
diujikan pada koleksi dokumen BATAN dengan
beberapa query yang dilakukan oleh Mustangimah
[MUS98] terhadap sistem temu kembali yang
dikembangkan oleh Fitriyanti [FIT97], jaringan
syaraf tiruan Hopfield [BAR97} dan Vektor Space,
SMART system [SAL89]. Hasil penelitian ini
memerplihatkan hasil pemeringkatan dokumen yang
lebih baik dibandingkan dengan hasil
pemeringkatan dokumen dengan jaringan syaraf
tiruan Hopfield. Hal tersebut juga diperlihatkan
dengan banyaknya kesamaan dokumen yang dihasilkan
dengan sistem SMART. Pengamatan menunjukkan
penambahan aktivasi dengan referensi tidak
menunjukkan perbedaan berarti dengan aktivasi
hanya menggunakan istilah saja. Hal ini
dipengauhi oleh nilai keterkaitan antara istilah
dan referensi yang sangat kecil.
- Hasan Muhamad Ismail
Perancangan kamus kata konsep untuk sistem ekstraksi informasi berbasis bahasa alami (Indonesia)
Tujuan dari penelitian ini adalah merancang suatu
kamus bahasa Indonesia yang akan dimanfaatkan
dalam suatu sistem-sistem ekstraksi informasi
berbasis bahasa alami. Ruang lingkup penelitian
dibatasi pada perancangan kamusa kata konsep
untuk diterapkan pada sistem ekstraksi informasi
dokumen abstrak skripsi mahasiswa Fakultas Ilmu
Komputer Universitas Indonesia, khususnya daln
pengenalantujuan, metode, ruang lingkup serta
hasil dari suatu abstrak tugas akhir bidang ilmu
komputer. Dari penelitian ini dihasilkan suatu
rancangan kamus yangdapat dipergunakan dalam
suatu sistem ekstraksi informasi berbasis bahasa
almai pada abstrak penelitian bidang ilmu
komputer.
- Achmad Nizar Hidayanto
Pemrograman dan obyek terdistribusi pada aplikasi piranti bantu bekerja sama
Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah
prototipe aplikasi yang dikembangkan dengan
menggunakan pemrograman dan obyek yang
terdistribusi. Aplikasi yang dipilih adalah
Piranti Bantu Berkerja Sama (PIBANKERSA) yang
dapat digunakan oleh para pemakainya untuk
melakukan diskusi terhadap suatu permasalahan.
Dalam pembuatan aplikasi ini, piranti yang dibuat
baru whiteboard dan chat saja. Dalam pengembangan
aplikasi PIBANKERSA ini, juga tidak terlepas dari
msalah-masalah yang tidak diabaikan begitu saja.
Masalah ini terutama berkaitan dengan sifat
aplikasi terdistribusi yang mungkin melibatkan
berbagai macam sistem yang berbeda-besa
karakteristiknya. Untuk itu, dalam
pengembangannya harus dipilih suatu model yang
bisa menagani masalah-masalah tersebut seperti
skalabititas maupun platform. Di samping itu agar
tingkat reusability dari aplikasi yang dibuat ini
cukup tinggi, aplikasi yang dikembangkan ini
diharapkan menggunakan sistem berorientasi obyek.
Dari permasalahan ini inilah penuis memilih
menggunakan java dan CORBA. Java sebagai bahasa
yang bebas platform dan berorientasi obyek,
sedangkan CORBA sebagai platform bagi obyek
terdistribusi. Hasil penelitian menunjukkan
penggunaan java dan CORBA pada aplikasi ini,
membuat aplikasi yang dikembangkan menjadi
aplikasi yang bebas platform. juga lokasi dari
obyek server transparan terhadap clien sehingga
lokasi dari ...
- Christine Sariasih
Rancangan keamanan data sistem smartcard kesehatan sesuai kebutuhan di Indonesia
Informasi rekam medis seseorang merupakan salah
satu faktor yang menentuakan kualitas pelayanan
yang diberikan oleh pusat pelayanna kesehatan
kepada pasienya, oleh sebab itu informasi rekam
medis ini harus selalu ada ketika dibutuhkan
[PerMen89]. Kerahasiaan informasi rekam medis
sangat penting karena informasi ini menjelaskan
hubungan yang khusus antara pasien dan dokter,
yang wajib dilingdungi dari pembocoran sesuai
dengan kode etik kedokteran dan peraturan
perundangan yang berlaku [PerPem66]. Berdasar
penelitian sebelumnya, teknologi kartu pintar
(smartcard) menawarkan kemudahan dan keamanan
penyimpanan data karena adanya mekanisme enkripsi
data sebelum data tersebut agar tidak dibaca oleh
pihak yang tidak berwenang [ISO78160\-95].
Smartcard juga dapat dibawa dengan mudah sehingga
menunjang kstersediaan data kapan saja ketika
dibutuhkan. Tugas kahir ini bertujuan untuk
merancang suatu sistem rekam medis yang sesuai
dengan ketentuan-ketentuan rekam medis di
Indonesia, menjamin keamanan data, mudah dibawa
oleh pemilik, memaksimalkan pelayanan kesehatan
untuk kondisi gawat darurat, dan mempercept serta
meningkatkan pelayanan kesehatan rawat jalan pada
satu rumah sakit atau bahan rujukan antar rumah
sakit. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka
penulis anak mempelajari peraturan pemerintah
tentang rekam medis dan melakukan observasi
lapangan di rumah sakit, mengenal beberapa sistem
rekam medis dengna menggunakan smartcard yang ada
di negara-negara lain sehingga diperoleh sistem
smartcard kesehatan yang paling aman dari antara
sistem-sistem tersebut. Berdasarkan sistem yang
paling aman tersebut dirancanga ...
- Haris
Implementasi prototipe proses permintaan sertifikat X.509 pada protokol secure electronic transaction
Perdagangan sudah merambah ke media elektronik.
Perdagangan elektronik saat ini berkembang sangat
cepat. Berbagai sistem pembayaran ditawarkan.
Dalam semua sistem perdangan elektronik, satu hal
yang sama menjadi isu yang sangat diperhatikan,
keamanan. Secure Electronic Transaction (SET)
adalah sebuah protokol komunikasi perdagangan
elektronik di Internet. Protokol ini menawarkan
keamanan transaksi pembayaran dengan memanfaatkan
sertifikat digital untuk menjamin autentikasi,
kerahasiaan, dan integritas data transaksi yang
dikirimkan melalui internet. Protokol SET
mengatur bagaimana cardholder (pemakai kartu
kartu pembayaran) mendapatkan sertifikat digital
untuk melakukan transaksi dalam SET. di dalam
spesifikasi SET diterangkan bagaimana cardholder
menghubungi cerfificate authority (CA) untuk
mendapatkan sertifikat digital. Tujuan penelitian
ini adalah mengimplementasikan prototipe
permintaan sertifikat digital cardholder kepada
certificate authority pada protokol SET.
Penelitian dilakukan dengan mempelajari dan
menganalisa spesifikasi SET serta standar
kriptografi pendukungnya, dilanjutkan dengan
perancangan dan implementasi dari spesifikasi SET
tersebut. Hasil yang ingin dicapai adalah
membuktikan bahwa spesifikasi protokol SET untuk
permintaan sertifikat digital cardholder dapat
diimplementasikan.
- Iman Budi Setiawan
Smartwallet-java wallet berbasis smartcard dan protokol set
Internet yang berkembang dengan pesat kini telah
dimanfaatkan orang untuk melakukan transaksi
elektronis. Konsumen menggunakan browser untuk
terhubung ke internet sedangkan browser saat ini
tidak dapat menyimpan informasi yang digunakan
untuk melakukan transaksi sehingga dibutuhkan
aplikasi yang dapat melakukan tugas tersebut.
Aplikasi ini selanjutnya disebut wallet yang
dijalankan oleh browser untuk menyimpan informasi
konsumen, autentikasi dan melakukan transaksi
dengan pedagang. Perkembangan teknologi terakhir
telah menghasilkan ptorokol transaksi SET (Secure
Electronic Transaction) dan media penyimpanan
smartcard yang aman. Untuk dapat mengimplementasi
protokol SET dibutuhkan wallet yang memenuhi SET
Compliane. Tugas akhir ini bertujuan untuk
melakukan studi perbandingan terhadap teknologi
wallet saat ini dan melalukan implementasi
SmartWallet, yaitu wallet yang menggunakan
protokol SET serta media penyimpanan hardisk dan
smartcard. Selanjutnya melakukan implementasi
website yang menggunakan SmartWallet tersebut.
Tugas ini menggunakan protokol SET dan algoritma
kriptografi yang sudah ada, pembayaran transaksi
menggunakan kartu kredit / debit (keduanya
didukung oleh ptorokol SET), dan beramsusi
mempunyai akses terhadap port (selain HTTP, FTP)
yang digunakan untuk komunikasi TCP/IP antara
konsumen dan pedagang. Hasil studi perbandingan
terhadap teknologi wallet menunjukkan bahwa
teknologi applet mempunyai keamanan yang paling
baik saat ini sehingga dapat mengimplementasi
sebuah wallet yang menggunakan applet, protokol
SET, dan samrtcard sebagai media penyimpanan
alternatif.
- Dwinanda Prayudi
Analisa protokol pembayaran antara cardholder dan mercahnt pada protokol secure electronic transaction serta implementasi object library ...
Dengan semakin berkembangnya perdagangan di
Internet, banyak pula protokol-protokol yang
dipergunakan untuk perdagangan di Internet. Salah
satu protokol yang dianggap paling aman adalah
Secure Electronic Transaction (SET) yang
dikeluarkan oeleh Visa dan Mastercard. Di
Indonesia belum ada yang mengimplementasikan SET
untuk perdagangan di Internet. Oleh karena itu
dalam penelitian ini dicoba untuk menganalisa dan
mengimplementasikan SET. Tujuan penelitian adalah
untuk menganalisa SET dan mengimplementasi
objek-objek yang dipakai dalam protokol SET.
Karena protokol SET tersebut sangat kompleks,
maka penelitian dilakukan hanya pada komunikasi
antara cardholder dan merchant. Penelitian
dimulai dengan membaca ketiga buku referensi yang
dikeluarkan Visa dan Mastercard. Kemudian
mempelajari ASN.1, perangkat kriptografi yang
dibutuhkan dalam SET, encoding data dalam format
DER, dan merancanga objek-objek yang akan
diimplementasikan. Lalu dimulailah pembuatan
objek-objek tersebut, sambil merancang metode
pengujinya. Hasil penelitian adalah object
library yang dipakai dalam kompunikasi antara
Cardholder dan Merchant
- I Arif Priharsanta
Implementasi prototipe proses otorisasi kartu pembayaran antara merchant danpyment gateway protokol secure electronic transaction
Perdagangan elekstronis saat ini berkembang
sangat pesat didunia termasuk di Asia. Seiring
dengan meningkatnya perdagangan elektronis
khususnya di internet, meningkat pula jumlah
pengguna kartu pembayaran sebagai alat pembayaran
yang paling praktis di internet. Peningkatan
tersebut diikuti pula dengan peningkatan jumlah
penipuan dan kejahatan di internet [Nua99].
Secure electronic transaction (SET) adalah sebuah
protokol yang khusus dibangun untuk menangani
keamanan transaksi kartu pembayaran di internet.
SET menjamin keaslian, kerahasiaan dan keutuhan
data transaksi yang dikirim melalui internet.
Protokol SET mengatur bagaimana cardholder
(pemakai kartu pembayaran) dan merchant
(pedagang) bertansaksi, mengatur bagaimana
merchant dan payment gateway (gerbang pembayaran)
melakukan otorisasi kartu pembayaran dan
permintaan pembayaran, mengatur bagaimana setiap
pihak yang terlibat memiliki suatu sertifikat
digital sebagai jaminan atas dirinya. Tujuan
penelitian ini adalah mengimplemetasikan
prototipe proses otorisasi kartu pembayaran
antara merchant dan payment gateway pada protokol
SET. Penelitian inin dilakukan dengan mempelajari
dan menganalisa spesifikasi SET beserta
standar-standar kriptrografi pendukungnya,
dilanjutkan dengan perancangan dan implementasi
dari spesifikasi SET tersebut. Hasil yang ingin
dicapai adalah elaborasi spesifikasi SET menjadi
analisa yang dapat lebit dimengerti dan prototipe
implementasi yang dapat dikembangkan menjadi
aplikasi sesungguhnya.
- Haris Dermawan
Pengembangan group support system untuk pra-rapat asinkoronus dlam perencanaan strategis
Mengingat pentingnya perencanaan strategis, maka
beberapa aplikasi berbasis komputer yang ada saat
ini dirancang untuk mendukung proses perencanaan
strategis, khususnya pada tahap perumusan
strategi. Salah satu dari aplikasi tersebut
adalah Group Support Systems (GSS). GSS merupakan
suatu teknologi informasi yang dirancang untuk
meningkatkan kinerja kelompok dalam pengumpulan
dan mengolah informasi. GSS dapat membantu aspek
komunikasi dalam kegiatan kerjasama kelompok,
seperti dalam suatu rapat atau pertemuan
kelompok. Sebagaian besar teori dan penelitian
dalam bidang sistem informasi, terutama yang
berkaitan degan GSS, sangat dipengaruhi oleh
nilai-nilai budaya Amerika Utama, dan hal ini
berpengaruh bagi pengguna yang berasal dari
budaya lain [ABD99]. Dalam penelitin yang
dilakukan oelh Sjarif Abdat (1998) dari
Universitas Indonesia bekerja sama dengan Curtin
University of Technology dilakukan penggalian
terhadap isu-isu budaya Hofstede dalam penerapan
GSS di Indonesia. Berdasarkan dimensi budaya
tersebut, analisis dititikberatkan pada aktivitas
kelompok saat pra-rapat dalam kegiatan
perencanaan strategis, khususnya pada tahap
perumusan strategi. Penelitian ini merupakan
bagian dari penelitian yang dilakukan oleh sjarif
Abdat tersebut, yaitu pengembangan prototipe
yang akan diterapkan dalam berbagai alat bantu
pra-rapat asinkronus dalam perencanaan strategis.
Prototipe tersebut diberi nama RAPAT (Reliable
Asynchronous Pre-meeting Applications and Tools)
- Shelly Salvitri
Pengembangan lanjut pengurai sintaks bahasa Indonesia dengan metode linguistic string analysis
Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisa
struktur kalimat bahasa Indonesia dengan
menggunakan pengurai kalimat berbasis linguistic
string analysis (LSA). LSA adalah metode yang
menyatakan bahwa kalimat dibangun dari satu
kalimat inti dan ditambah dengan string sisipan
pada bagian tertentu dari kalimat inti tersebut.
Hasil analisa sangat diperlukan bagi pengembangan
suatu sistem pemrosesan bahasa alami khususnya
untuk pemrosesan bahasa Indonesia. Struktur
kalimat yang dibangun pada penelitian ini mengacu
pada aturan sintaks yang terdapat di dalam tata
bahasa baku bahasa Indonesia. Untuk menguji
kebenaran aturan sintaks yang telah dibuat,
dibuat juga pengurai sintaks yang memuat aturan
tersebut. Pembuatan pengurai sintaks ini
menggunakan alat bantu Lex-Yacc. Jenis-jenis
kalimat masukan yang dapat diuraikan oleh
pengurai adalah kalimat delaratif berupa kalimat
tunggal dan kalimat majemuk bertingkat.
Kalimat-kalimat ini banyak digunakan pada
makalah-makalah ilmiah dan juga dapat digunakan
pada sistem interaktif yang memakai pemrosesan
bahasa alami dalam proses kerjanya. Hasil uji
coba yang dilakukan terhadap kumpulan abstrak
ilmiah bidang ilmu komputer cukup baik. Sebanyak
68,04