[LOCAL LOGO 1] FUSILKOM: FakUltaS ILmu KOMputer
Universitas Indonesia
[LOCAL LOGO 2]
WHAT's NEW | HOME | vv BOTTOM vv | NEXT>>>

Daftar Abstrak Tugas Akhir/Proyek Mahasiswa S1
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia - Tahun 2000

(http://vlsm.org/fusilkom-ui/)

  1. Roni Hidayat

    Implementasi pencarian berdasarkan bibliorafi pada sistem temu kembali informasi

    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem temu-kembali informasi pada sekumpulan dokumen yaitu dengan istilah dan bibliografi sebagai dasar dari pengukuran kemiripan dokumen (dokumen similarity). Sistem yang diimplementasikan menfasilitasi pencarian berdasarkan istilah dan bibliografi. Fasilitas utama sistem temu-kembali informasi yang dikembangkan dalm penelitian adalah: 1) proses parsing bibliografi dokumen, (2) modul hubungan antara dua dokumen berdasarkan bibliografi (bibliographic Coupling), (3) proses perbaikan query berdasarkan bibliografi. Penelitian akan dilakukan untuk mengetahui: (1) bagaiman hubungan antara bibliographic coupling dengan kesamaan istilah (co-term) pada pasangan dokumen, (2) bagaimana hasil perbaikan query bibliografi terhadap query berdasarkan istilah. Uji coba dilakukan pada kumpulan dokumen hasil penelitian dalam bidang sains dan teknologi nuklir lembaga BATAN. Penggunaan real user dan penelitian relevansi terhadap hasil temu-kembali informasi berdasarkan istilah telah dilakukan Mustangimah sebagai contoh uji coba. Hasil penelitian menunjukan kenaikan frekuensi istialh bersama (co-term) cenderung diikuti kenaikan kesamaan bibliografi. Ini ditunjukan dengan adanya korelasi positif, dengan nilai koefisien Perason r sebesar 0,528. Pasangan bibliografi menujukan adanya bentuk lain keterhubungan subjek. Selain itu, pencarian berdasarkan bibliografi dapat berfungsi sebagai alat perbaikan query berdasarkan istiklah.

  2. Inayah Wardany

    Kinerja sistem temu-kembali informasi menggunakan model query basic term, vektor, boolean dan extended boolean

    Sistem temu-kembali Informasi adalh salah satu bentuk sistem yang melakukan proses penemuan kembali informasi yang diperlukan. Sistem in memerlukan masukan daripemakai berupa query agar dapat menghasilkan informasi berupa dokumen-dokumen yang terambil. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Sistem Temu-Kembali Informasi yang menggunakan empat model query yang berbeda-beda dan mengukur unjuk kerja dan waktu proses masing-masing model query itu. Model query tersebut adalah basic term, vektor,boolean dan extended Boolean. Sistem Temu-Kembali Informasi yang dikembangkan dalam penelitian ini menitikberatkan pada proses keempat model query yang dapat dijabarkan sebagai berikut : (1) proses query dengan model basic term, (2) proses query dengan model vektor, (3) proses query dengan model Boolean dan (4) proses query dengan model extended Boolean. Uji coba dari sistem ini dilakukan pada kumpulan dokumen abstrak penelitian Bada Tenaga Atom Nasional (BATAN). Hasil uji coba dari penelitian ini dalah model query Boolean merupakan model query yang memiliki kinerja paling efektif dan memerlukan waktu proses yang tercepat. Sedangkan model query basic term, vektor dan extended Boolean memiliki kinerja hampir sama.

  3. Elsiany Salomy

    Algoritma successive overrelaxtion (SOR) backpropagation untuk perbaikan metode pelatihan pada sistem pengenal huruf tulisan tangan

    Pada aplikasi Sistem Pengenal Huruf Tulisan Tangan (SPHTT) tahap pelatihan JSTPB memainkan peran penting. Karena setelah melalui proses pelatihan pada JSTPB, maka sistem dapat menjalankan fungsionalitasnya dengan baik. Yaitu mampu mengenali tulisan tangan. Oleh karena itu metode pelatihan yang baik perlu ditemukan agar dicapai kinerja yang baik pada proses pelatihan. Melalui tugas akhir ini, diimplementasikan suatu metode pelatihan yang merupakan kombinasi antara algoritma Successive Overrelaxtion (SOR) Backpropagation dan Cross Entropy Fuction. Hasil yang diperoleh sungguh menggembirakan, karena metode yang baru mampu menurunkan jumlah epoch hingga 78.57

  4. Rakhmat Budi M.

    Jaringan neural buatan propagasi balik berbasis logika fuzzy studi kasus pada sistem penciuman elektronik

    Jaringan neural buatan propagasi balik (JNB-PB) merupakan arsitektur yang banyak digunakan alam berbagai aplikasi JBN, walaupun JNB-PB ini memempunyai kinerja yang kurang baik dilihat dari segi waktu komputasi. Seiring dengan perkembangan jaringan neural buatan (JNB) dan logika fuzzy yang semakin pesat, banyak orang yang berusaha untuk menggabungkan kedua hal diatas, yaitu meciptakan sebuah JNB berbasis logika fuzzy (fuzzy neural network). Tujuannya adalah menghasilkan sebuah arsitektur yang mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi, dengan waktu komputasi yang cepat. Tugas akhir ini megimplementasikan jaringan neural buatan-propagasi balik (JNB-PB berbasis fuzzy. Sebagai uji coba digunakan data dari hasil penelitian tentang sistem penciuman elektronik. Hasil yang didapatkan, ternyata terbukti bahwa JNB-PB berbasis fuzzy mempunyai kinerja yang lebihdari JNB-PB tandar. Kinerja yang lebih baik ini dilihat dari jumlah iterasi yang diperlukan untuk pembelajaran serta hasil pengenalan dari sebuah JNB-PB yang telah dilatih. Perbandingan kedua JNB-PB dilakukan dengan parameter-parameter yang sama yaitu : jumlah lapisan tersembunyi, jumlah neuron pada setiap lapisan tersembunyi, laju pembelajaran serta momentum.

  5. Adianto Wibisono

    Penyelesaian persamaan radiositas dengan metode wavelet

    Proses pencarian solusi model iluminasi radiositas membutuhkan biaya komputasi yang cukup tinggi. Biaya ini timbul karena adanya usaha untuk menangkap fenomena fisis yang berdasarkan prinsip konservasi energi pada model iluminasi tersebut. Usaha ini memperhitungkan terjadinya banyak interaksi antar permukaan yang dimodelkan dalam iluminasi. Hal ini mendorong timbulnya usaha pengembangan metode yang dapat mempercepat proses pencarian solusi tersebut. Konsep yang diterapkan berkaitan dengan usaha tersebut adalah konsep proyeksi dan radiositas hirarkhis. Konsep proyeksi berusaha berkaitan dengan usaha tersebut adalah konsep proyeksi dan radiositas hirarkhis. Konsep proyeksi berusaha untuk mencari solusi permasalahan dengan mencari solusi persamaan dalam basis tertentu. Konsep radiositas hirarkhis menghindari perhitungan interaksi yang tidak signifikasi dalam pemodelan tersebut. Metode radiositas wavelet, sebagai salah satu metode untuk mempercepat proses pencarian solusi persamaan iluminasi radiositas dikembangkan oleh Gortler dan Schroder berdasarkan dua konsep yang telah disebutkan diatas. Penggunaan basis wavelet relevan dalam metode proyeksi, karena karakteristik hasil proyeksi dalam basis wavelet relevan dalam metode proyeksi, karena karakteristik hasil proyeksi dalam basis wavelet ini memungkinkan adanya koefisien yang dapat diabaikan, sehingga mempercepat pencarian solusi. Di samping itu terdapat karakteristik multiresolusi pada basis wavelet yang sesuai untuk penerapan hirarkhis dalam pencarian solusi. Tugas akhir ini membahasa dan mengimplementasikan algoritma penyelesaian persamaan radiositas dengan metode ...

  6. Ade Azurat

    Ekspansi Query pada sistem temu kembali informasi yang menggunakan inference network berbasis probabilitas.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem temu kembali informasi dengan menerapkan ekspansi query yaitu usaha untuk memperluas query dengan penambahan istilah ataupun kommponen dokumen lain yaitu referensi. Penambahan pada query didasari pada hubungan keterkaitan antara istilah ataupun dengan referensi yang diambil dari banyaknya kesamaan dokumen yang dimiliki dan dilakukan dengan cara mengaktivasi istilah ataupun referensi lain. Dalam merepresentasikan dan mengaktivasi digunakan inference network berbasis probabilitas. Sistem yang dikembangkan diujikan pada koleksi dokumen BATAN dengan beberapa query yang dilakukan oleh Mustangimah [MUS98] terhadap sistem temu kembali yang dikembangkan oleh Fitriyanti [FIT97], jaringan syaraf tiruan Hopfield [BAR97} dan Vektor Space, SMART system [SAL89]. Hasil penelitian ini memerplihatkan hasil pemeringkatan dokumen yang lebih baik dibandingkan dengan hasil pemeringkatan dokumen dengan jaringan syaraf tiruan Hopfield. Hal tersebut juga diperlihatkan dengan banyaknya kesamaan dokumen yang dihasilkan dengan sistem SMART. Pengamatan menunjukkan penambahan aktivasi dengan referensi tidak menunjukkan perbedaan berarti dengan aktivasi hanya menggunakan istilah saja. Hal ini dipengauhi oleh nilai keterkaitan antara istilah dan referensi yang sangat kecil.

  7. Hasan Muhamad Ismail

    Perancangan kamus kata konsep untuk sistem ekstraksi informasi berbasis bahasa alami (Indonesia)

    Tujuan dari penelitian ini adalah merancang suatu kamus bahasa Indonesia yang akan dimanfaatkan dalam suatu sistem-sistem ekstraksi informasi berbasis bahasa alami. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada perancangan kamusa kata konsep untuk diterapkan pada sistem ekstraksi informasi dokumen abstrak skripsi mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, khususnya daln pengenalantujuan, metode, ruang lingkup serta hasil dari suatu abstrak tugas akhir bidang ilmu komputer. Dari penelitian ini dihasilkan suatu rancangan kamus yangdapat dipergunakan dalam suatu sistem ekstraksi informasi berbasis bahasa almai pada abstrak penelitian bidang ilmu komputer.

  8. Achmad Nizar Hidayanto

    Pemrograman dan obyek terdistribusi pada aplikasi piranti bantu bekerja sama

    Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah prototipe aplikasi yang dikembangkan dengan menggunakan pemrograman dan obyek yang terdistribusi. Aplikasi yang dipilih adalah Piranti Bantu Berkerja Sama (PIBANKERSA) yang dapat digunakan oleh para pemakainya untuk melakukan diskusi terhadap suatu permasalahan. Dalam pembuatan aplikasi ini, piranti yang dibuat baru whiteboard dan chat saja. Dalam pengembangan aplikasi PIBANKERSA ini, juga tidak terlepas dari msalah-masalah yang tidak diabaikan begitu saja. Masalah ini terutama berkaitan dengan sifat aplikasi terdistribusi yang mungkin melibatkan berbagai macam sistem yang berbeda-besa karakteristiknya. Untuk itu, dalam pengembangannya harus dipilih suatu model yang bisa menagani masalah-masalah tersebut seperti skalabititas maupun platform. Di samping itu agar tingkat reusability dari aplikasi yang dibuat ini cukup tinggi, aplikasi yang dikembangkan ini diharapkan menggunakan sistem berorientasi obyek. Dari permasalahan ini inilah penuis memilih menggunakan java dan CORBA. Java sebagai bahasa yang bebas platform dan berorientasi obyek, sedangkan CORBA sebagai platform bagi obyek terdistribusi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan java dan CORBA pada aplikasi ini, membuat aplikasi yang dikembangkan menjadi aplikasi yang bebas platform. juga lokasi dari obyek server transparan terhadap clien sehingga lokasi dari ...

  9. Christine Sariasih

    Rancangan keamanan data sistem smartcard kesehatan sesuai kebutuhan di Indonesia

    Informasi rekam medis seseorang merupakan salah satu faktor yang menentuakan kualitas pelayanan yang diberikan oleh pusat pelayanna kesehatan kepada pasienya, oleh sebab itu informasi rekam medis ini harus selalu ada ketika dibutuhkan [PerMen89]. Kerahasiaan informasi rekam medis sangat penting karena informasi ini menjelaskan hubungan yang khusus antara pasien dan dokter, yang wajib dilingdungi dari pembocoran sesuai dengan kode etik kedokteran dan peraturan perundangan yang berlaku [PerPem66]. Berdasar penelitian sebelumnya, teknologi kartu pintar (smartcard) menawarkan kemudahan dan keamanan penyimpanan data karena adanya mekanisme enkripsi data sebelum data tersebut agar tidak dibaca oleh pihak yang tidak berwenang [ISO78160\-95]. Smartcard juga dapat dibawa dengan mudah sehingga menunjang kstersediaan data kapan saja ketika dibutuhkan. Tugas kahir ini bertujuan untuk merancang suatu sistem rekam medis yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan rekam medis di Indonesia, menjamin keamanan data, mudah dibawa oleh pemilik, memaksimalkan pelayanan kesehatan untuk kondisi gawat darurat, dan mempercept serta meningkatkan pelayanan kesehatan rawat jalan pada satu rumah sakit atau bahan rujukan antar rumah sakit. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka penulis anak mempelajari peraturan pemerintah tentang rekam medis dan melakukan observasi lapangan di rumah sakit, mengenal beberapa sistem rekam medis dengna menggunakan smartcard yang ada di negara-negara lain sehingga diperoleh sistem smartcard kesehatan yang paling aman dari antara sistem-sistem tersebut. Berdasarkan sistem yang paling aman tersebut dirancanga ...

  10. Haris

    Implementasi prototipe proses permintaan sertifikat X.509 pada protokol secure electronic transaction

    Perdagangan sudah merambah ke media elektronik. Perdagangan elektronik saat ini berkembang sangat cepat. Berbagai sistem pembayaran ditawarkan. Dalam semua sistem perdangan elektronik, satu hal yang sama menjadi isu yang sangat diperhatikan, keamanan. Secure Electronic Transaction (SET) adalah sebuah protokol komunikasi perdagangan elektronik di Internet. Protokol ini menawarkan keamanan transaksi pembayaran dengan memanfaatkan sertifikat digital untuk menjamin autentikasi, kerahasiaan, dan integritas data transaksi yang dikirimkan melalui internet. Protokol SET mengatur bagaimana cardholder (pemakai kartu kartu pembayaran) mendapatkan sertifikat digital untuk melakukan transaksi dalam SET. di dalam spesifikasi SET diterangkan bagaimana cardholder menghubungi cerfificate authority (CA) untuk mendapatkan sertifikat digital. Tujuan penelitian ini adalah mengimplementasikan prototipe permintaan sertifikat digital cardholder kepada certificate authority pada protokol SET. Penelitian dilakukan dengan mempelajari dan menganalisa spesifikasi SET serta standar kriptografi pendukungnya, dilanjutkan dengan perancangan dan implementasi dari spesifikasi SET tersebut. Hasil yang ingin dicapai adalah membuktikan bahwa spesifikasi protokol SET untuk permintaan sertifikat digital cardholder dapat diimplementasikan.

  11. Iman Budi Setiawan

    Smartwallet-java wallet berbasis smartcard dan protokol set

    Internet yang berkembang dengan pesat kini telah dimanfaatkan orang untuk melakukan transaksi elektronis. Konsumen menggunakan browser untuk terhubung ke internet sedangkan browser saat ini tidak dapat menyimpan informasi yang digunakan untuk melakukan transaksi sehingga dibutuhkan aplikasi yang dapat melakukan tugas tersebut. Aplikasi ini selanjutnya disebut wallet yang dijalankan oleh browser untuk menyimpan informasi konsumen, autentikasi dan melakukan transaksi dengan pedagang. Perkembangan teknologi terakhir telah menghasilkan ptorokol transaksi SET (Secure Electronic Transaction) dan media penyimpanan smartcard yang aman. Untuk dapat mengimplementasi protokol SET dibutuhkan wallet yang memenuhi SET Compliane. Tugas akhir ini bertujuan untuk melakukan studi perbandingan terhadap teknologi wallet saat ini dan melalukan implementasi SmartWallet, yaitu wallet yang menggunakan protokol SET serta media penyimpanan hardisk dan smartcard. Selanjutnya melakukan implementasi website yang menggunakan SmartWallet tersebut. Tugas ini menggunakan protokol SET dan algoritma kriptografi yang sudah ada, pembayaran transaksi menggunakan kartu kredit / debit (keduanya didukung oleh ptorokol SET), dan beramsusi mempunyai akses terhadap port (selain HTTP, FTP) yang digunakan untuk komunikasi TCP/IP antara konsumen dan pedagang. Hasil studi perbandingan terhadap teknologi wallet menunjukkan bahwa teknologi applet mempunyai keamanan yang paling baik saat ini sehingga dapat mengimplementasi sebuah wallet yang menggunakan applet, protokol SET, dan samrtcard sebagai media penyimpanan alternatif.

  12. Dwinanda Prayudi

    Analisa protokol pembayaran antara cardholder dan mercahnt pada protokol secure electronic transaction serta implementasi object library ...

    Dengan semakin berkembangnya perdagangan di Internet, banyak pula protokol-protokol yang dipergunakan untuk perdagangan di Internet. Salah satu protokol yang dianggap paling aman adalah Secure Electronic Transaction (SET) yang dikeluarkan oeleh Visa dan Mastercard. Di Indonesia belum ada yang mengimplementasikan SET untuk perdagangan di Internet. Oleh karena itu dalam penelitian ini dicoba untuk menganalisa dan mengimplementasikan SET. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa SET dan mengimplementasi objek-objek yang dipakai dalam protokol SET. Karena protokol SET tersebut sangat kompleks, maka penelitian dilakukan hanya pada komunikasi antara cardholder dan merchant. Penelitian dimulai dengan membaca ketiga buku referensi yang dikeluarkan Visa dan Mastercard. Kemudian mempelajari ASN.1, perangkat kriptografi yang dibutuhkan dalam SET, encoding data dalam format DER, dan merancanga objek-objek yang akan diimplementasikan. Lalu dimulailah pembuatan objek-objek tersebut, sambil merancang metode pengujinya. Hasil penelitian adalah object library yang dipakai dalam kompunikasi antara Cardholder dan Merchant

  13. I Arif Priharsanta

    Implementasi prototipe proses otorisasi kartu pembayaran antara merchant danpyment gateway protokol secure electronic transaction Perdagangan elekstronis saat ini berkembang sangat pesat didunia termasuk di Asia. Seiring dengan meningkatnya perdagangan elektronis khususnya di internet, meningkat pula jumlah pengguna kartu pembayaran sebagai alat pembayaran yang paling praktis di internet. Peningkatan tersebut diikuti pula dengan peningkatan jumlah penipuan dan kejahatan di internet [Nua99]. Secure electronic transaction (SET) adalah sebuah protokol yang khusus dibangun untuk menangani keamanan transaksi kartu pembayaran di internet. SET menjamin keaslian, kerahasiaan dan keutuhan data transaksi yang dikirim melalui internet. Protokol SET mengatur bagaimana cardholder (pemakai kartu pembayaran) dan merchant (pedagang) bertansaksi, mengatur bagaimana merchant dan payment gateway (gerbang pembayaran) melakukan otorisasi kartu pembayaran dan permintaan pembayaran, mengatur bagaimana setiap pihak yang terlibat memiliki suatu sertifikat digital sebagai jaminan atas dirinya. Tujuan penelitian ini adalah mengimplemetasikan prototipe proses otorisasi kartu pembayaran antara merchant dan payment gateway pada protokol SET. Penelitian inin dilakukan dengan mempelajari dan menganalisa spesifikasi SET beserta standar-standar kriptrografi pendukungnya, dilanjutkan dengan perancangan dan implementasi dari spesifikasi SET tersebut. Hasil yang ingin dicapai adalah elaborasi spesifikasi SET menjadi analisa yang dapat lebit dimengerti dan prototipe implementasi yang dapat dikembangkan menjadi aplikasi sesungguhnya.

  14. Haris Dermawan

    Pengembangan group support system untuk pra-rapat asinkoronus dlam perencanaan strategis

    Mengingat pentingnya perencanaan strategis, maka beberapa aplikasi berbasis komputer yang ada saat ini dirancang untuk mendukung proses perencanaan strategis, khususnya pada tahap perumusan strategi. Salah satu dari aplikasi tersebut adalah Group Support Systems (GSS). GSS merupakan suatu teknologi informasi yang dirancang untuk meningkatkan kinerja kelompok dalam pengumpulan dan mengolah informasi. GSS dapat membantu aspek komunikasi dalam kegiatan kerjasama kelompok, seperti dalam suatu rapat atau pertemuan kelompok. Sebagaian besar teori dan penelitian dalam bidang sistem informasi, terutama yang berkaitan degan GSS, sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya Amerika Utama, dan hal ini berpengaruh bagi pengguna yang berasal dari budaya lain [ABD99]. Dalam penelitin yang dilakukan oelh Sjarif Abdat (1998) dari Universitas Indonesia bekerja sama dengan Curtin University of Technology dilakukan penggalian terhadap isu-isu budaya Hofstede dalam penerapan GSS di Indonesia. Berdasarkan dimensi budaya tersebut, analisis dititikberatkan pada aktivitas kelompok saat pra-rapat dalam kegiatan perencanaan strategis, khususnya pada tahap perumusan strategi. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian yang dilakukan oleh sjarif Abdat tersebut, yaitu pengembangan prototipe yang akan diterapkan dalam berbagai alat bantu pra-rapat asinkronus dalam perencanaan strategis. Prototipe tersebut diberi nama RAPAT (Reliable Asynchronous Pre-meeting Applications and Tools)

  15. Shelly Salvitri

    Pengembangan lanjut pengurai sintaks bahasa Indonesia dengan metode linguistic string analysis

    Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisa struktur kalimat bahasa Indonesia dengan menggunakan pengurai kalimat berbasis linguistic string analysis (LSA). LSA adalah metode yang menyatakan bahwa kalimat dibangun dari satu kalimat inti dan ditambah dengan string sisipan pada bagian tertentu dari kalimat inti tersebut. Hasil analisa sangat diperlukan bagi pengembangan suatu sistem pemrosesan bahasa alami khususnya untuk pemrosesan bahasa Indonesia. Struktur kalimat yang dibangun pada penelitian ini mengacu pada aturan sintaks yang terdapat di dalam tata bahasa baku bahasa Indonesia. Untuk menguji kebenaran aturan sintaks yang telah dibuat, dibuat juga pengurai sintaks yang memuat aturan tersebut. Pembuatan pengurai sintaks ini menggunakan alat bantu Lex-Yacc. Jenis-jenis kalimat masukan yang dapat diuraikan oleh pengurai adalah kalimat delaratif berupa kalimat tunggal dan kalimat majemuk bertingkat. Kalimat-kalimat ini banyak digunakan pada makalah-makalah ilmiah dan juga dapat digunakan pada sistem interaktif yang memakai pemrosesan bahasa alami dalam proses kerjanya. Hasil uji coba yang dilakukan terhadap kumpulan abstrak ilmiah bidang ilmu komputer cukup baik. Sebanyak 68,04

<<<PREV | ^^TOP^^
[LOCAL LOGO 1] Copyright © 1999-2004 vLSM.org . Provided AS-IS with no LIABILITY. Permission is granted to copy, distribute, and/or modify this webpage provided this notice is preserved. MIRRORS of this site: PadiNET - Fusilkom-UI. File revision: 9.2 2003/03/31 -- E-CONTACT. Special thanks for this webspace provider. [LOCAL LOGO 2]