|
- Teguh Rahardjo
Prototipe Alat Bantu Pemilihan View pada Data Warehouse Berdasarkan Algoritma Greedy.
Kebutuhan pengaksesan informasi dari aplikasi sistem penunjang keputusan
biasanya melibatkan jumlah data yang besar. Basisdata pada sistem
penunjang keputusan diimplementasikan dengan menggunakan data warehouse.
Data Warehouse mengelola sumber daya informasi yang bersifat historis
untuk keperluan analisis sehingga membutuhkan ruang data yang besar.
Pada umumnya, pengaksesan informasi dari suatu aplikasi pada data ware
house memerlukan waktu tunggu (respon time) yang besar. Ada beberapa
cara yang dapat dilakukan untuk mempercepat pengaksesan informasi
(optimasi queri), diantaranya adalah pemilihan teknologi sistem
manajemen basisdata yang dipergunakan dan perancangan basisdata itu
sendiri, seperti melakukan proses denormalisasi, melakukan prose
agregasi serta pembuatan view. Pada tugas akhir ini yang akan dibahas
adalah optimasi query melalui pembuatan view.
Proeses pembuatan view pada data warehouse memiliki beberapa masalah.
Untuk mencapai unjuk kerja yang maksimal, maka semua vieww dibentuk
secara fisik, akan tetapi jika data terlalu besar hal tersebut akan
memboroskan sumber daya penyimpanan (storage). Jika tidak ada view yang
dibentuk secara fisik menjadi real table, maka pengaksesan query
menjadi lambat untuk jumlah data yang besar. Cara yang paling efektif
adalah dengan memilih sebagian dari view-view yang akan dibentuk secara
fisik dengan pertimbangan tertentu sehingga hal ini akan mengoptimalkan
pemakaian sumber daya penyimpangan dan mempercepat waktu akses query.
Tugas akhir ini akan membahas masalah pemilihan view dan pengimplemen-
tasian prototipe alat bantu pemilihan view yang akan dibentuk secara
fisik pada data warehouse. Untuk pemilihan view, metode yang akan
dipergunakan adalah algoritma greedy, karena mampu memberikan solusi
optimal pada masalah ini.
Pustaka
[ARY97] Sam Anahory, Dennis Murray, Data Warehousing in the Real
World, Addison Wesley, 1997.
[GPA95] H. Gupta, V. Harinarayan, A. Rajaraman, Index Selection
for OLAP, 1995.
[INM96] W.H. Inmon, Building the Data Warehouse, John Wiley & Sons,
Inc. 1996.
[KIM96] Ralph Kimball, W.H. Inmon, The Data Warehouse Toolkit,
John Wiley & Sons, Inc, 1996.
[NRY95] V. Harinarayan, A. Rajaraman, J.D. Ullman, Implementing
Data Cubes Efficiently, 1995.
[STD95] Stanford Technology Group, Inc. Designing the Data
WWarehouse On Relational Database, White paper, 1995.
- Renatha B. Dharma
Pemampatan Kamus Kata Pengubahan Struktur Data Digital Tree Menjadi Directed Acyclic Word - Graph.
Agar memiliki kinerja yang baik, pemeriksa ejaan elektronis memerlukan
kamus kata dengan kinerja yang baik pula. Kamus kata yang telah
dikembangkan sebelum penelitian ini menggunakan model trie dan memiliki
kinerja yang cukup baik. Meskipun demikian model tersebut memiliki
kelemahan dan dapat dikembangkan lebih lanjut.
Tugas akhir ini meneliti kemungkinan penggunaan model Directed Acylic
World-Graph (DAWG) sebagai model kamus kata pengganti trie.
Penelitian difokuskan pada analisis kinerja kedua dan isu-isu
pengimplementasian dalam pembuatan kamus model DAWG.
Hasil uji coba dapat menunjukkan kelebihan DAWG. Dengan menggunakan
struktur data untuk elemen kamus dan algoritme pencarian kata yang
sama dengan trie, dipastikan kinerja pencarian kata pada DAWG sama
dengan Trie, yang dalam penelitian sebelumnya terbukti baik. Kelemahan
pada trie, yaitu besar ruang penyimpanan yang diperlukan, juga dapat
diatasi dengan model DAWG, yang memiliki tingkat pemampatan tinggi.
Ukuran berkas kamus dalam bentuk DAWG hanya 50% dari berkas kamus Trie
dan 80% dari berkas masukan, yaitu daftar kata dalam representasi
ASCII-nya. Dapat disimpulkan DAWG merupakan model yang tepat untuk
menggantikan trie sebagai kamus kata untuk pemeriksa ejaan.
Pustaka
[AHU86] Aho, Alfred V., Ravi Sethi, Jeffrey D. Ullman, Compilers:
Principles, Techniques, and Tools, Addison-Wesley
Publishing Company, 1986
[AHU92] Aho, Alfred V., Ravi Sethi, Jeffrey D. Ullman, Foundations
of Computer Science, CS Press, 1992
[APP88] Appel, Andrew W. and Guy J. Jacobson, "The World's Fastest
Scrabble Program", Communications of the ACM, Vol 31.
No.5, Mei 1998, hlm.572-585
[ARI97] Ariesusetyo, Wibiksono, Implementasi Algoritme Pelacakan
String dengan Tolenransi Kesalahan pada Modul Pengoreksi
Ejaan Bahasa Indonesia, Skripsi Sarjan: Fasilkom UI, 1997
[HOR97] Horasi, Ambara Febri, Rancangan Kamus Kata untuk Pemeriksa
Ejaan Elektronis, Skripsi Sarjana: Fasilkom UI, 1997
[LEW91] Lewis, Harry R. and Larry Danenberg, Data Structure and
Their Algorithms, Harper Collins Publisher, 1991
[SIB97] Sibarani, H. M. Alvon. Alternatif Peningkatan Kemampuan
Pemeriksa Ejaan Bahasa Indonesia, Skripsi Sarjana:
Fasilkom UI, 1997
- I Made Artana
Pengoreksian Ejaan Bahasa Indonesia untuk Kata Turunan Dengan Kesalahan pada Afiks.
Sebuah aplikasi pemeriksa ejaan yang baik tidak hanya mampu untuk
menentukan salah atau benarnya pengejaan suatu kata, akan tetapi juga
harus mampu memberikan kata-kata usulan untuk kata-kata yang salah eja.
Kesalahan ejaan untuk kata Bahasa Indonesia bisa terjadi pada bagian
kata dasar dan biasa juga pada bagian afiksnya.
Dalam tugas akhir ini dibuat sebuah modul pengoreksi ejaan untuk kata-
kata yang salah pada bagian afiksnya. Inti permasalahannya adalah
bagaimana menemukan kata dasar dari kata yang salah pada afiksnya,
sehingga afiksnya yang salah eja bisa dipisahkan dari kata dasarnya.
Untuk menemukan kata dasar dari kata yang salah pada afiksnya ini
akan digunakan dua cara. Pertama dengan menggunakan pemadanan pola
Konsonan Vokal. Kedua dengan cara melakukan pemenggalan berdasarkan
suku kata.
Dari hasil uji coba disimpulkan bahwa pengoreksi kata dengan pencarian
kata dasar dengan cara pemadanan pola Konsonan-Vokal mempunyai kinerja
lebih baik, baik dilihat dari jumlah kata yang bisa dikoreksi maupun
dari segi waktu eksekusi.
Pustaka
[ALV97] Alvon Sibarani, H.M., Alternatif Peningkatan Kemampuan
Pemeriksaan Ejaan Bahasa Indonesia, Skripsi Sarjana Ilmu
Komputer, 1997
[ARI97] Ariesusetyo, Wibiksono, Implementasi Algoritma Pelacakan
String dengan Toleransi Kesalahan pada Modul Pengoreksi
Ejaan Bahasa Indonesia, Skripsi Sarjana Ilmu Komputer, 1997
[BAE92] Baeza-Yates, Richardo and Gaston H. Gonnet, A New Approach
to Text Searching, Communication of the ACM, Vol 35,
No.10, Oktober 1992
[FRA92] Frakes, W.B., Stemming Algorithms, In W. B. Frakes, R.
Baeza-Yates (Ed.). Information Retrival: Data Structure
and Algorithms (pp. 133-160), Prentice Hall, New Jersey,
1992
[HOR97] Horasi, Ambara F., Rancangan Kamus Kata Untuk Pemeriksaan
Ejaan Bahasa Indonesia, Skripsi Sarjana Ilmu Komputer, 1997
[KER84] Keraf, Gorys, Tata Bahasa Indonesia, Nusa Indah, Flores,
1984
[LAU95] Lauder, Multamis RMT., Komputerisasi Pemenggalan Kata dalam
Bahasa Indonesia, 1995
[PET80] Peterson, James L., Computer Programs for Detecting and
Correcting Spelling Errors, Communication of the ACM
Vol.23 No.12, Desember 1980
[SPA97] Sofware Publishing Association, The Software Publishing
Association's 1997 Consumer Survey, http://www5.zdenet.com/
cshopper/content/9708/cshp0075.html, 1997
[WUS92] Wu, Sun, Manber, Udi., Fast Text Searching Allowing Errors,
Communication of the ACM, Vol 35, No.10, Oktober 1992
- Octovianus Andriato
Lingkungan Verifikasi Formal untuk Program Sekuensial Dalam Interactive Theorem Prover Hol.
Metoda formal merupakan metoda untuk mendeskripsikan sebuah sistem seca-
ra akurat dan tidak ambigu, dan didasarkan pada matematika.
Dalam pemrograman, metoda formal dimanfaatkan untuk merepresentasikan
spesifikasi dari sebuah program secara akurat. Metoda formal dalam
pemrograman didasari oleh teori yangg disebut programming logic yangg
memungkinkan pengembangan program dari spesifikasinya secara
bertahap mendekati bentuk implementasi, dan juga verifikasi atau
pemeriksaan kebenaran program. Programming logic digunakan untuk
mendekomposisikan program menjadi bagian-bagian kecil yang dapat di
buktikan secara trivial.
Interactive theorem prover (ITP) merupakan teknologi yang menunjang
penggunaan metoda formal. Dalam ITP, komputer digunakan untuk melakukan
pembuktian secara interaktif. Salah satu contoh ITP mutakhir adalah
Higher Order Logic (HOL). Banyak kelas sistem atau spesifikasi yang
terepresentasikan dengan kalkulus predikat, dapat direpresentasikan
dan diverifikasi dalam HOL. HOL mendukung forward dan backward proving.
Dasar logika dari HOL dapat diperluas dengan berbagai teori.
Dalam tugas akhir ini dikembangkan lingkungan untuk bereksperimen
dengan programming logic dalam HOL. Programming logic yang mendeskripsi
kan suatu bahasa sekuensial diimplementasikan fungsi-fungsi merepresen-
tasikan program dalam HOL. Selain itu diimplementasikan fungsi-fungsi
untuk mendekomposisikan program, sehingga pengguna dapat memanfaatkan
fasilitas backward proving HOL untuk melakukan proses verifikasi
program secara interaktif.
Pustaka
[Age91] Agerholm, Sten. "Mechanizing Prograam Verification in
HOL". In : Proceedings of the 1991 International
Workshop on the HOL Theorem Proving Sistem and Its
Application. Los Alamitos, California: IEEE Computer
Society Press, 1991.
[Cum95] Cumming, Andrew. A Gentle Introduction to ML. Web page:
http://www.dcs.napier.ac.uk/course-notes/sml/manual.html.
Edinburgh, UK:Computer Studies, Napier University, 1995.
[Gor98] Gordon, Mike. Prog_logic88. Software Library. 1989.
[Gri81] Gries, David. The Science of Programming. New York:
Springer-Verlag, 1981.
[GS93] Gries, David & Fred B. Schneider. A Logical Aproach to
Discrete Math. New York: Springer-Verlag, 1993.
[HoM94] Homeier, Peter V. and David F. Martin. "Trustworthy Tools
for Trustworthy Programs: A Verified Verification Conditi-
on Generator". In: Higher Order Logic Theorem Proving
and Its Application: International Workshop, Valletta,
Malta, September 1994 Proceedings. Berlin: Springe-
Verlag, 1994.
[HVG91a] HVG Cambridge. The HOL System: Description. 2nd ed.
Cambridge, UK Cambridge Research Centre of SRI Internatio-
nal, 1991.
[HVG91b] HVG Cambridge. The HOL System: Reference. 2nd ed.
Cambridge, UK: Cambridge Research Centre of SRI
International, 1991.
[Kal90] Kaldewij, Anne. Programmingg: The Derivation of Algorithms.
Hertfordshire, UK: Prentice Hall International, 1990.
[Mel96] Melham, Tom. Using HOL: A Primer. WWeb page: http://www.
dcs.glasgow.ac.uk/~tfm/holcourse.html. Laboratory of
Applied Logic, Brigham Young University, 1996.
[Pra95] Prasetya, Wishnu. Mechanically Supported Design of Self-
Stabilizing Algorithms. Utrecht, The Netherlands:
Universiteit Utrecht, Faculteit Wiskunde en Informatics,
1995.
[Sli] Slind, Kontrad. HOL 90 User Manual. Software Manual.
- Ipon Supriyono
Pengguna sistem penentu lebar ucapan, penyaring sinyal, dan proses filter Bank pada pra pengolahan sistem pengenal kata jaringan neural buatan.
Telah di ujicoba dan diimplementasikan sebuah
Sistem Penentu Lebar Ucapan, Penyaring digital,
dan Proses Filter Bank untuk proses pra
pengolahan sinyal suara pada Sistem Pengenal Kata
Jaringan Neural Buatan dengan arsitektur MLP
(Multi Layer Perceptron) menggunakan metode
pembelajaran propagasi balik. Sistem ini
disimulasikan sebagai bagian pendukunga Sistem
Kontrol Robotik. Kosa kata yang dipelajari adalah
kata-kata yang berhubungan dengan kontrol gerakan
robot. Sistem Pengenal kata ini memakai sinyal
suara sebagai inputnya, kemudian didigitasi
menjadi sekuen gelombang suara diskrit. Proses
pra pengolahan sinyal pada Siatem pengenal Kata
ini melakukan penentuan awal dan akhir ucapan,
penyaringan sinyal, dan transformasi sinyal suara
dalam bentuk power spektrum untuk melihat
kandungan frekuensinya. Hasil tranformasi
tersebut kemudian dikuatitasi untuk menghasilkan
lebar data yang cocok dengan input arsitektur
jaringan neural buatannya. Percobaan yang
dilakukan pada prosesor Sun-Sparc SUNW, Ultra-1
dengan sistem operasi SunOS 5.5.1 menujukan
kemampuan pengenalan terhadap data sura yang
telah dipelajari sebesar 100
- Tyas Mayasari Palupi
Pengembangan jaringan syaraf tiruan berdasarkan transformasi karhunen-loeve untuk pengenalan citra tumor kulit
Kanker merupakan penyakit yang sulit disembuhkan.
Kanker bukan saja bersifat mamatikan, tapi sifat
kemunculan dan akibat yang ditimulkanya sangat
cepat dan membahayakan. Para ahli yakin bahwa
diagnosa pada stadiumawal kanker merupakan cara
penyembuhan yang paling menjanjikan. Seiring
dengan perkembangan pengetahuan di bidanga
pengolahan citra, maka ekstrasi ciri dapat
dilakukan terhadap citra tumor kulit. Hasil
ekstrasi tersebut yang kemudian digunakan untuk
melakukan pendektesian terhadap tumor kulit pada
tahap lebih awal. Melalui ciri-ciri tumor yang
telah diekstrasi, diperoleh ciri-ciri yang
diperlukan. Ciri-ciri yang dihasilkan tersebut
dimasukan dan digunakan untuk melatih Jaringan
Syaraf Tiruan. Pelatihan terhadap Jaringan Syaraf
Tiruan dilakukan dengan menggunakan algoritma
pelatihan berdasarkan transformasi
Karhunen-Loeve. Jaringan Syaraf Tiruan yang telah
dilatih tersebut diharapkan mampu membedakan
apkah citra tumor yang diberikan sebagai masukan
Maligna Melanoma (kanker kulit ganas) atau
bukan.
- Istofani Api Diany
Java API untuk Smart Card ME2000 yang Memenuhi Standard ISO 7816
Java API untuk smartcard ME2000 dikembangkan untuk memberi kemudahan
bagi pembuat aplikasi smartcard berbasis Java yang mengunakan smart
card ME2000. Java API ini merupakan sekumpulan library atau fungsi-
fungsi yang dapat diintergrasikan dengan API Java lainnya.
API mengunakan native method, yaitu method di Java yang implementasinya
ditulis dalam dalam bahasa Pemrograman lainnya, seperti C dan C++.
Native Method memanggil library dasar ini untuk berkomunikasi dengan
smartcard reader. Library dasar yang menggunakan bahasa C++ yang
disediakan oleh ASEDrive, samrcard reader yang dijadikan basis untuk
tugas akhir ini dan mengambil kode intruksi yang diadopsi dariME2000
sebagai parameternya.
API ini merupakan package Java (sekumpulan class file) yang memberikan
fungsionalitas pemrograman untuk smarcard. Mekanisme pencarian data
link library serta mekanisme security akan disimulasikan untuk meningkat
kankehandalan dari API. Pemrograman akan diberikan kemudahan dalam
penggunaan method-method dengan memberikan nama yang deskriptif
untuk method-method tersebut.
Pustaka
- Schineier, Bruce, Applied Cryptography: Protocol, Algorithms and Source
Code in C, 2nd edition, John Wiley and Sons, Inc, 1997.
- Morrison, Michael, Java 1.1 Unleashed, 3rd edition, Sama.net Publishing,
1997.
- Horstman, Cay S., and Cornell, Gary, Core Java: Volume 1 - Findamentals,
Sun Microsystems Press, 1997.
- Flanagan, David, Java In A Nutshell: A Desktop Quick Reference,
O'REILLY, 1997.
- Blevins, Brian, Introduction to The Capabilities Class, Netscape, 1997.
- Netscape, Netscape Certificate Server Manual, Netscape, 1997.
- KGYID Pariantoro
Perancangan protokol lelang anonim menggunakan protokol kriptografis untuk medium elektronis/internet
Auction has been used extensively since the roman
empire, and still continues today. Currently,
auction is used to sell almost anything, from
one-of-the-kind items, such as conducted in
auction house like Christie's and Sotheby's and
even to the offering of United States 91-days and
182-days Treasury bills [SegBea97] and interest
rate of sertifikat Bank Indonesia (SBI). As a way
to conduct commerce, auction has a mechanism to
sell item(s) to some of the highest bidders
through a price negotiation. Price at transaction
time was set as a bargain among a grop of bidders
of the respective item(s). There are some
problems with conventional way of doing auction,
if implemented in electronic media. For example,
the risk at bidder credibility verification; wich
is relatively too big a risk to handle for
bidders. This is becauuuse the conventional way
uses physical and face-to-face means to verify
each other identity and credibility, for example
by physically presenting legal papers. This kind
of verification is simply not possible in
electronic media. Additionally, there are
personal information involved (such as credit
card number or account number at certain banks)
which can be misused by a malicious auction house
or by other parties that can get the information,
due to the nature of electronic media. Besides
the whole process of auction would be a bit more
fair, if done anonymously. The statement above
was based on the following assumption, that
parties find difficlt to collute and other
cheating strategy, such as a collution between
bidder with auction house and/or item(s) owner to
compromise price; if they were stranger to...
- Alwen Fernanto
Integgrasi Simbolik dengan Algoritma RISCH REKURSIF
Algoritma Risch merupakan suatu decision procedure untuk menentukan
apakah integral tak tentu suatu fungsi elementer f mempunyai solusi
elementer. Bila integral tersebut adalah fungsi elementer, algoritma
Risch dapat digunakan untuk mencarinya. Dalam tugas akhir ini, medan
fungsi integrand dibatasi pada fungsi-fungsi elementer transedental,
yaitu fungsi-fungsi yang mengandung perluasan logaritmik dan
eksponensial terhadap medan fungsi rasional.
Secara garis besar ada dua kasus utama dalaam integrasi fungsi elementer
transedental, yaitu kasus fungsi integrand f mengandung perluasan
logaritmik dan kasus f mengandung perluasan eksponensial. Untuk
masing-masing kasus, fungsi f akan ditransformasikan ke suatu struktur
yang terdiri dari perluasan logaritmik terhadap medan fungsi asal.
Proses transformasinya sendiri menggunakan metode reduksi Hermite dan
metode Rothstein. Khusus untuk kaasus perluasan eksponensial, proses
integrasinya akan menghasilkan suatu persamaan differensial Risch.
Solusi untuk persamaan differensial yang digunakan dalam tugas akhir
mengacu pada solusi serupa yang diusulkan oleh Davenport.
Algorimta Risch terbangun atas serangkaian teorema matematika yang
abstrak. Tugas akhir ini menunjukkan, melalui langkah-langkah
pembuktian ayng konstruktif, bagaimana teorema-teorema tersebut dapat
diuraikan menjadi langkah-langkah komputasi yang jelas.
Keseluruhan algoritma Risch untuk medan fungsi elementer transedental
ini diimplementasikan dalam sistem komputasi aljabar Maple V. Hasil
uji coba implementasi algoritma Risch pada PC dengan prosesor Pentium
166 MHz (RAM32 MB) dan sistem operasi Windows 95 untuk berbagai
fungsi integrand yang cukup representatif menunjukkan kinerja yang
cukup baik, dengan rata-rata waktu eksekusi 0.25 detik per fungsi.
Pustaka
- Bronstein, M. "Integration and Differential Equations in Computer
Algebra". Institute for Scientific Computation, Zurich, 1992.
- Buchberger, B., G.E. Collins, R. Loos. Computer Algebra Symbolic and
Algebraic Computation. Springer-Verlag, 1993.
- Cherry, G.W. "Integration in Finite Terms with Special Functions:
The Logarithmic Integral". SIAM Journal on Computing, Vol.15 (1),
February 1986, 1-21.
- Davenport, J.H. "The Risch Differential Equation Problem". SIAM
Journal on Computing, Vol.15 (4), November 1986, 903-918.
- Geddes, K.O. et al. Algorithms for Computer Algebra. Kluwer Academic
Publisher, 1992.
- Geddes, K.O. and L. Yohanes Stefanus "On the Risch-Norman Integration
Method and Its Implementation in MAPLE". Proceedings of the ACM-
SIGSAM 1989 ISSAC'89, July 1989, 212-217.
- Geddes, K.O. et al Maple V Language Reference Manual. Springer-
Verlag, 1991.
- Geddes, K.O. et al. Maple V Library Reference Manual. Springer-
Verlag, 1991.
- Kaltofen, Erich. "Polynomial Factorization 1987-1991". Proceeding
EUROSAM'84, Springer Lecture Notes in Computer Science, Vol.174,
1992, 359-366.
- Kaltofen, Erich."Polynomial Factorization 1987-1991". Proceeding
Latin'92, Springer Lecture Notes in Computer Science, vol. 583, 1992
294-313.
- Kaltofen, Erich."A Note on the Risch Differential Equation".
Proceeding EUROSAM'84, Springer Lecture Notes in Computer Science,
vol.174, 1992, 359-366.
- Lang, Serge. Algebra. Addison-Wesley Publishing Company, Inc., 1965.
- Lang, Serge. Algebraic Structures. Addison-Wwesley Publishing
Company, Inc., 1967.
- Lipson, John D. Elements of Algebra and Algebraic Computing. The
Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc., 1981.
- Rochman, Abdul. Integrasi Simbolik dengan Metode Risch-Norman dan
Implementansinya dalam Mapple. Fakultas Ilmu Komputer, Universitas
Indonesia, 1998.
- Singer, M. F., B. D. Saunders, and B. F. Caviness. "An Extension of
Liouville's Theorem on Integration in Finite Terms." SIAM Journal
on Computing, Vol. 14 (4), November 1985, 966-990.
- Fivtanto Harry
Sistem Pengenaan Tarif Pemakaian Perangkat Lunak pada Mekanisme Software Metering.
Perkembangan sistem jaringan telah mengubah pola distribusi dan peli-
sensian penggunaan perangkat lunak. Dalam lingkungan seperti ini di
perlukan suatu metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengawasan
terhadap penggunaan perangkat lunak oleh pengguna. Pengawasan ini
penting untuk menghindari terjadinya penggunaan suatu perangkat lunak
secara ilegal. Dari kebutuhan ini lahirlah mekanisme software metering
sebagai suatu mekanisme pengawwasan batas lisensi atas penggunaan
perangkat lunak.
Dalam perkembangan selanjutnya mekanisme ini dapat dikembangkan menjadi
suatu mekanisme yang tidak hanya digunakan untuk melakukan pengawasan
batas lisensi, tetapi lebih jauh lagi digunakan sebagai mekanisme
pengenaan tarif atau billing system. Kondisi ekuilibrium yang ingin
dicapai dari mekanisme ini adalah ketika para pengguna perangkat
lunak dapat menggunakan perangkat lunak sesuai kebutuhannya secara on
demand dan membayar sesuai pula dengan manfaat ekonomis yang diperoleh
nya, sementara itu para vendor ataupun pengembang perangkat lunak
dapat mengawasi dan melacak penggunaan perangkat lunaknya serta
menetapkan tarif tertentu untuk penggunaan setiap bagian dari perangkat
lunaknya. Sesuai dengan kebutuhan pengguna yang belum tentu
menggunakan keseluruhan komponen pada suatu perangkat lunak maka
mekanisme pengawasan dan pengenaan tarif ini dapat dikenakan pada
tingkat komponen perangkat lunak.
Dengan berkembangnya Internet maka konsep ini dibawa ke tingkat yang
lebih tinggi yaitu jaringan global, dengan menggabungkannya dengan
pola distribusi perangkat lunak maka mekanisme pengenaan tarif
menjadi suatu mekanisme yang dapat digunakan sebagai mekanisme
penentuan harga suatu perangkat lunak. Dengan menggunakan pola
Gatekeeper-Request-Response sebagai pola distribusi maka terdapat
sejumlah hal menarik yang harus mendapatkan perhatian dalam penerapan
mekanisme ini.
Tugas akhir ini bermaksud untuk melakukan pembahasan mengenai masalah-
masalah tersebut dan juga mencoba memberikan suatu pemecahan yang
dapat digunakan dalam menentukan metode yang diterapkan pada
mekanisme pengenaan tarif. Dengan menggunakan mekanisme ini diharapkan
permasalahan yang timbul menyangkut fairness dan juga fleksibilitas
sistem dapat mendapatkan pemecahan yang cukup berarti. Metode yang
diusulkan akan diujicobakan pada wahana pemrograman berbasis Java.
Pustaka
[ES194] Express Systems, Inc., Guide to Software Management,
Express System Inc., Seattle, 1994.
[Fle96a] Fleatcher, Mark, Software Metering Hompage, http://www.ex.
ac.uk/ECU/metering, 1996.
[Fle96b] Fletcher, Markm Software Auditing Homepage, http://www.ex.
ac.uk/ECU/auditing, 1996.
[Fat97] Fathony, Haemiwan Z., Mekanisme Software Metering Dengan
Objek Tersebar, Laporan Tugas Akhir - Fakultas Ilmu
Komputer UI, 1997.
[Gar95] Garziano, Claudia, "Microsoft Clinched Licensing Hole",
LAN Times, 22 Mei 1995.
[Gre+94] Grefuras, Frederic & Sandy J. Wong, Software Licensing
Flexibility Complements The Digital Age, Fenwick & West
and Sandy J. Wong, Palo Alto, 1994.
[Jon95] Jones, Capers, What Goes In An Information Warehouse?,
Software Productivity Research Inc., http://www.spr.com,
1995
[Les95] Leslie, Reggie, "Comparison: Software Metering Tools",
LAN Times, 3 Juli 1995.
[NCR95] Northeast Consulting Resources, Inc, Digital Rights
Management Technologies, International Federation of
Reproduction Rights Organizations, Danvers, 1995.
[WRQ98] WRQ Inc., The Web-to-Host Technology Transition,
http://www.wrq.com/news/whitepap/0516, 1998.
- Wahyu Hanito
Sistem Penyaringan Informasi Pribadi dengan Menggunakan Model Ruang Vektor & Umpan Balik Relevansi.
Jumlah informasi ellektronis yang tersedia semakin meningkat jumlahnya.
Penguna harus lebih selektif dalam memilih informasi yang mereka
butuhkan. Guna mempermudah dalam memilih informasi, perlu kiranya
dikembangkan suatu mekanisme penyaringan informasi untuk melengkapi
mekanisme temu kembali informasi yang telah banyak dikembangkan.
Seperti halnya temu-kembali informasi, penyaringan informasi bertindak
sebagai mediator antara sumber informasi dengan pengguna dan memiliki
tujuan sama yaitu menyajikan informasi yang sesuai dengan keinginan
pengguna. Perbedaan diantara keduanya terletak pada masalah waktu
penggunaan, representasi ketertarikan pengguna, dan sifat informasi.
Sistem penyaringan informasi digunakan dalam jangka waktu yang panjang
dengan ketertarikan pengguna relatif stabil. Ketertarikan pengguna
disimpan dalam bentuk berkas yang disebut profil (profile).
Koleksi dokumen berasal dari penyedia informasi yang selalu menyediakan
dokumen baru setiap selang waktu tertentu.
Tujuan penelitian ini adalah membuat prototipe sistem penyaringan
informasi dengan memanfaatkan dua metode yang telah dikenal dalam bi-
dang temu kembali informasi. Metode yang digunakan tersebut yaitu
Model Ruang Vektor (Vector Space Model) dan Umpan-balik Relevansi
(Relevance Feedback).
Dari hasil pengamatan sistem, dapat diketahui bahwa bentuk profil
pengguna yang terdiri dari istilah-istilah unik dengan bobotnya
masing-masing dapat digunakan untuk merepresentasikan ketertarikan
pengguna jangka panjang dan digunakan untuk melakukan pembandingan
dengan representasi koleksii dokumen. Penggunaan sistem selama 5 kali
siklus penyaringan menunjukkan hasil yang semakin baik. Pengembangan
lebih lanjut dapat dilakukan dengan menambahkan teknik pembelajaran
yang lain untuk lebih mendukung sifat adaptif sistem.
Pustaka
[ANT95] Anton, Howard, Elementary Linear Algebra, 7th ed., John
Willey & Sons Inc., 1994.
[BAL94] Balabanovic, Marko. An Adaptive Agent for Automated Web
Browsing, Dept. of Computer Science, Stanford University,
1994.
[BEL92] Belkin, Nicholas J. and Croft, W. Bruce. Information
Filtering and Information Retrieval: Two Sides of The Same
Coin?, Communication of The ACM, Vol.35, No.12, December
1992.
[FIT97] Fitrianti, Masayu,. Sistem Temu-kembali Informasi dengan
Mengimplementasikan Operasi Boolean Sistem Peringkat,
Perbaikan Query, dan Pemanfaatan Tesaurus, Fakultas
Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 1997.
[FOL92] Foltz, Peter W. and Dumais, Susan T. Personalized
Information Delivery: An Analysis of Information Filtering
Methods, Communication of The ACM, Vol.35, No.12,
December 1992.
[HAR92a] Harman, Donna. Ranking Algorithms, Information Retrieval:
Data Structures and Algorithms, Ed. Frakes, W.B., dan
Baeza-Yates, R., Prentice Hall, 1992.
[HAR92b] Harman, Donna. Relevance Feedback and Other Query
Modification Techniques, Information Retrieval: Data
Structures and Algorithms, Ed. Frakes, W.B., dan Baeza-
Yates, R., Pretice Hall, 1992.
[LOE92] Loeb, Suzanna. Architecting Personalized Delivery of
Multimedia Information, Communication of The ACM, Vol.35,
No.12, December 1992.
[OAR96] Oard, Douglas W. A Conceptual Framework for text Filtering,
Electrical Engineering Dept., University of Maryland,
College Park, 1996.
[SAL71] Salton, Gerald, ed. The SMART Retrieval System: Experiments
in Automatic Document Processing, Prentice-Hall Inc.,
Englewwood Cliffs, New Jersey, 1971.
[SAL89] Salton, Gerald. Automatic Text Processing: The Transformation,
Analysis, and Retrieval of Information by Computer, Addison
Wesley Publishing Co., 1989.
[SAL90] Salton, Gerald and Chris Buckley. Improving Retrieval
Performance by Relevance Feedback, Journal of The American
Society for Information Retrieval 41, 1990.
[SHE94] Sheth, Beerud D. A Learning Approach to Personalized
Information Filtering, Dept. of Electrical Engineering and
Computer Science, Massachusetts Institute of Technology,
1994.
[WIE87] Wiederhold, Gio. File Or
- Elvi Fatma
Penggunaan transformasi fourier dan transformasi karhunen-loeve pada sistem pencocokan pola
Pencocokan Pola (Patern Mathcing) merupakan suatu
metode yang telah dikenal dan bergunauntuk
mendeteksi suatu objek dalam citra. Metode ini
mendeteksi kehadiran suatu objek dengan
mencocokan citra yang hendak diketahui dengan
sekumpulan citra lain yang menjadi acuan
(template). Kelemahan metode ini adalah tingginya
biaya komputasi untuk citra yang berukuran besar.
Juga dikarenakan jumlah template yang
dipergunakan akan semakin besar dengan semakin
banyaknya kemungkinan sudut pandang, ukuran
maupun bentuk kehadiran objek di dalm citra.
Transformasi Karhunen-Loeve dan Transformasi
Fourier telah dipergunakan secaraluas dalam
pengolahan citra. Transformasi Karhunen-Loeve
biasa dipergunakan untuk mereduksi dimensi data.
Hasil dari Transformasi ini adalah himpunan
variable yang minimal akan tetapi masih
memberikan informasi yang maksimal. Sedangkan
Transformasi Fourier telah banyak di pergunakan
untuk aplikasi pencocokan pola. Tujuan tugas
akhir ini adalah mengkaji dan mengimplementasikan
penggunaan kedua transformasi tersebut pada
sistem pencocokan pola. Transformasi
Karhunen-Loeve dipergunakan untuk mendapatkan sub
ruang vektor sebagai presentasi dari keseluruhan
temlpete. Tranformasi Fourier digunakan untuk
mempercepat komputasi untuk mencari nilai
korelasi antara template dengan citra masukan.
Dari hasil uji coba, dengan menggunakan 72 citra
template dapat diketahui bahwa kombinasi
Transformasi Fourier memberikan hasil yang cukup
baik. Baik dari segi waktu pencarian maupun dari
segi penentuan lokasi objek.
- Bitri Indriany
Rancangan dan implementasi modul pengarahan strategi belajar untuk pemahaman bacaan
Kemajuan teknologi memungkinkan siswa belajar
secara mandiri tanpa mengganggu proses belajar
siswa lainnya. Karena itu, seorang siswa harus
memiliki kemampuan belajar mandidi agar tidak
tertingal oleh siswa lain. Kemampuan belajar
mandiri adalah suatu kemampuan yang membuat
seseorang dapat mengarahkan proses belajarnya
untuk mencapai tujuan tertentu secara sistematis.
Sehubungan dengan hal tersebut, Suradijono(SUR97)
sedang mengembangakan suatu Lingkungan Belajar
Kolaboratif Cerdas untuk meningkatkan kemampuan
belajar mandiri siswa sekolah tingkat menengah di
Indonesia. Dalam Lingkungan Belajar itu akan
terdapat fasilitas-fasilitas penyajian materi
ajar, pengalisis strategi belajar, pengarahan
strategi belajar dan kolaboratif. Penelitian
dalam tugas akhir ini bertujuan untuk membangun
salah satu fasilitas di atas, yaitu pengarahan
ini diaktifkan berdasarkan hasil dari modul
analisis strategi belajar. Dalam pengarahan,
strategi belajar yang diajarkan adalah strategi
belajar melalui penulisan isi berpikir verbal
(think aloud) siswa. Dari isi berpikir verbal
akan didapatkan strategi belajar siswa (hasil
dari modul analisis strategi belajar) yang akan
menentukan langkah pengarahan selanjutnya. Dalam
pengarahan, siswa akan mengetahui hubungan antara
tujuan belajar dan strategi-strategi
pendukungnya, serta bagaimana cara menerapkan
strategi-strategi belajar tersebut. Siswa akan
diajarkan melalui pemberian pertanyaan mengenai
strategi belajar serta contoh-contoh materi dan
isi berpikir verbal yang benar. Setelah
menyelesaikan proses pengarahan strategi belajar,
siswa diharapkan dapat menerapkan langsung pada
materi ajar, ...
- Abdul Rochman
Integrasi simbolik dengan metode risch-norman dan implementasinya dalam maple
Metode Integrasi Risch-Norman adalah suatu metode
yang dapat digunakan untuk mencari integral tak
tentu dari suatu fungsi rasional, fungsi
elementer transenden(eksponensial (exp),
logaritma(in), trigonometri dalam bentuk tangen),
maupun komposisi dari kedua fungsi tersebut.
Metode Integrasi Risch-Norman berdasarkan
Struktur Liouville dan menerapkan langkah-langkah
manipulasi aljabar yang terstruktur dalam proses
integrasinya. Dalam tugas akhir ini dikembangkan
suatu perangkat lunak, dengan nama Aplikasi
Integrator Risch Norman(AIRN), berbasis bahasa
Maple, yang mengimplementasikan metode integrasi
Risch-Norman. Perangkat lunak ini menjadi
landasan uji coba untuk mengamati sifat-sifat
integrasi tak tentu dengan metode tersebut. Uji
coba yang dilakukan terhadap 43 fungsi dengan
menggunakan AIRN pada mesin SUN SPARC station 370
(RAM 56 Mb) dalam sistem operasi UNIX menunjukkan
bahwa metode integrasi Risch-Norman memang dapat
digunakan untuk mencari integral tak tentu dari
suatu fungsi rasional, fungsi elementer
transenden, maupun komposisi dari kedua fungsi
tersebut dengan kinerja yang cukup baik, yaitu
waktu eksekusinya tidak lebih dari 20 detik, dan
waktu eksekusi rata-rata 2.162 detik.
- Ratna Shofiati
Arsitektur lingkungan belajar dengan aplikasi pemahaman bacaan non linear yang mendukung strategi belajar aktif
Tugas akhir ini merupakan bagian dari penelitian
'Lingkungan Belajar Kolaboratif Cerdas'.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Fakultas Ilmu
Komputer Universitas Indonesia bersama dengan
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Penelitian itu ditunjukkan untuk menghasilkan
suatu lingkungan belajar yang sesuai dengan
keadaan siswa-siswa SMP dan SMU di Indonesia.
Lingkungan belajar tersebut dirancang agar siwa
yang menggunakannya dapat belajar mandiri, aktif
mencari, mengolah, dan menyimpan jenis
pengetahuan yang diinginkannya, sebagai upaya
untuk memperbaiki metode belajar pasif.
Penelitian didasarkan pada strategi belajar yang
digunakan siswa, dan difokuskan pada pemahaman
bacaan. Penelitian tersebut dibagi menjadi
beberapa modul. Modul yang dijadikan sebagai
tugas akhir ini adalah modul Kerangka Sistem dan
modul Penyajian Materi Ajar. Modul Kerangka
sistem merupakan kerangka dasar sistem yang
dibuat, sedangkan modul penyajian Materi Ajar
merupakan implementasi penyajian materi (bahan
bacaan) kepada siswa dengan bentuk non linear
(hypertext). Kedua modul tersebut dirancang
berdasarkan model atau sistem yang sudah ada, dan
tugas akhir ini melakukan modifikasi, penambahan,
ataupun pengurangan dari model tersebut.
- Manogari Simanjuntak
Formalisasi dan verifikasi sistem pengendali lalu lintas
Studi yang dilakukan adalah untuk meneliti dan
membuat model format dari sebuah perempatan di
Jakarta. Diharapkan berbagai spesifikasi dapat
diformalissikan untuk perempatan seperti itu.
Spesifikasi yang dihasilkan seharusnya cukup
untuk menjelaskan sifat-sifat dari perempatan
tersebut. Penggunaan Temporal Logic sangat
dibutuhkan karena sifat waktu nyata dari masalah
ini. Setelah perempatan tersebut dimodelkan
secara formal, perlu dilakukan verifikasi. Proses
verifikasi dilakukan dengan bantuan alat
verifikasi, dalam kasus ini dipakai STeP
(Stanford Temporal Prover)
- Andi Tri Nugraha
Implementasi deskripsi wavelet pada sistem temu kembali citra
Teks telah digunakan sebagai deskripsi untuk
mewakili informasi citra. Deskripsi teks
mempunyai keterbatasan tidak mampu menangkap
informasi citra, tergantung dari kosakata yang
digunakan, tergantung domain, dan proses
deskripsi tidak dapat dilakukan secara otomatis.
Transformasi wavelet digunakan secara luas dalam
pengolahan citra. Sifat utama dari transformasi
wavelet adalah aproksimasi dan kemampuannya
mengetahui kandungan dan lokasi komponen
frekuensi citra. Sifat ini dapat digunakan
sebagai deskripsi citra pada sistem temu kembali
citra. Pada tugas akhir ini diimplementasikan
penggunaan representasi wavelet sebagai deskripsi
pada sistem temu kembali citar. Deskripsi ini
digunakan sebagai pengenal dan untuk mencari
citra yang dinginkan dari sekumpulan citra. Hasil
uji coba pada 901 citra dengan berbagai domain
menggunakan prosesor P133 (RAM 24 M) dalam sistem
operasi Windows95 menunjukkan bahwa deskripsi
wavelet mampu mewakili informasi citra dan kueri
dapat dilakukan dengan sketsa dari citra yang
diharapkan Ukuran deskripsi sangat kecil, dari
16384 koefisien wavelet dapat digunakan 20
koefisien atau 0,12
- Rahmat Widyanto
Perancangan dan implementasi komponen gerbang berbasis cobra pada fasilitas integrasi informasi untuk sistem informasi eksekutif
Sistem informasi eksekutif sebagai salah satu
bentuk sistem informasi membutuhkan berbagai
ragam informasi dari berbagai sumber. Informasi
yang dibutuhkan dapat berupa informasi struktur,
informasi semi-terstruktur dan informasi tak
terstruktur. Untuk memenuhi kebutuhan pengambilan
informasi tersebut, diperlukan suatu fasilitas
akses informasi ke berbagai sumber informasi yang
dapat mengintegrasikan berbagai ragam informasi
tersebut untuk kemudian diolah dan disajikan
sesuai kebutuhan eksekutif. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan fasilitas akses
informasi ke sumber informasi terstuktur dan
sumber informasi semi-terstruktur untuk Sistem
Informasi Eksekutif. Penelitian ini merupakan
bagaian dari penelitian pengembangan fasilitas
integrasi informasi tak terstruktur dan
terstruktur untuk Sistem Informasi Eksekutif yang
dididanai melauli proyek RUT (Riset Unggulan
Terpadu) IV. Pada penelitian tersebut fasilitas
akses informasi kesumber informasi terstruktur
dan sumber informasi semi-terstruktur merupakan
bagian dari komponen gerbang. Komonen gerbang
adalah salah satu komponen arsitektur
(MCSIR(MultiSources Client Server Information
Retrieval) pada Sistem Informasi Pimpinan
Universitas (SIPINTAS) di Universitas Indonesia.
Uji coba dilakukan dengan pengembangan prototipe
aplikasi SIPINTAS yang memanfaatkan komponen
gerbanga MCSIR untuk pengaksesan informasi ke
sumber informasi terstruktur dan sumber informasi
semi-terstruktur. Selain itu dilakukan uji coba
integrasi informasi dari sumber informasi
terstruktur dan semi-terstruktur. Komponen
gerbang MCSIR juga dibandingkan dengan produk
lain yang sejenis.
- Setyo Herry Purnomo
Perancangan dan implementasi siformasi script editor untuk pengembangan aplikasi berbasis MCSIR (Multisources Client Server Information Retrieval)
Multisources Client-Server Information Retrieval
(MCSIR) adalah salah satu komponen dalam
arsitektur Sistem Informasi Pimpinan Universitas
(SIPINTAS) yang berfungsi sebagai integrasi
berbagai sumber informasi untuk melayani aplikasi
yang banyak melakukan pengambilan informasi
seperti Sistem Informasi Eksekutif. Salah satu
masalah yang dihadapi dalam pengembangan aplikasi
memanfaatkan MCSIR adalah penggunaan script untuk
membuat berkas pola keluaran. Berkas pola
keluaran berisi perintah-perintah khusus untuk
mendefinisikan format atau mendesain tampilan
dari data hasil query dan mengolah hasil
informasi yang ditampilkan ke browser. Berkas itu
berupa teks yang merupakan gabungan antara
sintaks HTML dan sintaks khusus untuk
memanipulasi data query yang disebut script
formasi. Untuk meningkatkan produktivitas
diperlukan script editor yang mampu
menyederhanakan pembuatan aplikasi. Tugas akhir
ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan
script editor untuk membantu pengembang aplikasi
yang memanfaatkan MCSIR dengan kemampuannya untuk
mengarahkan dan medeteksi kesalahan MCSIR dengan
kemampuannya script. Uji coba kemampuan serta
perbandingan script editor dengan editor teks
lainnya dibahas dibagian akhir Tugas Akhir.
- Najib
Prototipe pembuatan dan pemeliharaan view material dalam data werehouse
Pentingnya peningkatan kinerja query untuk proses
analisis semakin terasa. penerapan data warehouse
sudah mulai menjadi kebutuhan di beberapa
perusahaan. Dalam menjalankan bisnis, terkadang
diperlukan proses analisis data yang berukuran
besar dari berbagai sumber informasi dalam selang
waktu yang panjang. Untuk mempermudah pengaksesan
query, maka dari berbagai sumber informasi
dihimpun dalam suatu repository yang disebut data
warehouse. Untuk mempercepat pengaksesan data
dalam werehoouse, query-query yang tinggi tingkat
pengaksesanya, dimaterialkan dalam bentuk table
view material. View material perlu dijaga
kekonsistenannya terhadap table pembentuk-nya.
Pemeliharaan view material dapat dilakukan secara
langsung (immediate) sebelum opresi perubahan
pada tabel asalnya di setujui (commit), atau
dengan menunda (deffered) pemeliharaan dengan
memanfaatkan log atau table delta sebagai
penampung perubahan. Pada tugas akhir ini
menghasilkan prototope pembuatan view material
dan pemeliharaan view material metode tunda
dengan bantuan perubahan tabel ringkas
(summary-delta table). Metode ini pembuatan dan
pemeliharaan ini digunakan untuk menjawab
permasalahan dalam proses quey yaitu
bagaimanamempercepat penaksesan query yang
melibatkan fungsi agregat dari sumbeer informasi
yang banyak
- Mehrunnisah Kasim
Penentuan strategi belajar dan pembangunan pemodelan-strategi-belajar-siswa pada lingkungan belajar cerdas
Dalam mengantisipasi kemajuan teknologi yang kian
pesat, siswa harus mampu meningkat kemampuan dan
ketrampilan yang dimilikinya. Siswa yang
cenderung pasif harus dipaksa untuk aktif dengan
cara meningkatkan kemampuan belajar secara
mandiri. Kemampuan belajar mandiri yang baik
dapat membuat siswa mampu mengarahkan proses
belajarnya untuk mencapai tujuan tertentu dengan
menggunakan strategi belajar yang tepat. Untuk
itulah Suradijono (SUR97) mengembangkan
Lingkungan Belajar Kolaboratif Cerdas untuk
Meningkatkan Kamampuan Belajar Mandiri Siswa SMU
di Jakarta. Lingkungan Belajar yang akan dibangun
memiliki beberapa fungsi. Salah satu fungsi
tersebut adalah fungsi untuk menganalisis
strategi belajar berdasarkan isi berpikir verbal
(think aloud) siswa. Fungsi tersebut dapat
digunakan untuk mengetahui apakah siswa sudah
menggunakan strategi belajar yang benar sesuai
dengan tujuan belajar yang ingin dicapai. Fungsi
Analisis Strategi Belajar inilah yang merupakan
kunci cerdasnya Lingkungan Belajar. Penelitian
ini bertujuan untuk membangun fungsi Analisis
Strategi Belajar tersebut. Dari hasil uji coba,
dapat dihasilkan sebuah modul yang memenuhi salah
satu fungsi dari lingkungan belajar yang
dibangun, yaitu fungsi menagnalisis strategi
belajar yang digunakan siswa. Hasil analisis
tersebut disimpan dalam sebuah tabel
pemodelan-strategi-belajar-siswa untuk digunakan
oleh guru dalam mematau perkembangan yang dicapai
oleh siswa. Tabel tersebut juga dilihat oleh
siswa untuk mengetahui perkembangan dirinya dalam
mempelajari materi.
- Agusril
Solusi sistem persamaan polinomial dengan basis grobner
Suatu basis ideal G F[x1, x2,...xn] disebut suatu
basis Grobner terhadap suatu term-ordering
tertentu apabila setiap unsur dari ideal I=(G)
mempunyai bentuk normal 0 modulo G. Basis Grobner
ini banyak digunakan dalam bidang dalam bidang
komputasi simbolik. Salah satu alasannya adalah
karena terdapat algoritme Buchberger yang selalu
dapat menghasilkan basis Grobner dari suatu
himpunan polinomial. Tugas akhir ini menelaah dan
mengimplementasikan suatu algoritme untuk mencari
penyelesaian dari suatu sistem persamaan
polinomial dengan menggunakan basis Grobner yang
dibangun dari himpunan polinomial yang
bersangkutan. Langkah-langkah dalam algoritme itu
mengusahakan agar terdapat unsur dalam basisi
Grobner yang berupa polinomial vervariabel
tunggal. Polinomial-polinomial inilah yang
digunakan untuk mendapatkan penyelesaian akhir,
apabila memang terdapat penyelesaian yang
brehingga banyaknya. Jika sistem persamaan
polinomial itu berupa suatu sistem persamaan
linear, algoritme penyelesaian dengan basis
Grobner itu tidak lain adalah eliminasi Gauss.
Implementasi dilakukan dengan sistem MAPLE pada
PC berprosesor intel 386 atas windows 3.11. Uji
coba terhadap berbagai sistem persamaan
polinomial menunjukkan bahwa term-ordering yang
digunakan berpengaruh terhadap waktu
penyelesaian. Pada umumnya penyelesaian yang
menggunakan term-ordering pure lexicographic
memerlukan waktu yang lebih pendek dibandingkan
dengan yang menggunakan total degree
|