[LOCAL LOGO 1] FUSILKOM: FakUltaS ILmu KOMputer
Universitas Indonesia
[LOCAL LOGO 2]
WHAT's NEW | HOME | vv BOTTOM vv | NEXT>>>

Daftar Abstrak Tugas Akhir/Proyek Mahasiswa S1
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia - Tahun 1997

(http://vlsm.org/fusilkom-ui/)

  1. Eva Magdalena M.

    Integrasi model checking dengan interactive theorem proving: pembuatan skrip pembuktian secara otomatis

    Teknologi verifikasi berbantuan komputer digunakan untuk membantu pembuktian kebenaran perangkat komputer yang dikembangkan dengan menggunakan metode formal. Secara garis besar, terdapat dua macam teknologi penunjang tersebut, yaitu model checking dan interactive theorem proving. Interactive theorem proving menggunakan aksioma dan teori-teori serta aturan inferensi yang sudah terjamin kebenarannya dalam membuktikan suatu teorema. Hal ini mengakibatkan interactive theorem prover lebih dipercaya daripada model checker yang melakukan pembuktian dengan menggunakan algoritme. Tetapi dalam interactive theorem proving, pada dasarnya pengguna harus memikirkan langkah-langkah pembuktiannya. Sedangkan dalam model checking, komputer yang akan secara otomatis menguji apakah sebuah sistem memenuhi spesifikasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasi teknologi dari model checker dengan interactive theorem prover. Hal tersebut dilakukan dengan memodifikasi kerja model checker agar menghasilak skrip yang dapat digunakan sebagai masukan langkah pembuktian bagi interactive theorem prover, disamping pembuktian untuk model checker itu sendiri. Implementasi dari model checker dilakukan dengan menggunakan Bahasa Pemrograman Fungsional Gofer (Jones, 1991).

  2. Farian Ujong

    Pemanfaatan Applet Java pada Prototipe Multisource Client Server Information Retrieval MCSIR dan Aplikasi Sistem Informasi Pimpinan Universitas SIPINTAS

    Kebutuhan akan program yang dapat berjalan di klien terasa penting sejalan dengan penggunaan jaringan Internet yang semakin luas. Pada saat ini program yang dapat berjalan di klien melalui jaringan Internet adalah Applet Java. Applet Java akan berjalan di masing-masing klien tanpa tergantung lagi dengan jenis pelayan yang digunakan oleh pemakai.

    Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Applet Java untuk prototipe Multisources Client Server Information Retrieval (MCSIR) dan aplikasi Sistem Informasi Pimpinan Universitas (SIPINTAS). Aplikasi SIPINTAS ini akan memanfaatkan layanan-layanan yang ada prototipe MCSIR. Pemanfaatan Applet Java untuk aplikasi SIPINTAS adalah spesifik untuk aplikasi yang bersangkutan. Pemanfaatan Applet Java untuk prototipe MCSIR dibuat umum agar dapat dipakai oleh aplikasi yang memanfaatkan layanan MCSIR.

    Aplikasi SIPINTAS yang akan diuji-coba adalah aplikasi Mahasiswa Tidak Tepat Waktu (MTTW). Aplikasi ini masih dalam bentuk prototipe dan dikembangkan untuk Ketua Jurusan. Aplikasi SIPINTAS diterapkan dalam bentuk page Hypertext Markup Language (HTML) dan data yang diperoleh berasal dari pelayan basis data Sybase.

    Pustaka

    [ABD95a]	Abdat, Sjarif dkk. "SIPINTAS: an Executive Information 
    		System for the University of Indonesia" in: Proceeding the 
    		Third International Conference on Decision Support System, 
    		Hongkong 1995.
    
    [ABD95b]	Abdat, Sjarif. "Fasilitas Integrasi Informasi Tak Terstruktur
    		dan Terstruktur serta Penerapan dalam SIstem Informasi
    		Eksekutif", Proposal RUT IV, 1995.
    
    [COM91]		Comer, D.E. Internetworking With TCP/IP, 2nd ed., Englewood
    		Cliffs: Prentice-Hall Inc., 1991.
    
    [COR96]		Cornell, Gary and Cay S. Horstmann. Core Java, Garcia Avenue:
    		The SunSoft Press, 1996.
    
    [GOS95]		Gosling, James and Henry McGliton. The Java Language 
    		Environment Garcia Avenue: A Sun Microsystems Inc., 1995.
    
    [JAV96]		JavaSoft. "JavaSoft Home Page", http://java.sun.com/,1996.
    
    [LEM96]		Lemay, Laura and Charles L. Perkins. Teach YourSelf Java in
    		21 Days, Indianapolis: Sams.net Publishing, 1996.
    
    [MCL93]		Mc.Leod, Raymond. Management Information System, 5th ed, New 
    		York: Macmillan Publishing Company, 1993.
    
    [SOF96]		Sofianti, Desalina. "Perancangan dan Implementasi Prototipe 
    		MCSIR (Multisources Client-Server Information Retrieval)",
    		Skripsi Sarjana: Fakultas Ilmu Komputer Indonesia, 1996.
    
    [STE90]		Stevens, W.R. Unix Network Programming, Englewood Cliffs:
    		Prentice Hall Inc., 1990.
    
    [TAN89]		Tanenbaum, Andrew S. Computer Network, 2nd ed., Englewood 
    		Cliffs: Prentice Hall Inc., 1989.
    
    [TUT96]		Tutorial Java. "The Java Tutorial", http://raden.cs.ui.ac.id/
    		sun/tutorial/index.html, 1996.
    

  3. Hisar Maruli Manurung

    Pemampatan citra dengan transformasi wavelet

    Wavelet merupakan sejenis fungsi yang dapat digunakan sebagai basis representasi fungsi lain. Fungsi wavelet sendiri diturunkan dari sebuah scaling function dengan bantuan konsep dilasi dan translasi. Transformasi wavelet merupakan proses proyeksi sebuah fungsi terhadap basis fungsi wavelet. Transformasi wavelet meiliki sifat-sifat multiresolusi yang memungkinkan representasi suatu citra dijital dalam basis wavelet sangat cocok untuk dimampatkan dengan mutu visual citra yang dapat diatur. Pada penelitian ini dikembangkan suatu perangkat lunak berbasis bahasa Java yang mengimplementasikan pemampatan citra dengan transformasi wavelet. Perangkat lunak ini menjadi landasan ujicoba untuk mengamai sifat-sifat pemampatan citra dengan transformasi wavelet. Ujicoba yang dilakukan pada penelitian ini menunjukkan bahwa pemampatan citra dengan transformasi wavelet memberikan hasil yang cukup memuaskan, baik dari segi kinerja, rasio pemampatan, maupun mutu visual.

  4. Moh. Kholis Anshori

    Implementasi sistem temu kembali informasi menggunakan model boolean dengan fasilitas tesaurus

    Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan prototipe sistem temu kembali informasi (Information retrieval) menggunakan model boolean. Proses temu kembali dilakukan dengan memasukkan kueri dari informasi yang dibutuhkan. Kueri yang dimasukkan berbentuk ekspresi Boolean, yang merupakan susunan istilah-dari topik informasi yang dibutuhkan - dengan operator AND, OR, atau NOT. Sistem temu kembali yang dikembangkan dilengkapi dengan tesaurus, yaitu alat bantu untuk melakukan penelusuran istilah lain yang memiliki keterkaitan dengan istilah dalam kueri. Tingkat keterkaitan istilah ditentukan oleh nilai ambang (threshold) yang dipilih oleh pengguna sistem. Fasilitas ini ditunjukkan untuk membantu pengguna dalam menentukan ketepatan konsep yang dicari dalam proses temu kembali informasi, yaitu dengan memformulasikan kembali queri yang dimasukkan dengan menyertakan istilah-istilah lain yang berkaitan. Tesaurus yang digunakan adalah hasil pengolahan teks dokumen secara otomatis dengan metode analisis kluster hubungan lengkap (Magdalena 1996). Sistem temu kembali yang dikembangkan dilengkapi juga dengan rancangan antar muka yang bersahabat. Pertimbangan utama dalam perancangan antar muka sistem adalah kereragaman pengguna. Polulasi pengguna sistem temu kembali informasi sangat beragam, dan frekuensi pemakaian dari tiap-tiap pengguna juga beragam, oleh karena itu dibutuhkan antar muka yang mudah dipahami , dengan tetap memperhatikan ketergunaan (usabililty) sistem. Rancangan antar muka dibuat sedemikian rupa dengan maksud pemakaian sistem oleh pengguna dapat memberikan proses interaksi yang sesuai dengan kebutuhan.

  5. Mochamad Riza Achrulah

    A Map: Application Mapper untuk Integrasi Aplikasi Bisnis pada Penerapan Elektronic Data Interchange

    Pentingnya penerapan teknologi informasi dalam dunia bisnis semakin terasa. Penerapan EDI (Electronic Data Interchange) sudah mulai menjadi kebutuhan di beberapa perusahaan. Dalam menjalankan bisnis, perusahaan-perusahaan telah menggunakan teknologi komputer. Pembuatan surat-surat transaksi, penyimpanan data barang-barang yang diperdagangkan, dan pencatatan pergudangan adalah beberapa fungsi yang telah menggunakan sistem berbantuan komputer.

    Perusahaan-perusahaan yang telah menggunakan sistem berbantuan komputer dapat melakukan penerapan EDI. Penerapan EDI dilakukan dengan membangun komunikasi komputer dengan mitra bisnis, menerjemahkan data yang dikomunikasikan ke bakuan EDI, dan menggunakan application mapper.

    Tugas akhir ini menghasilkan A_Map, suatu application maper, yaitu perangkat lunak yang berfungsi menjembatani aplikasi komputer dengan penerjemah EDI. Untuk menggabungkan sistem berbantuan komputer dengan penerjemah EDI, A_Map membaca struktur basis data aplikasi. Berdasarkan struktur basis data yang dibaca tersebut pemakai akan menentukan field-field data yang akan diterjemah kan. Selanjutnya pertukaran data dilakukan dengan membaca basis data berdasarkan pasangan field pada basis data dengan data segmen pada dokumen yang berbakuan EDI.

    Pustaka

    Blakeley, Michael.	"EDI/MIME opens internet for business use" PC Week.
    			March, 1995
    
    Callon, Jack D		Competitive advantage through information technology.
    			New York: McGraw-Hill, 1996
    
    Chandra, Ivan S.	"Implementasi prototipe pertukaran data elektronis
    			dengan penerjemah berbasis UN/EDIFACT." Tugas Akhir,
    			Fakultas Ilmu Komputer, Depok: Universitas Indonesia,
    			1994
    
    Hamel, Gary dan C.K Prahalad
    			Competing for the future. Boston: Harvard Business 
    			School Press, 1994
    
    Keen, Peter G.W		Shaping the future: business design through 
    			information technology. Harvard Business School 
    			Press, 1993
    
    Korth, Henry F. & Abraham Silberschatz
    			Database System Concepts. 2nd ed. New York: McGraw -
    			Hill, 1991
    
    Martin, James		CyberCops: The new business revolution. New York:
    			Amacom, 1996
    
    McKenney, James L.et.al Waves of cahnge: business evolution through 
    			information technology. Boston: Harvard Business 
    			School Press, 1995
    
    Microsoft Corp.		Microsoft visual basic: profesional features book 2
    			version 3.0. 1993
    
    Microsoft Corp.		Micrsoft visual basic: programmer's guide version 3.0
    			1993
    
    Mulyadi			Sistem akuntansi. Yogyakarta: Bagian Penerbitan 
    			Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, 1993
    
    Shneiderman, Ben	Designing the user interface: strategies for effective
    			human computer interaction. 2ndEd. New York: Addison-
    			Wesley, 1992
    
    Sokol, P.K.    		EDI: The competitive edge. New York: McGraw Hill, 1991
    
    Tulloch, Gord		Easy as E-D-I" RS/Magazine. January 1994
    

  6. Yenni Rahmita

    Studi Perancangan dan Analisis Formal Protokol Kriptografis untuk Sistem Pembayaran Elektronis melalui Internet

    Sistem pembayaran elektronis yang sangat berperan dalam dunia bisnis sangat memperbesar beban kerja bank. Bank harus terlibat pada proses pemindahan uang yang terjadi saat transaksi, sehingga volume kerja bank menjadi luar biasa besar pada waktu-waktu tertentu. Untuk membuat beban kerja tersebut tidak terpusat pada satu hubungan bank. Urusan selanjutnya dengan bank dapat digeser ke waktu lain.

    Sistem off-line diharapkan dapat tetap mempertahankan keamanan transaksi. Tanpa pengawasan on-line dari bank, masalah keamanan ini menjadi lebih kritis, khususnya bagi pihak lenerima dan pihak bank. Selain itu juga dibutuhkan kerahasiaan data belanja seseorang terhadap orang lain (privasi).

    Dalam tugas akhir ini dilakukan studi pengembangan awal suatu desain protokol sistem pembayaran elektronis melalui internet dengan verifikasi off-line. Pengembangan protokol sistem ini memanfaatkan konsep-konsep matematis, seperti kriptografi dan operasi dalam teori bilangan. Untuk menganalisa keamanan protokol dengan cara yang lebih sistematis, dikembangkan kerangka analisis formal. Kerangka analisis tersebut kemudian diterapkan terhadap protokol.

    Hasil analisis dapat membantu mengamati perubahan status yang terjadi pada saat protokol dijalankan. Analisis tersebut juga dapat memperlihatkan beberapa kelemahan pada desain.

    Pustaka

    [Boly et al, 1994]	Boly, Jean-Paul et al. The ESPRIT Project CAFE-. High 
    		        Security Digital Payment Systems. Berlin: Springer-
    			Verlag, 1994.
    
    [Brands, 1993]		Brands, Stefan. An Efficient off-line Electronic Cash
    			System Based On Representation Problem. Amsterdam:
    			CWI, 1993.
    
    [Brands, 1994]		Brands, Stefan. Off-line Cash Transfer by Smart Cards.
    			Amsterdam: CWI, 1994.
    
    [Burrows et al, 1989]	Burrows, M., Abadi, M., Needham, R. A Logic of 
    			Authentication. California: Digital Equipment 
    			Corporation, 1989.
    
    [CFN, 1988]		Chaum, D., Antwerpen, H.van. Untraceable Signatures.
    			Crypton'89.
    
    [Ferguson, 1993]	Ferguson, N. Single Term off-line Coins. Amsterdam:
    			CWI, 1993
    
    [Kaldewaij, 1990]	Kaldewaij, Anne. Programming: The Derivation of 
    			Algorithms. C>A>R. Hoare Series Editor. Prentice Hall
    			International, 1990.
    
    [Schneier, 1996]	Schneier, Bruce. Apllied Cryptography Second Edition:
    			Protocols, Algorithms, and source code in C. John Wiley
    			& Sons, Inc., 1996.
    
    [Patterson, 1987] 	Patterson, Waybe. Mathematical Cryptology. New Jersey:
    			Rowman & Littlefield, 1987.
    
    [Paulson, 1996]		Paulson, L.C. Proving Properties of Security Protocols
    			by Induction. University of Cambridge, 1996.
    
    [Prasetya & Rahmita, 1997]
    			Presetya, ISWB, Rahmita, Y. A wp-Cryptologic. 
    			Universitas Indonesia, 1997 (unpublished). http://www.
    			cs.ui.ac.id/staf/wishnu.html.
    
    [Richards, 1996]	Richards, S. Electronic Money/Internet Payment Systems.
    			Fisher College of Business at The Ohio State 
    			University,1996. 
    			http://www2.cob.ohio-state.edu/~richards/b-add.htm
    
    [Ryan, 1996]		Ryan, P.Y.A. The Design and Verification of Security 
    			Protocols. Technical Report DRA/CIS3/SISG/CR/96/1.0,
    			Defence Research Agency, 1996.
    
    [Snekkenes, 1995]	Snekkenes, E. Formal Spesification and Analysis of 
    			Criptographic Protocols. Faculty of Mathematics and
    			Natural Science at the Universtiy of Oslo, 1995.
    

  7. Oni Budipramono

    Perancangan dan implementasi modul percakapan dan modul catatan untuk perangkat ajar berbasis strategi belajar

    Fakultas Ilmu Komputer Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia mengadakan penelitian untuk membuat Perangkat Ajar Berbasis Strategi Belajar. Perangkat ajar tersebut akan digunakan oleh siswa tingkat mengengah (SMP dan SMU) disekolah-sekolah di Indonesia. Perangkat ajar yang dibuat diharapkan memiliki kemampuan untuk memantau strategi belajar, bersifat hipermedia, menunjang cara belajar kolaboratif, intensional, terencana dan dapat menuntut siswa untuk berpikir secara reflektif, kritis dan dalam. Tuga akhir ini merupakan penelitian yang berusaha mengembangkan alat bantu untuk menunjang cara belajar kolaboratif. Alat bantu tersebut nantinya akan menjadi bagian dari perangkat ajar yang dikembangkan. Karena perangkat ajar yang dikembangkan berbasis strategi belajar, maka alat bantu yang dikembangkan harus dapat mendukung pemantauan strategi belajar siswa. Secara khusus, alat bantu yang dibuat terdiri dari dua buah modul yaitu modul percakapan dan modul catatan. Penelitian dalam tugas akhir ini meliputi studi pustaka, pengamatan terhadap sistem belajar kolaboratif yang sudah ada, untuk kemudian melakukan analisis, perancangan dan implementasi modul Percakapan dan modul catatan.

  8. Evita Marlinang Sibarani

    Formalisasi dan verifikasi protokol komunikasi

    Protokol komunikasi melibatkan beberapa proses yang konkuren, sehingga verifikasi protokol komunikasi dengan metode informal sukar dilakukan. Untuk mengatasi masalah tersebut verifikasi protokol komunikasi dilakukan dengan metode formal. Tugas akhir ini melakukan formalisasi dan verifikasi suatu protokol komunikasi dengan menggunakan alat bantu Symbolic Model Verifier (SMV). Protokol komunikasi yang akan diformalisasi dan diverifikasi, menyediakan servis pengiriman data searah dari mesin pengiriman ke mesin penerima yang saling terhubung point-to point, dengan menggunakan mekanisme stop dan wait. Servis protokol ini dianggap kurang handal sehingga protokol menggunakan mekanisme time out dan pengiriman ulang data. Pata tugas akhir ini protokol tersebut akan diverifikasi bebas dari deadlock dan livelock serta mengalami progress.

  9. Sufatrio

    Sistem hibrida jaringan saraf buatan berbasis pengetahuan

    Terdapat dua pendekatan berbeda yang umum digunakan dalam melakukan pengklasifikasian, yaitu dengan memanfaatkan domain teori dalam bentuk aturan dan dengan belajar atas sampel data. Namum dalam penggunaanya, kedua pendekatan ini memiliki masalah-masalah yang dapat mempengaruhi unjuk kerjanya. Salah satu hipotesis dijumpainya masalah tersebut adalah karena masing-masing hanya memanfaatkan sebagian sumber pengetahuan. Oleh karena itu, suatu sistem hibrida yang secara efektif menggunakan baik teori dan data diharapkan dapat menjai pengklasifikasi yang lebih baik. Sistem hibrida KBANN merupakan suatu model sistem hibrida yang mencoba menggabungkan kedua pendekatan diatas, yang terdiri dari tiga proses: (1) Pemetaan aturan awal yang mungkin tidak sempurna namun cukup tepat kejaringan saraf buatan, (2) proses belajar jaringan saraf buatan terhadap kumpulan sampel, dan (3) pemetaan balik dari jaringan saraf buatan untuk menghasilkan aturan akhir. Pada pengujian yang dilakukan dengan mengambil data promoter recognition DNA E. Coli, didapatkan bahwa jaringan KBANN memiliki unjuk kerja pengklasifikasian yang lebih baik dibandingkan Jaringan Propagasi Balik yang baku. Namun hasil aturan akhir yang didapatkan memiliki tingkat kesalahan yang masih lebih tinggi dibandingkan dengan jaringan KBNN asalnya.

  10. Masayu Fitriyanti

    Sistem temu-kembali infomasi dengan mengimplementasikan operasi boolean, sistem peringkat, perbaikan query, dan pemanfaatan tesaurus

    Kebutuhan akan sistem temu-kembali infoamsi dalam Bahasa Indonesia mendorong dilaksanakannya peneliti ini. Salah satu tujuan penelitian ini adalah membuat Sistem Temu-kembali Informasi dengan Mengimplementasikan Operasi Boolean, Sistem Peringkat, Perbaikan Query, dan Pemanfaatan Tesaurus Penelitian ini memanfaatkan beberapa hasil penelitian sebelumnya yang mendukung temu-kembali informasi. Sistem Temu-kembali informasi yang terbentuk terdiri dari beberapa bagian yaitu:(1)proses parsing dokumen yaitu pengambilan kata-kata dari dokumen, (2) proses buang kata buangan (stoplist) yaitu kata yang tidak mewakili isi dokumen sehingga tidak dapat dijadikan sebagai indeks, (3)proses stemming kata yaitu proses penghinglangan imbuhan yang tidak perlu dari sautu kata turunan (berimbuhan), (4) proses indexing yaitu pemilihan istilah (indeks),(5) struktur berkas pembalikan dokumen(inverted file) yaitu struktur berkas yang digunakan untuk menyimpan pasangan istilah-dokumen dan bobot istilah (6) proses penghitungan kemiripan antar istilah yang menggunakan koefisien Cosine atau Jaccard, (7) proses pengelompokan isttilah secara hirarki dengan menggunakan teknik Klaster Hubungan Lengkap (Complete Link Cluster), (8) proses penyusunan tesaurus secara otomatis yang akan menggunakan struktur berkas pembalikan dokumen, psose parsing, stoplist, stemming, indexing, proses penghitungan kemiripan antar dua istilah, dan proses pengelompokan istilah, (9) proses mencari hugungan antar dua istilah(similarity of terms), (10) proses mencari hubungan antar dua istilah (similarity of documents), (11) proses query yaitu proes pengambilan informasi ....

  11. Mohammad Sjarifuddin

    Pengelolaan berkas multimedia pada prototipe sistem manajemen basisdata multimedia

    Data multimedia semkain banyak dipergunakan dalam sistem informasi sehingga diperllukan adanya suatu sistem basisdata yang mampu mengelola berkas multimedia. Sampai saat ini terdapat beberapa cara untuk menangani berkas multimedia dalam suatu sistem basisdata. Mulai dari menampilkan nama berkas multimedia, menunjuk lokasi berkas multimedia samapi menyertakan berkas multimedia sebagai data dalam sistem basisdata. Pada sistem basisdata multimedia dengan metode penautan, berkas multimedia yang dipergunakan sebagai data kurang diperhatikan pengelolaannya. Kadang terdapat kesulitan untuk mendapatkan seluruh data berkas multimedia apabila diperlukan pemindahan basisdata dari suatu lokasi ke lokasi yang lain. Terdapat kesalahan pada basisdata karena berkas multimedia yang digunakan telah terhapus secara tidak sengaja. Besar kemungkinannya terjadi data yang mempergunakan berkas multimedi ayng sama terdapat pada lokasi yang berbeda-besa sehingga keefektifan dari ruang penyimapanan. Pada saat pendefinisian jenis data dlam suatu sistem basisdata, perancang harus membuat manipulasi agar dapat memasukkan berkas multimedi sebagai data dengan membuat nama dan lokasi berkas multimedia sebagai masukan. Dalam hal ini diperoleh kesulitan untuk dapat melakukan pencarian terhadap suatu data dimana kondisi yan gdiberikan adalah isi berkas multimedi adan bukan nama berkas multimedia yang digunakan. Dalam Tugas akhir ini dicoba untuk menangani penyediaan jenis data multimedia dan pengolaan berkas multimedi ayang dipergunakan sebagai data pada sistem basisdata multimedia. Pada akhir ini juga dibuat prototipe sistem basisdata multimedia yang...

  12. Aripin Ariyanto

    Pengenalan citra tumor kulit menggunakan jaringan saraf tiruan dengan principal component analysis sebagai pemroses awal

    Melamona mahgman adalah tumor kulit yang sangat ganas, sehingga diteksi sedini mungkin amat diperlukan. Ahli kulit percaya bahwa diagnosa tumor kulit berdasarkan ciri-ciri tertentu dapat digunakan untuk mendeteksi tumor lebih awal. Ciri-ciri tersebut diekstrak dari citra berwarna dan dimasukkan ke jaringan saraf tiruan untuk dikenali. Jaringan saraf yang digunakan dalam tugas akhir ini ialah jaringan saraf propagasi balik, dengan keluaran adalah jenis tumor (apakah tumor merupakan melanoma atau bukan). Untuk mempercepat waktu pelatihan jaringan, cross-entropy error function digunakan sebagai fungsi kesalahan, menggantikan quadratie error function yang lazim dipakai. Sebelum diproses oleh jaringan saraf, ciri-ciri dari tumor diproses dahulu dengan Principal Component Analysis (PCA). Tujuan utama dari PCA adalah reduksi dimensi data dengan masih mempertahankan informasi yang ada. Dengan adanya PCA, masukan ke jaringan saraf dapat diperkecil, sehingga kompleksitas jaringan dapat dikurangi.

  13. Arrianto Mukti Wibowo

    Studi Perbandingan Sistem-sistem Perdagangan di Internet dan Desain Protokol Cek Bilyet Digital

    Internet sebagai jaringan komputer global, dapat dipergunakan sebagai media perdagangan di era globalisasi dan pasar bebas. Penggunaan Internet sebagai media perdagangan menghadirkan beberapa masalah keamanan, yakni masalah kerahasiaan (confidentiality) transaksi. Keaslian/keutuhan (integrity) transaksi dari usaha manipulasi, keabsahan (authenticity) pihak-pihak yang bertransaksi, dan pencatatan transaksi agar bisa jadi barang bukti yang tidak bisa disangkal (non-repudiation). Sistem-sistem perdagangan di Internet umunya mempergunakan suatu bentuk pemberian kepercayaan tertentu dan juga perangkat-perangkat kriptografi untuk mengatasi masalah tersebut.

    Untuk menganalisa dan merancang suatu sistem perdagangan di Internet (SPI), selain mempelajari teori-teori dasar kriptografi dan teknologi-teknologi jaringan yang menunjang SPI, untuk mengetahui sistem keuangan yang berlaku maka penulis juga melakukan wawancara dengan pihak perbankan swasta dan bank sentral. Setelah itu penulis melakukan perbandingan terhadap 9 SPI yang ada. Setiap SPI diteliti alur transaksinya, klasifikasinya, perangkat lunaknya, keamanannya, sistem pemberian kepercayaannya, mekanisme pembayarannya, dan prospeknya.

    Hasil studi perbandingan menunjukkan bahwa belum ada SPI yang menggunakan alur transaksi cek bilyet dengan pengamanan sertifikat digital. Berdasarkan itu, maka penulis mencoba merancang suatu protokol cek bilyet digital dengan pengamanan sertifikat digital. Protokol cek bilyet digital ini dapat mengatasi masalah-masalah keamanan perdagangan di Internet yang telah disebutkan di atas.

    Pustaka

    [Aaro]	  Michael Aaron: Internet Payments: Opportunity and Status;
    	  IBM Banking and Finance, Sydney 1997.
    
    [BBCM 94] Jean-Paul Boly, Antoon Bosselaers, Ronald Cramer, Rolf Michelsen,
    	  Stig Mjolsnes, Frank Muller, Toreben Pedersen, Birgit Pfitzmann,
    	  Peter de Rooji, Berry Schoenmakers, Matthias Schunter, Luc Vallee,
    	  Michael Waidner: The ESPRIT Project CAFE: High Security Digital 
    	  Payment Systems: ESORICS 94 (Third European Symposium on Research
    	  in Computer Security), LNCS 875, Springer-Verlag, Berlin 1994.
    
    [Chau 94] David Chaum: Prepaid Smart Card Techniques: A Brief Introduction
    	  and Comparison; DigiCash b.v., 1994
    
    [Cyb 97]  CyberCash: Homepage, 1997. http://www.cybercash.com.
    
    [DaLe 96] Andrew Dahl, Leslei Lesnick: Internet Commerce; New Riders 
              Publishing, Indianapolis 1996.
    
    [DHMM 96] Thomas Dawkins, Justin Higgins, Sean Mathias, Joel Millecan, Michael
    	  Rice, Paul Tso: Unlocking Microsoft Internet Information Server:
    	  New Riders Publishing, Indianapolis 1996.
    
    [Digi 97] DigiCash: Homepage, 1997. http://www.digicash.com.
    
    [EITC 96] Taher Elgamal, Jeff Treuhaft, Frank Chen: Security Communications on
    	  the Intranet and Over the Internet; Netscape Communications Corp.,
    	  1996.
    
    [EuMV 96] Europay, Visa, MasterCard: EMV'96: Integrated Circuit Card 
    	  Specification for Payment Systems; 1996.
    
    [FBDW]    Edward W. Felten, Dirk Balfanz, Drew Dean, Dan S. Wallach: Web 
    	  Spoofing: An Internet Con Game; Department of Computer Science,
    	  Princeton University.
    
    [Firs 97] First Virtual: Homepage, 1997. http://www.fv.com
    
    [Floh 96] Udo Flohr: Electric Money; BYTE 21/6 (1996).
    
    [Frie 97] Hans-Jurgen Friederich: Electric Money - A European Position: 
    	Deutsche Bundesbank, Frankfurt am Main 1997.
    
    [Hind 96] Robert M. Hinden: IP Next Generation: Overview; Communications of
    	  the ACM39/6 (1996).
    
    [MePS 95] P. Metzger, Piermont, W. Simpson: IP Authentication using Keyed SHA;
    	  RFC-1852, 1995.
    
    [Net 97]  Net 1: Homepage, 1997. http://www.netchex.com.
    
    [Open 97] Open Market: Homepage, 1997. http://www.openmarket.com.
    
    [Robe 97] Bill Roberts: Versign Inc., Where Trust Is Like a Spy Movie; Web
    	  Week 1/3 (1997).
    
    [Schn 96] Bruce Schneier: Applied Cryptography,2nd ed.; John Wiley & Sons, 
      	Inc., New York 1996.
    
    [SiHa 95] Karanjit Siyan, Chris Hare: Inteeernet Firewalls and Network 
    	Security; New Riders Publishing, Indianapolis 1995.
    
    [Sing 95] Andrew Singleton: Cash on the Wirehead; BYTE 20/6 (1995).
    
    [Stal 96] William Stalings: Internet Armor; BYTE, 21/12 (1996).
    
    [Star 97] Thom Stark: Encryption for a Small Planet; BYTE 22/3 (1997).
    
    [Tane 89] Andrew S. Tanenbaum: Computer Networks, 2nd ed.; Prentice-Hall Inc.,
    	  Englewood Cliffs 1989.
    
    [ToHo 96] Sheila Tomkowiak, Peter Hofland: A Computer In Your Wallet; BYTE 21/6
    	  (1996).
    
    [Veri 97] Verifone: Homepage, 1997. http://www.verifone.com.
    
    [ViMa 97] Visa, MasterCard: Secure Electronic Transaction: Business 
    	Description; 1997.
    
    [Wayn97] Peter Wayner: Who Goes There?; BYTE 22/6 (1997).
    
    [WHSW 96] Arrianto Mukti Wibowo, Permata Harapah, Ipon Supriyono, M. Rahmat
    	  Widyanto, Haris Fauzi: CyberTrade: Transaksi Bisnis Aman di Internet;
    	  Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Depok 1996.
    
    [Wibo 97] Arrianto Mukti Wibowo: Internet dan Era Globalisasi: Prospek dan 
    	  Masalah di Masa Depan; Kompetisi Mahasiswa Berprestasi Universitas
    	  Indonesia 1997, Universitas Indonesias, Depok 1997.
    

  14. Reginald Kuswanto

    Pemampatan berkas suara dengan transformasi wavelet

    Wavelet merupakan fungsi yang dapat digunakan sebagai basis representasi fungsi lain. Fungsi wavelet sendiri diturunkan dari sebuah scaling function dengan operasi dilasi dan tranlasi. Trasformasi wavelet merupakan proses proyeksi sebuah fungsi terhadap basis fungsi wavelet. Transfromasi wavelet dapat merpresentasikan fungsi secara multiresolusi. Dalam hal ini, sinyal suara direpresentasikan pada tingkat-tingkat frekuensi yang berbeda, sehingga mudah untuk dimampatkan dengan mutu suara yang dapat diatur. Dalam tugas akhir ini telah dikembangkan sebuah perangkat lunak yang berguna sebagai landasan ujicoba untuk mengamati sifat-sifat pemampatan berkas suara dengan transformasi wavelet. Aplikasi ini dikembangkan dengan bahasa Java. Ujicoba yang dilakukan menunjukkan bahwa pemampatan berkas suara dengan transformasi wavelet dapat memcerikan hasil yang cukup memuaskan, baik dari aspek kinerja, rasio pemampatan, maupun mutu suara.

  15. Mephri

    Studi tentang Rekayasa dan Vertifikasi Rigor menggunakan SDL dalam Perancangan Manajemen kegagalan Sistem

    Kunci kesuksesan sebuah sistem kontrol (Real-Time System) yang memiliki kompleksitas tinggi dan bermisi kritis adalah spesifikasi dan rancangan yang jelas dan menyeluruh. Hal ini dapat dipenuhi dengan cara menggunakan bahasa spesifikasi yang tegas dan tidak ambigu. SDL (Specification and Description Language) sebagai salah satu bahasa formal spesifikasi memberikan solusi lebih dibandingkan bahasa spesifikasi yang lain.

    Traffic Management and Information Systems (TMIS) adalah salah satu contoh sistem bermisi kritis yang harus memiliki kehandalan yang tinggi. Pengontrolan komponen-komponen sistem TMIS yang terdistribusi memiliki kesulitan tersendiri. Pemusatan manajemen sistem dapat dilakukan agar komponen sistem terkoordinir dengan baik serta kegagalan fungsi komponen dapat terpantau sehingga antisipasi dan tindakan penanganan dapat dilakukan secepat-cepatnya.

    Tugas akhir ini bertujuan merancang serta melakukan verifikasi dan validasi suatu model sistem TMIS. Fokus pemodelan terletak pada aspek manajemen kegagalan yang dimiliki sistem. Model sistem akan dibuat menggunakan SDL. Manajemen kegagalan komponen akan ditangani secara hirarkis. Kegagalan komponen sedapat mungkin diatasi pada tingkatan komponen (subkomponen) terendah yang mampu mengatasi kegagalan tersebut. Jika kegagalan tak dapat diatasi maka status komponen akan dilaporkan ketingkatan diatasnya, begitu seterusnya.

    Deskripsi perilaku komunikasi dalam sistem akan dibuat menggunakan MSC (Message Sequence Charts). Sejumlah skenario pertukaran sinyal yang menjelaskan kasus kegunaan sistem pada saat tertentu akan dideskripsikan berdasarkan spesifikasi kebutuhan (requirement specification). Pada prinsipnya deskripsi ini disesuaikan dengan spesifikasi sistem yang telah/akan dibuat menggunakan SDL.

    Saat model (SDL dan MSC) telah dibuat (segabian atau seluruhnya), akan dilakukan verifikasi dan validasi model. Verifikasi bertujuan menguji apakah model sistem telah dibuat dengan benar terlepas dari layanan yang seharusnya ia berikan. Validasi ini bertujuan menguji apakah model sistem berperilaku sesuai dengan apa yang diharapkan (spesifikasi kebutuhan). Kedua proses ini memanfaatkan model dalam SDL dan MSC. Proses simulasi (verifikasi dan validasi) menggunakan alat bantu simulator ObjectGEODE.

    Dalam Tugas Akhir ini permodelan sistem dibatasi hingga tingkai rancangan struktur. Sementara itu untuk pemodelan perilaku sistem, sebagai tinjauan kasus akan diberikan contoh perilaku subsistem manajemen kegagalan dalam menangani kegagalan komponen. Aspek penanganan yang disoroti bersifat generik, yaitu penanganan yang sifatnya tidak bergantung pada cara kerja spesifik masing-masing komponen yang dikontrol.

    Pustaka

    [ALH+93]	Algayres, B., Lejeune, Y., Hugonnet, F., Hantz, F. The AVALON
    		Project: A VALdatiON Environment For SDL/MSC Descriptions.
    		Darmstadt: 6th SDL Forum, 1993.
    
    [ALH]		Algayres, B., Lejeune, Y., Hugonnet, F. GOAL: Observing SDL
    		behaviors with GEODE. Verilog SA.
    
    [BBC+96]	Bjorner,N., Browne,A., Chang,E., Colon,M., Kapur,A., Manna,Z.,
    		Sipma,H.B. Uribe, T. E. STEP: Deductive-Algorithmic 
    		Verification of Reactive and Real-Time Systems. Lecture Notes 
    		in Computer Science, Springer-Verlag, 1996.
    
    [BH93]		Braek,R., Haugen,O. SDL: Engineering Real Time Systems. 
    		Prentice Hall, 1993.
    
    [BBH+96]	Budiardjo, E., Hambartini, H., Hertono, G., Junus, M., 
    		Kusumoputro, B., Margono, I., Moningka, J., Mouse, F., Nazief,B
    		Prasetya, W. Towards the Development of Computer Supported 
    		Control & Management Systems for Highways. Computer Science
    		Centre University of Indonesia, 1996.
    
    [BHS91]		Belina, F., Hogrefe, D., Sarma, A. SDL with Applications from
    		Protocol Specification. Hertfordshire: Carl Hanser Verlag and
    		Prentice Hall International, 1991.
    
    [BM93]		Barborak, M., Malek, D. The Consensus Problem in Fault-
    		Tolerant Computing. ACM Computing Surveys, 25(2):171-220, 1993.
    
    [CES86]		Clarke, E.M., Emerson, E.A., Sistla, A.P Automatic Verification
    		of Finite-State Concurrent System Using Temporal Logic
    		Specification. ACM Trans. on Prog. Lang. and Sys, 2:224-263, 
    		1986.
    
    [Cri93]		Cristian, F. Automatic Reconfiguration in the Presence of
    		Failures. Software Engineering Journal, IEE and British 
    		Computer Society, pp. 53-60, 1993.
    
    [Cri94]		Cristian, F. Abstraction for Fault-Tolerance. Hamburg: Invited 
    		paper in 13th IFIP World Computer Congress, 1994.
    
    [Dij74]		Djikstra, E. W. Self-Stabilizing Systems in Spite of 
    		distributed Control. Commun. ACM 17:643-644, 1974.
    
    [FaerOls]	Faergemand, O., Olsen, A. New Fetures in SDL-92. H0rsholm: TFL,
    		Telecommunications Research Laboratory.
    
    [Han]		Hanshin Expressway Public Corporation. For Safe and Comfortable
    		Driving: Traffic Control System. Hanshin Expressway Public
    		Corporation.
    
    [Hog96]		Hogrefe, D. Validation of SDL systems. Computer Networks and
    		ISDN Systems 28:1659-1667, 1996.
    
    [ITUa]		ITU-T. Recommendation Z.100-Annex F.I. ITU.
    
    [ITUb]		ITU-T. Recommendation Z.100-Annex F.2. ITU.
    
    [ITUc]		ITU-T. Recommendation Z.100-Annex F.3. ITU.
    
    [LFH92]		Logrippo, L., Faci, M., Haj-Hussein, M. An Introduction to
    		LOTOS: Learning by Examples. Corrected version of the paper
    		appeared in Computer Networks and ISDN Systems, 23:325-342, 1992
    
    [LSP82]		Lamport, L., Shostak, R., Pease, M. The Byzantine Generals 
    		Problem. ACM Trans. Program. Lang. Syst. 4 (3):382-401, 1982.
    
    [Las96]		Intelligent Highways Soothe Headaches Of Car Travel. Laser
    		Focus World pp.109-113, June 1996.
    
    [MAB+94]	Manna, Z., Anuchitanukul, A., Bj0ner, N., Browne, A., Chang, 
    		E., Colon, M., de Alfaro, L., Devarajan, H., Sipma, H., 
    		Uribe, T. STEP: the Stanford Temporal Prover. Stanford: 
    		Department of Computer Science Stanford University, 1994.
    
    [MR96]		Mauw, S., Reniers, M. A. High-Level Message Sequence Charts.
    		Eindhoven University of Technology, 1996.
    
    [McM92]		McMillan, K.L. The SMV system DRAFT. Carnegie-Mellon 
    		University, 1992.
    
    [Pou92]		Pountain, D. RAD for Real-Time Apps. BYTE, pp.13-20, May 1996.
    
    [Pre92]		Pressman, R. S. Software Engineering A Practitiioner's 
    		Approach. 3rd ed. McGraw-Hill, 1992.
    
    [RAB96]  	Regnell, B., Andersson, M., Bergstrand, J. A Hierarchical Use
    		Case Model with Graphical Representation. In Proceedings of 
    		ECBS'96, IEEE International Symposium and Workshop on
    		Engeneering pf Computer-Based System. IEEE, 1996.
    
    [RBP+91]	Rumbaugh, J., Blaha, M., Premerlani, W., Eddy, F., Lorensen,W.
    		Object-Oriented Modeling and Design. pp. 21-83. Englewood
    		Cliffs: Prentice Hall, 1992.
    
    [RGG96a]	Rudolph, E., Grabowski, J., Graubmann, P. Tutorial on
    		Message Sequence Charts.
    
    [RGG96b]	Rudolph, E., Grabowski, J., Graubmann, P. Tutorial on Message
    		Sequence Charts (MCSC'96). Kaiserslautern: Tutorial of the
    		FORTE/PSTV'96 conference, 1996.
    
    [Rai92]		The RAISE Language Group. The RAISE Specification Language. 
    		Hertfordshire: PrenticeHall International, 1992.
    
    [Sch93]		Schneider, M. Self-Stabilization. ACM Computing Surveys, 25(1)
    		:45-67, 1993.
    
    [Ver96a]	Verilog. ObjectGEODE SDL Editor-User's Guide. Paris: Verilog SA
    		1996.
    
    [Ver96b]	Verilog. ObjectGEODE MSC Editor-User's GUIDE. Paris, Verilog SA,
    		1996.
    
    [Ver96c]	Verilog. ObjectGEODE Method Guidelines. Paris, Verilog SA, 1996.		
    [Ver96d]	Verilog. ObjectGEODE SDL Simulator-Getting Started. Paris:
    		Verilog SA, 1996.
    
    [Ver96e]	Verilog. ObjectGEODE SDL Simulator-Reference Manual. Paris:
    		Verilog SA, 1996.
    

  16. Dwi Purnamasari

    Implementasi hidden markov model dalam sistem pengenal kata.

    Selain mouse dan keyboard, ada alternatif lain untuk memberikan perintah komputer, yaitu dengan menggunakan suara. Sistem komputer yang memetakan sinyal suara manusia ke dalam bentuk tulisan disebut sistem pengenal kata. Sistem pengenal kata yang akan dibangun adalah sistem pengenal kata yang mengimplementasikan metode Hidden Markov Model. Hidden Markov Model (HMM) adalah metode pembelajaran statistik yang banyak digunakan dalam aplikasi pengenalan suara. Secara definisi, HMM adalah rantai yang memiliki himpunan probabilitas transisi state, himpunan probabilitas distribusi state, dan himpunan sate awal. HMM memiliki karakteristik yang memungkinkan adanya penelusuran fonem, sehingga sistem dapat mengenali kata berdasarkan konteksnya. Penelusuran fonem tersebut dilakukan dengan menyimpan state-state gelombang suara. Ujicoba dilakukan pada penelitian ini, tidak memberikan rasio pengenalan yang memuaskan. Rasio tertinggi yang dapat dicapai prototipe adalah 78.75

  17. Mario Benedictto

    Pemanfaaatan applet java pada prototipe komponen kendali multisources client server information retrieval (MCSIR)

    Sejalan dengan penggunaan internet yang semakin luas, maka pengembangan program aplikasii yang ada sekarang ini semakin diarahkan pada pengembangan program aplikasi berbasis web. Seperti layaknya sebuah aplikasi, aplikasi berbasis web ini juga membutuhkan komponen kendali yang memadai. Dalam tugas akhir ini dilakukan analisis kebutuhan dan fasilitas komponen kendali yang dalam hal ini adalah komponen kendali menu terhadap aplikasi berbasiis web, yang disertaii pula dengan pembuattan prototipe awal dari komponen kendali menu tersebut. Komponen kendali menu ini memanfaatkan Applet dan Aplikasi Java. Prototipe komponen kendali menu ini dibuat seumum mungkin agar dapat digunakan oleh aplikasi berbasis web lainya. Komponen kendali menu yang dikembangkan dalam tugas akhir ini merupakan bagian dari prototipe Multisources Client Server Information Retrieval (MCSIR) dan aplikasi Sistem Informasi Pimpinan Universitas (SIPINTAS). Komponen kendali menu ini juga merupakan sarana pengembangan Embedded Performance Evaluation of EIS(EPEE) dan EIIS disini berarti Executive Information System. Aplikasi SIPINTAS yang akan diuji-cobakan dalah aplikasi Mahasiswa tidak tepat Waktu (MTTW). Aplikasi ini diterapkan dalam bentuk page HTML dan data yang diperoleh berasal dari pelayan basis data sybase.

  18. Haryanto Widjaja

    Fusi citra dengan transformasi wavelet

    Wavelet merupakan sejenis fungsi yang dapat digunakan sebagai basis representasi fungsi lain. Fungsi bassis wavelet diturunkan dari sebuah scaling function. Dari fungsi ini, diturunkan satu wavelet induk. Semua fungsi wavelet lain dapat diturunkan dari wavelet induk dengan cara dilast dan translasi Transformasi wavelet merupakan proses proyeksi sebuah fungsi terhadap basis fungsi wavelet. Untuk melakukan fusi dua citra, pertama-tama transformasi wavelet kedua citra dicari. Kemudian dipilih oefisien wavelet yang mengandung informasi yang lebih penting atau ayng diinginkan. Lalu, citra fusi dibentuk dengan melakukan transformsi wavelet invers. Pada tugas akhir ini, dikembangkan suatu aplikasi perangkat lunak dengan menggunakan bahasa Java untuk mengimplementasikan fusi citra dengan transformsi wavelet. Perangkat lunak ini dapat menjadi landasan uji coba untuk mengamattii sifat-sifat citra dengan transformasi wavelet. Uji coba yang dilakukan menunjukkan bahwa fusi citra dengan transformasi wavelet memberikan hasil yang cukup memuaskan, baik dari segii kenierja maupun mutu visual citra.

  19. M. Arief Sofyandi

    Alat bantu kolaborasi dalam prmrograman berorientasi obyek

    Kegiatan pengembangan perangkat lunak dalam skala besar memerlukan suatu alat bantu yang dapat menghubungkan setiap pemrogram dalam suatu tim ke dalam suatu jaringan kerja (network). Waktu yang diperlukan dalam mengkoordinasikan setiap anggota harus singkat. Selam ini koordinasi diantar anggotta tim banyak membutuhkan waktu, karena komunikasi antara anggota tim kurang efisien. Berangkat darihal diatas, dikembangkan suatu alat bantu yang mendukung koordinasi antar anggottat tim dengan menggunakan teknologi client-server. Alat bantu tersebut menyediakan suatu tempat diserver untuk menyimpan berkas-berkas proyek beserta rancangannya. Berkas-berkas proyek tersebut merupakan rancangan dan berkas-berkas yang dibuat oleh pemograman yang berada di sisi client. Pemrogram membuat berkas-berkas tersebut berdasarkan rancangan yang berada di server. Alat bantu yang dikembangkan membentuk sistem interaksi antar pemrogram yang terjaring dalam suatu jaringa kerja (network) dalam rangka kegiatannya membuat suatu perangkat lunak. Alat bantu tersebut selain mendukung koordinasi diantara pemrogram juga menjaga kosistensi antara tahap perancangan dan tahap implementasi. Alat bantu tersebut digunakan pada tahap implementasi yang menggunakan metodologi berorientasi obyek. Pengembangan alat bantu dalam penelitian ini dilakukan dengan mempergunakan metodologi berorientsi obyek.

  20. Haemiwan Z. Fathony

    Mekanisme software metering dengan teknologi objek tersebar

    Suatu perangkat lunak komputer dapat terdiri dari bagian-bagian (komponen-komponen) yang memiliki nilai komersial atau bisnis yang berbeda-beda. Tugas akhir ini akan menunjukkan sautu mekanisme yang memungkinkan pengukuran dan pengenaan biaya atas penggunaan komponen-komponen komersial pada suatu perangkat lunak, yang disebut mekasnisme software metering Mekanisme tersebut merupakan perluasan dari mekanisme pengawasan penggunaan perangkat lunak untuk keperluan penjaan linsensi kepemilikan. Jika komponen tersebut dipandang sebagai objek dalam terminologi berorientasi objek, mekanisme tersebut dilakukan dengan mengawasi dan mengukur penggunaan suatu objek dalam yang memiliki nilai komersial tertentu. Teknologi objek-objek tersebar memiliki potensi untuk berperan dalam menjaga komponen-komponen dari pembajakan dan mendorong kolaborasi multi pihak dalam pembangunan aplikasi komersial. Mekanisme dan teknilogi tersebut berpotensi untuk diterapkan dalam aplikasi-aplikasi berbasis Internet. Aplikasi Web dengan dukungan teknologi Internet/Intranet dan penggunaan bahasa pemrograman Java, mengisyaratkan potensi pemanfaatan mekanisme tersebut dalam kolaborasi raksasa dengan memanfaatkan jaringan publik. Tugas akhir ini menunjukkan bagaimana mekanisme software metering dengan objek tersebar dapat menjadi mekasnisme dan teknologi yang memungkinkan pengembangan piranti lunak yang dapat diukur penggunaanya berdasarkan kadar penggunaan objek-objek dengan nilai komersial tertentu. Piranti lunak tersebut berpotensi untuk melibatkan banyak pihak dalam menyediakan kemampuannya untuk melayani penggunanya .....

  21. Ambara Febri Horasi

    Rancangan kamus kata untuk pemeriksa ejaan elektronis

    Salah satu komponen terpenting dalam pemeriksa ejaan elektronis adalah kamus kata. Dua isu yang berpengaruh dalam perancangan kamus katat untuk pemeriksa ejaan adalah masalah waktu pencarian kata dan ruang memori digunakan oleh kamus tersebut. Tugas akhir ini merekomendasikan sattu dari tiga pilihan model kamus yang diteliti untuk dijadikan kamus kata untuk pemeriksa ejaan. Ketiga model kamus tersebut adalah model hibrida antara hash dengan pohon pencari biner, model trie dengan strategi penyimpanan simpul, dan model trie dengan strategi penyimpanan penghubung. Dari hasil uji coba dapat disimpulkan bahwa model trie dengan strategi penyimpanan penghubung merupakan model terbaik, dengan waktu pencarian kata dua kali lebih cepat dan ruang memori yang dua setengah kali lebih kecil dibandingkan dengan model hash. Selain itu, kamus yang dihasilkan model trie dengan strategi penyimpanan penghubung juga dua kali lebih kecil dan waktu pencarian kata satu setengah kali lebih cepat dibandingkan dengan model trie dengan strategi penyimpanan simpul. Hal ini membuat model trie dengan strategi penyimpanan penghubung menjadi model terbaik dan direkomendasikan sebagai struktur data bagi kamus kata untuk pemeriksa ejaan elektronis.

  22. A.A.P.Aryadipa Yudhana

    Perangkat lunak alat bantu pembuatan on-line help windows

    Pembuatan On-Line pada sistem operasi windows dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan perangkat lunak pengolah kata yang memiliki kemampuan menghasilkan berkas Rich Text Format (RTF) dan ASCII serta mempelajari aturan-aturan(coding) yang telah ditetapkan oleh Microsoft Help Compiler. Sedangkan perancangan penyajian topik-topik dalam berkas on-line help merupakan pengetahuan tersendiri yang didapat dari pedoman pembuatan on-line help yang baik, pengalaman dan survey lapangan. Tujuan pembuatan perangkat lunak alat bantu pembuatan on-line help windows adalah: 1. Mengotomatisasi aturan-aturan yang ditetapkanoleh Microsoft Help Compiler dan memberikan fasilitas tambahan untuk memudahkan proses pembuatan on-line help. 2. Melepas ketergantungan pada pengolah kata, karena dirasakan kurang tepat dengan tidak tersediannya fasilitas-fasilitas yang mengotomatisasi proses pembuatan on-le help. 3. Membimbing penulis help yang kurang berpengalaman dalam menyajikan topik-topik esensial berikut struktur, layout dan format komponen-komponennya dalam berkas on-line help sesuai dengan pedoman teori Interaksi Manusia-Komputer dan hasil survey berkas-berkas on-line help yang ada. Uji coba program sebagai evaluasi awal atau pendahuluan untuk mendapatkan gambaran kepuasan pemakai terhadap perangkat lunak alat bantu pembuattan on-line help dilakukan diakhir proses pembuatan perangkat lunak dengan cara memberikan daftar tugas-tugas yang dikerjakan subyek, yaitu penulis help yang memiliki latar belakang pengetahuan komputer. Uji coba ini bersifat kualitatif yang difokuskan pada kelengkapan fasilitas dan kemudahan pemakaian. ....

  23. Adhimas Setianegara

    Penayangan citra multiresolusi pada world wide web dengan transformasi wavelet

    Dengan menggunakan analisa multiresolusi dan transformasi wavelet, kita dapat mendekomposisi citra ke dalam berbagai skala. Citra dalam skala yang besar (kasar) dapat direpresentasikan dengan koefisien-koefisien wavelet yang sedikit, sedangkan citra dalam skala yang lebih kebil (halus) direpresentaikan dengan koefisien-koefisien wavelet yang lebih banyak. Dengan mengeksploitasi sifat tersebut, kita dapat memperbaiki proses penayangan citra pada worl wide web browser dengan menayangkan seluruh citra dengan cepat secara bertahap dari skala yang terbesar hingga skala yang terkecil (citra mula-mula tampak kabur, kemudian berangsur-angsur mengaji jelas). Tugas akhir ini mengimplementasikan ide tersebut dalam dua aplikasi, yaitu aplikasi konverter citra dan aplikasi penayang citra. Aplikasi konverter citra mendekomposisi citra ke dalam berbagai skala, lalu menyimpannya dalam satu berkas, sedangkan aplikasi penayang citra merupakan program tambahan (plug-in) pada world wide web browser Netscape Navigator(atau yang kompatibel) yang akan membaca berkas hasil dekomposisi tersebut untuk direkonstruksi kembali dan ditayangkan secara bertahap pada jendela browser. Penayangan citra secara bertahap ini bertujuan agar penayangan itu terkesat lebih responsif. Ujicoba yang dilakukan menunjukkan bahwa penayangan citra dengan transformasi wavelet dapat menjadi alternatif yang baik untuk penayangan citra secara bertahap.

  24. Wibiksono Ariesusetyo

    Implementasi algoritme pelacakan string dengan toleransi kesalahan pada modul pengoreksi ejaan Bahasa Indonesia

    Pemeriksa ejaan yang sudah tersedia dalam perangkat lunak pengolah kata komersial yang beredar dipasar, tidak dirancang untuk memeriksa ejaan pada dokumen berbahasa Indonesia. Pemeriksa ejaan dapat digunakan untuk memeriksa kebenaran ejaan pada sebuah dokumen serta memberikan usulan kata-kata untuk yang salah ejaannya. Dalam tugas akhir ini dibuat sebuah modul mengoreksi ejaan dengan mengimplementasikan algoritme palacakan string dengan toleransi kesalahan yang dikembangkan oleh Wu dan Manber (WUS92). Jenis kesalahan yang ditangani adalah penyisipan satu karakter, penghapusan satu karakter, penggantian satu karakter, dan pertukaran antar dua karakter. Modul mengoreksi ejaan ini merupakan bagian dari sebuah perangkat lunak pemeriksa ejaan Bahasa Indonesia, yang mengimplementasikan dalam bahasa pemrograman C++ dengan kompilator Microsoft Visual C++ versi 42, dalam lingkungan sistem operasi Windows 95. Modul pengoreksi ejaan ini menyajikan daftar kata-kata yang diusulkan sebagai korelasi atas kata-kata yang dianggap salah ejaanya, dengan kinerja cukup baik.

  25. Andi Santosa

    Pembuatan aplikasi alur tugas berbasis intranet: studi kasus Prototipe Aplikasi Registrasi Domain Internet Indonesia (PARDI)

    Pesatnya perkembangan internet di Indonesia menimbulkan permintaan akan domain internet dari organisasi-organisasi Indonesia yang berkeinginan untuk mempunyai domain sendiri. Saat ini karena jaringan internet sudah berskala global, kewenangan pemberian domain internet dilakukan berdasarkan jurisdiksi organisasional atau negara. Untuk Indonesia, organisasi yang berwenang dalam memberikan dan mendelegasikan domain akan disebut sebagai Pengelola Domain Internet Indonesia. Dalam melaksanakan proses registerasi domain, pengelola berencana membuat aplikasi yang menggunakan pendekatan otomasi alur tugas (workflow), yang akan diimplementasikan di atas basis internet. Dari studi kasus pembuatan program prototipe, dapat disimpulkan bahwa proses registerasi domain merupakan proses yang sesuai jika dilaksanakan oleh kelompok kerja yang terdiri atas anggota-anggota dengan klasifikasi kemampuan dan otoritas yang berbeda

  26. Nurul Ainayah

    Sistem temu kembali informasi: Penghitungan asosiasi istilah dengan jaringan saraf.

    Masalah utama dalam pengaksesan kembali onformasi adalah, apakah suatu inforamsi, dalm hal ini dokumen yang akn diakses, sesuai atau tidak dengan keinginan pemakai. Sesuai atau tidaknya dokumen dengan kueri pemakai dilihat dari seberapa kuat hubungan antara istilah yang ada pada dokumen dan istilah yang ada pada kueri. Proses penentuan kesesuaian antara dokumen masukan, yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja sistem temu kembali informasi (Magdalena,1996) Proses berikutnya adalah menghitung frekuensi kemunculan semua istilah indeks pada dokumen masukan dan kueri, yang selanjutnya digunakan untuk membuat Matriks Istilah dan Dokumen-Kueri (MIDK). Untuk membuat daftar hubungan "lebih suka" (preferencerelation antara tiap dua dokumen pada tiap kueri, MIDK diubah menjadi MDKI (Matriks Dokumen-Kueri dan istilah). Daftar hubungan "lebih suka" inilah yang kemudian digunakan untuk membuat matriks asosiasi istilah. Matriks asosiasi istilah adalah matriks yang berisi informasi tentang seberapa kuat hubungan istilah-istilah yang ada pada dokumen kueri. Peringkat dokumen untuk menentukan mana dokumen yang palinga relevan, relevan, dan paling tidak relevan dihitung dengan menggunakan matriks asosiasi yang telah didapat. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan penelusuran dokumen secara otomatis terhadap kueri yang diberikan pemakai dengan pemodelan jaringan saraf

  27. Sjaiful Bahri

    Implementasi algoritme genetika pada sistem pengoreksi ejaan

    Algoritme genetika adalah sebuah model pembelajaran mesin (machine learning) yang digunakan secara iteratif untuk menilai kecocokan solusi pada permasalahan yang akan dipecahkan pada proyek tugas akhir ini, algoritme genetika digunakan sebagai algoritme alternatif untuk mengoreksi ejaan (spelling correction). Penerapan algoritme genetika untuk pengoreksi ejaan didasarkan pada kemampuan analisa dan penerapan model evaluasi untuk mengganti kata yang salah menjadi kata yang benar. Hasil uji coba proyek tugas akhir ini cukup menggambarkan bahwa algoritme genetika dapat dipakai untuk metode pemecahan masalah berbantuan komputer padda pengoreksi ejaan. Salah satu uji coba menghasilkan nilai fungsi kecocokan dari setiap kata yang akan dimasukkan. Nilai fungsi kecocokan berkisar antara 0.906250 sampai dengan 0.968750, sedangkan kata yang dimasukkan mempunyai nilai fungsi kecocokan I. Dapat dibandingkan bahwa setiap kata yang diturunkan menggunakan algoritme genetika, menghasilkan nilai fungsi kecocokan mendekati nilai fungsi kecocokan kata masukan. Proyek tugas akhir ini dibangun diatas mesin berbasis PC berprosesor Intel-486 atau yang lebih tinggi, bersistem operasi DOS.

  28. Agus Yudhi

    Keterlibatan Akademik dalam satu semester melibatkan administrasi, mahasiswa, dan dosen. Keterlibatan pihak-pihak tersebut dimulai oleh mahasiswa dengan berkonsultasi ke dosen pembimbing akademis dan dosen pengajar bila perlu. Jumlah mata kuliah yang akan diambil oleh mahasiswa tergantung pada jadwal mata kuliah dan indeks prestasi semester sebelumnya. Kegiatan selanjutnya berupa penambahan mata kuliah, pembatalan mata kuliah, ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Selanjutnya pada akhir semester akan dikeluarkan Daftar Nilai Semester untuk setiap mahasiswa.

    Pembuatan sistem pendukung administrasi akademik dimaksudkan untuk mengatomasikan workflow dari kegiatan akademik yang saat ini masih bersifat manual. Selain itu pembuatan sistem pendukung administrasi akademik juga dimaksudkan agar dapat membantu pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan akademik. Pembuatan sistem pendukung administrasi akademik dengan menyempurnakan sistem registrasi akademik yang sudah ada, dan kemudian melakukan pengembangan hingga dihasilkannya daftar nilai semester mahasiswa. Sistem pendukung administrasi akademik ini dibuat dengan pendekatan teknologi groupware, dimana pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan akademik dapat melakukan komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi.

    Manfaat dari sistem pendukung administrasi akademik dapat dirasakan oleh mahasiswa dalam pengisian formulir Isian Rencana Studi, penambahan mata kuliah, dan pengurangan mata kuliah. Formulir-formulir tersebut dapat ditolak atau pun disetujui secara langsung oleh dosen maupun pembimbing akademis. Disamping itu dosen dapat melakukan penilaian terhadap peserta kuliahnya secara langsung. Sedangkan manfaat untuk bagian administrasi adalah mempersiapkan data-data untuk menunjang kegiatan perkuliahan dari awal hingga akhir semester.

    Pustaka

    [Ariy96]	Ariyanto, Aripin dan Haryanto Widjaya. Laporan Proyek
    		Kelompok: Pengembangan Protipe Registrasi Akademik Paperless
    		Depok: 1996.
    
    [Cole96]	Coleman, David Groupware: Collaborative Strategies for
    		Corporate LANs and Intranets http://www.collaborate.com, 1996.
    
    [Dem96]		Dennis, Aideen and Girwan Pandey. Groupware and Workflow for
    		Enterprise Integration 1996.
    
    [Elli92]	Ellis, C.A. et, al "Some Issues and Experiences" in Groupware:
    		Software For Computer-Supported Cooperative Work. David Marca
    		and Geoffrey Bock.
    		California: IEEE Computer Society Press, 1992.
    
    [Fran88]	Frank, Lars. Database Theory and Practice Privatbanken
    		Denmark: Addison-Wesley Publishing Company, 1988.
    
    [Khos96]	Khoshafian, Setrag, Buckiewics, Marek. Introduction to 
    		Groupware, workflow, and Workgroup Computing Singapore:
    		John Wiley & Sons, 1996.
    
    [Lotu95]	Lotus, Lotus Notes Release 4 Administrator Guide Cambridge:
    		Lotus Development Corporation, 1995.
    
    [Lotu95]	Lotus. Lotus Notes Release 4: Programmer's Guide Part1
    		Cambridge: Lotus Development Corporation, 1995.
    
    [Lotus95]	Lotus. Lotus Notes Release 4: Programmer's Guide Part 2
    		Cambridge: Lotus Development Corporation, 1995.
    
    [Marc92]	Marca, David and Geoffrey Bock. Groupware: Software for
    		Computer-Supported Cooperative Work California:
    		IEEE Computer Society Press, 1992.
    
    [Orli95]	Orlikowski, Wanda J. Evolving with Notes: Organizational
    		Issues in Groupware Implementation Cambridge: Massachusetts
    		Institute of Technology, 1992.
    
    [Supp92]	Supported Work. "Communications of the ACM" 34(12)(Dec,1992)
    		:83-88.
    
    [Synd94]	Synder, Joel. "Mac Groupware: A Collaborative Effort. 
    		"Lanasia Magazine, August 1994, 34-43.
    
    [Tamu96]	Tamura, Randall A. et. al. Lotus Notes 4 Unleashed Indianapolis:		SAMS Publishing, 1996.
    

  29. Ian Aditya Agus

    Pemilihan strategi dan algoritme pemampatan data teks untuk kamus besar bahasa Indonesia elektronik

    Dalam implementasi komputerisasi Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) terdapat masalah kebutuhan penyimpanan disk yang relatif besar. Salah satu cara pemecahannya adalah menggunakan kompresi data. KBBI memiliki bentuk dan besar data yang sangat beragam untuk tiap entrinya. Oleh karena itu digunakan basis data tekstual yang mempunyai ciri khas variable-length field (panjang field yang bervariasi), yang cocok untuk karakteristik data KBBI. Untuk implementasi kompresi terhadap data KBBI dipilih 3 algoritme kompresi yaitu Huffman, Aritmetic, dan Lempel-Ziv 78. Namun kompresi data yang dilakukan perlu memperhatikan kebutuhan KBBI yaitu pencarian kembali hanya sebagian kecil data dan waktu akses yang harus cepat. Untuk itu juga dirancanga strategi-strategi kompresi terhadap data KBBI. Strategi I mengkompresi keseluruhan berkas data, strategi II membagi berkas data dalam blok-blok kecil yang besarnya sama, dan strategi III membagi berkas data sesuai data sesuai dengan banyaknya data tiap entri. Untuk mencari bagaimana kompresi data yang terbaik untuk KBBI, dilakukan uji coba dengan mengimplementasikan algoritme-algoritme dan strategi-strategi kompresi diatas dan kemudian mengukur kinerjanya berupa rasio kompresi dan kecepatan eksekusinya. Dari pengukuran dan pengamatan terhadap ukuran kinerja semua kombinasi strategi dan algoritme dapat dipilih strategi dan algoritme pemampatan data teks untuk KBBI.

  30. Bambang Lestari

    XGroup+: media konferensi audio

    Telekonferensi digunakan sebagai media komunikasi berbasis komputer yang dapat diikuti oleh banyak orang dari berbagai tempat pada waktu yang bersamaan. XGroup adalah aplikasi telekonferensi yang dikembangkan sebagai sebuah hasil eksperimen yang bersifat open platform pada lingkungan UNIX dengan model klien-pelayan (client-server). Pada saat ini XGroup baru mendukung konferensi dalam bentuk teks (text-based conferencing). Saat ini XGroup mendukung konferensi video sedang dikembangkan. Pengembangan XGroup dengan menambahkan fasilitas konferensi dalam bentuk audio (audio conference) dilakukan untuk menjadikan XGroup sebagai sebuah media konferensi yang lebih lengkap. Penambahan fasilitas untuk konferensi audio pada Xgroup dilakukan dengan tetap mengikuti alur pemrograman yang berorientasi obyek dengan model klien-pelayan pada lingkungan UNIX. Penambahan fasilitas konferensi audio pada XGroup dilengkapi dengan kemampuan untuk menjaga mutu layanan selama komunikasi berlangsung. Kompresi data dan mengatur jumlah sampel yang diabaikan/dikirim pada tiap tingkat komunikasi (communication level digunakan dalam menjaga quality of service. Uji coba dari quality of service ditampilkan dengan menunjukkan kecepatan dari kompresi/dekompresi dan perubahan tiap tingkat komunikasi.

  31. Ratna Juanita

    Implementasi video konferensi pada xgroup

    Online group meeting (kelompok pertemuan secara online, menggunakan jaringan komputer) merupakan alat bantu yang mendukung pertemuan atau konferensi tanpa pesertanya harus berada pada tempat yang sama. Adanya kelompok pertemuan secara online mengurangi biaya perjalanan, waktu perjalanan dan hal-hal lainnya. XGroup, merupakan suatu aplikasi yang tujuannya mendukung diadakannya suatu kelompok pertemuan secara online. Tugas akhir ini berusaha melengkapi perangkat XGroup yang telah dibangun dengan membuat fasilitas untuk melakukan konferensi dengan prnggunaan video. Penelitian dilakukan untuk mengoptimasi pengiriman video dan menapilkan dilayar peserta konferensi lainnya yang menginginkan video dan menampilkannya di layar peserta konferensi lainnya yang menginginkan video tersebut ditampilkan, serta mengatur pengiriman agar tidak terjadi delay yang menggganggu. Penambahan video pada XGroup semakin memudahkan peserta konferensi untuk berinteraksi. Peserta konferensi dapat melihat ekspresi wajah dan gerak tubuh peserta lainnya melalui video yang ditampilkan pada layar komputernya. Untuk pengembangan selanjutnnya gambar video yang dikirim dapat ditambahkan dengan data audio.

  32. Yovi Andri

    Teknik learning scheme berdasarkan model P-norm pada sistem temu kembali informasi

    Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Sistem Temu-kembali Informasi dengan menggunakan teknik Learning Scheme yang berdasarkan model p-norm. Sistem Temu-kembali Informasi yang dikembangkan dalam penelitian ini, pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua bagian: Bagian Pertama yaitu proses indexing yang terdiri dari: (1) proses parsing,(2) proses buang kata buangan(stoplist), (3) proses stemming kata. Bagian kedua adalah temu-kembali yang merupakan learning scheme, yang terdiri dari: (1) proses Extended Boolean dengan model P-norm, (2) proes peringkat dokumen yang memanfaatkan nilai relevance link.(3) proses learning yaitu proses pembelajaran terhadap hasil query yang didapt sebelumnya untuk mengahsilkan nilai relevance link(nilai relasi dua dokumen) yang dimanfaatkan pada hasil query berikutnya. Uji coba darisistem ini dilakukan pada kumpulan dokumen abstrak skripsi dan tesis mahasiswa FASILKOM UI dan kumpulan dokumen abastrak LP-UI (laporan penelitian). Sedangkan sistem pembandingan adalah sistem temu kembali yang dikembangkan oleh Fitriyanti (1997), dan sistem smart 11.2 yang dikembangkan oleh salton. Temuan dari penelitian inia adalah memberikan fasilitas kepada pemakai untuk mengontrol dokumen-dokumen yang diinginkan, serta dapat membedakan dokumen-dokumen yang mengandung seluruh istilah, mengandung sebagian istilah, atau hanya mengandung satu dari istilah yang ada pada query. Hasil penelitian ini juga dapat menemukan dokumen-dokumen yang tidak dapat ditemukan oleh sistem temu-kembali yang dikembangkan Fitriyanti (1997), dan jika dibandingkan dengan sistem smart 11.2 terhadap sebuah query, ....

  33. Anung Barlianto

    Jaringan syaraf tirual hofield dalam sistem temu kembali infomrasi

    Sistem temu kembali informasi yang bersifat tradisional teknik inverted index dan Boolean query. Teknik semacam ini seringkali tidak dapat memenuhi keinginan pengguna sistem temu kembali informasi yang ingin memperoleh dokumen yang sesuai dengan istilah (term) yang diketahui oleh pengguna. Hal ini disebabkan karena adanya kehilangan informasi pada saat suatu dokumen dirpresentasikan oleh beberapa istilah. Sementara itu, operator Boolean yang dipakai, belum mampu mengkonstruksi kembali "konsep" yang diinginkan oleh pemakai. Tujuan penelitian tugas akhir ini adalah mengkaji penerapan metode jaringan syaraf tiruan dengan arsitektur Hopfield pada bidang temu-kembali informasi. Jaringan yang dibangun merupakan jaringan istilah, dengan hubungan antara dua istilah adalah perbandingan antara jumlah dokumen yang memuat istilah bersama-sama dengan jumlah dokumen yang memuat masing-masing istilah. Sistem ini kemudian dibandingkan dengan sistem tradisional, yaitu sistem SMART yang dikembangkan oleh Gerard Salton (SAL89). Dengan memanfaatkan sifat relaksi paralel dari jaringan syarat tiruan Hopfield, pemakai bisa mendapatkan beberapa istilah yang berhubungan dengan istilah yang dimasukkan sebagai kueri. Hasil yang didapatkan dari pengamatan menunjukkan penggunaan jaringan syaraf tiruan Hopfield dapat memeperluas atau mempersempit jumlah istilah yang teraktivasi dengan jalan mengubah nilai ambang yang digunakan. Penelitian lebih lanjut dilakukan untuk melihat sifat hubungan selain antar istilah, misalnya hubungan antar dokumen, pengarang dan bibliografi.

  34. H.M. Alvon Sibarani

    Alternatif peningkatan kemampuan pemeriksa ejaan bahasa Indonesia

    Tidak setiap kata dasar dalam Bahasa Indonesia dapat dipasangkan dengan sembarang imbuhan/afiks, karena akan menghasilkan kata tapa makna. Kata "yaiui" merupakan satu contoh kata tanpa makna. Sebuah pemeriksa ejaan Bahasa Indonesia elektronis, disamping mampu menggali kata salah eja dan kata yang tereja secara benar, juga harus mampu menyisihkan kata-kata tanpa makna seperti diatas. Tugas akhir ini mengajukan suatu alternatif peningkatan kemampuan bagi pemeriksa ejaan Bahasa Indonesia, sehingga mampu menyisihkan kata-kata tanpa makna. Peningkatan kemampuan dilakukan dengan memperbaiki modul kamus, yang selain menyimpan kata dasar juga menyimpan afiks bentuk turunannya. Penyimpanan afiks bentuk turunan diterapkan dengan tiga cara, yaitu: menyimpan pasangan afiks-sufiks, menyimpan kode afiks dan menyimpan kode afiks yang dimampatkan dengan menggunakan kode Huffman. Dari implementasi dan uji coba terhadap kamus dengan ketiga cara penyimpanan afiks bentuk turunan, penyimpanan kode afiks akan menghasilkan kamus dengan waktu pencarian kata yang tercepat, walaupun ukuran kamus yang dibentuk bukan yang paling minimum, Cara tersebut kemudian dijadikan usulan untuk memperbiki modul kamus.

  35. Ananta Dwi Budhitama

    Implementasi local search engine pada sistem temu-kembali informasi

    Tugas akhir ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem temu-kembali (informasion retrieval system) dalam bentuk hiperteks, yang dikenal sebagai local search engine. Implementasi dilakukan dengan memodifikasi sistem temu-kembali yang sudah ada, penambahan fasilitas author searching dan partial searching, serta pembuatan program CGI(Comman Gateway Interface). Penelitian ini memanfaatkan beberapa hasil penelitian sebelumnya antara lain: Fitriyanti(1997), Magdalena(1996), Nugroho(1996), dan Nazief(1996). Penggunaan hiperteks memberikan kemudahan dan fleksiblitas bagi user dalam navigasi sistem temu kembali. Bentuk hiperteks dapat diakses melalui protokol (HTTP(HyperText Transfer Protocol) sehingga sistem temu-kembali dapat diakses melalui browser yang terhubung dalam jaringan komputer ataupun internet. Melalui internet, sistem temu-kembali dapat dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan tanpa kendala ruang dan waktu. Uji coba dilakukan dengan menggunakan kumpulan abstrak penelitian Fasilkom UI dan kumpulan abstrak LPUI. Hasil implementasi diletakkan pada mesin SunSite dan dapat diakses pada alamat URL http://sunsite.ui.ac.id/SunSITE/temu/temu.htm. Hasil akhir Tugas Akhir ini adalah sebuah local search engine yang dapat dipergunakan untuk mencari dokumen berdasarkan query dari user. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah:(1) pemanfaatan jaringan komputer terutama internet sebagai media penghubung dapat memberikan akses kepada lebih bayak user untuk menfaatkan sistem temu-kembali, (2) sistem temu-kembali dalam bentuk hiperteks memudahkan navigasi user dalam usaha pencarian suatu dokumen, (3) pemanfaatan fasilitas ....

<<<PREV | ^^TOP^^
[LOCAL LOGO 1] Copyright © 1997-2004 vLSM.org . Provided AS-IS with no LIABILITY. Permission is granted to copy, distribute, and/or modify this webpage provided this notice is preserved. MIRRORS of this site: PadiNET - Fusilkom-UI. File revision: 9.4 2003/04/07 -- E-CONTACT. Special thanks for this webspace provider. [LOCAL LOGO 2]