[LOCAL LOGO 1] FUSILKOM: FakUltaS ILmu KOMputer
Universitas Indonesia
[LOCAL LOGO 2]
WHAT's NEW | HOME | vv BOTTOM vv | NEXT>>>

Daftar Abstrak Tugas Akhir/Proyek Mahasiswa S1
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia - Tahun 1993

(http://vlsm.org/fusilkom-ui/)

  1. Sutara

    Aplikasi interpolan pada kesalahan lokal solusi persolan syarat awal persamaan diferensial biasa

    Software standar persoalan syarat awal secara tidak langsung mengontrol kesalahan global suatu integrasi dengan mengestimasi dan membatasi kesalahan lokal pd setiap langkah. Meskipun teknik ini terbutik efisien, ada kelemahan-kelemahan pada hubungan antara keakuran yg diperoleh dg toleransi yg ditetapkan yaitu ketergantungan terhadap masalah. Akan ditunjukkan bahwa untuk kelas metode non-stiff yg didasarkan pada formula RK yg berhubungan dg interpolan, suatu pendekattan alternatif untuk control kesalahan mempunyai keuntungan yang berarti. Pendekatan baru ini didasarkan segala langsung pd estimasi dan usaha pembatasan defect yg dibentuk oleh interpolan pada setiap langkah integrasi. Dengan pendekatan seperti ini keterhubungan antara akurasi yg diperoleh dan toleransi yang ditetapkan menjadi hampir bebas masalah.

  2. Widjiantoro

    Sistem pengembangan pesan elektronis di Unix dengan teknik kriptografi

    Pesan elektronis (EMAIL-Electronic Mail) pd jaringan komputer berbasis UNIX, memiliki beberapa keuntungan misalnya cepat, mudah digunakan dan efisien. Tetapi dibalik segala keuntungan tsb. terdpt. masalah keamanan yg kritis yg sering terlupakan. Pesan elektronis dpt dg mudah dibaca oleh pemakai lain yang berstatus super-user. Cara pencegahan yg diusulkan adalah dg membangun sistempengamanan yg dpt menjamin hanya orang yg ditujuhkan yg dpt membaca kandungan informasi dari pesan yg dikirim untuknya. Teknik penyandian tradisional, kriptografi, dg algoritma asismetris digunakan untuk mencegah masalah tsb. Algoritma asimetris ini menggunakan kunci publik dan kunci pribadi. Kedua kunci ini dihubungkan oleh suatu formula matematika (algoritma RSA), sehingga bila pesan dienkripsi berdasarkan kunci pribadi maka pesan tsb. hanya dpt didekripsi berdasarkan kunci publik yg dimilikinya. Demikian pula sebaliknya. Pengirim dan penerima masing2 memiliki kunci pribadi dan kunci publik.

  3. Rendi Wardhana

    Replikasi berkas pada sitem terdistribusi

    Salah satu segi kehandalan yg diperlukan di dalam sistem terdistribusi adalah replikasi berkas. Sebuah berkas yg direplikasi berarti memiliki beberapa replika berkas yg terletak di lokasi yg berbeda. Sifat yg harus dipelihara oleh replikasi adalah tetap dipandangnya replika-replika berkas oleh pemakai sebagai sebuah berkas tunggal (replication transparency). Tujuan replikasi berkas pd sisem terdistribusi adalah untuk meningkatkan unjuk kerja dan ketersediaan (availability) sistem. Unjuk kerja sistem terdistribusi ditingkatkan melalui pembagian beban (Load Sharing) dimana beban pelayanan berkas didistribusikan pada beberapa lokasi. Hal tersebut dimungkinkan karena lokasi-lokasi tersebut menyimpan replikas berkas yang sama. Derajat ketersediaan sistem lebih tinggi dibandingkan dg sistem tanpa replikasi. Jika salah satu atau beberapa subsistem terdistribusi dimana berkas tersebut berada mengalami kegagalan, sistem tetap tersedia dg syarat paling sedikit terdapat satu replika berkas tak mengalami kegagalan.

  4. Hendra Widjaja

    TransPVM: sebuah wahana pemrograman paralel pada mesin berbasis transputer

    Pemrograman paralel pada mesin berbasis transputer dengan menggunakan peranti lunak bantu konversional, seperti INMOS ANSI C, ternyata cukup mempersulit pemakai. Kesulitan tersebut timbul karena pemakai harus mengetahui berbagai masalah teknis pemrograman dan aspek mesin dari transputer itu sendiri. Kesulitan tersebut dapat diatasai dengan membangun suatu wahana pemrograman paralel yang dapt menyembunyikan berbagai aspek teknis tersebut. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk membangun TransPVM, yaitu wahana pemrograman paralel berbasis message passing pada mesin berbasis transputer, dengan mengimplementasikan primitif-primitif dari parallel Virtual Machine (PVM). Dengan TransPVM, pemrograman paralel dapat dinyatakan dalam sintaks PVM sehingga dapat diterapkan baik pada lingkungan PVM maupun TransPVM tanpa melakukan banyak perubahan pada progam. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah : (1) TransPVM dapat mempermudah pemrograman pada mesin berbasis tansputer; (2) TransPVM dapat mempersingkat langkah pemrograman yang diperlukan pda mesin berbasis transputer.

  5. Bontor P Rajagukguk

    Sistem interaktif untuk perunut sinar DKBTrace

    Penggunaan program perunut sinar DKBTrace, yang dibuat oleh David K. Buck, memiliki beberapa kesulitan dalam pemakaiannya. Kesulitan dalam pemakaiannya. kesulitan yang paling dirasakan adalah pada saat penulisan berkas masukan untuk program ini dan pada pendefinisian letak objek dalam ruang tiga dimensi. Dalam tulisan ini dibahas mengenai pembuatan suatu sistem interaktif unttuk mempermudah pemakaian perunut sinar DKBTrace tersebut. Sistem interaktif ini akan membantu pemakai dalam membayangkan letak objek yang hendak didefinisikan. Dengan penggunaan sistem ini pemakai tidak harus membuat sendiri berkas masukan tadi karena salah satu keluaran sistem ini adalah berkas masukan untuk DKBTrace tersebut.

  6. Sius Wibisono

    SIMANTAP: Simulator Jaringan Neural Artmap

    Jaringan neural yang merupakan salah satu metode pengenalan pola yang semakin banyak digunakan, diinspirasikan oleh otak manusia. Otak manusia terdiri dari sejumlah besar neuron, yang sesungguhnya secara individu lambat dan sering salah. Neuron-neuron itu saling bekerja sama dalam jaringan rumit yang ternyata dapta melakukan hal-hal yang belum bisa disamai komputer terhebat di dunia sekalipun. Model ARTMAP merupakan salah satu model jaringan neural hasil perkembangan dari keluarga model ART (Adaptive Resonance Theory)[CaGR91]. Model ARTMAP ini dapat belajar sendiri secara "real-time", artinya dapat belajar terus menerus tanpa membedakan lagi modus latihan dan modus pengujian. ARTMAP dapat mengklasifikasi vektor-vektor dalma berbagai jumlah dan urutan ke dalam kategori-kategori pengenalan berdasarkan pada keberhasilan prediksi yang dibuatnya. Proses belajarnya yang secara terawasi agak berbeda dengan proses belajar model ART lainnya. ARTMAP yang disimulasikan memiliki dua modul ART1 yang masing-masing bersifat swaatur, dan dapatt mempelajari kategori vektor masukan biner yang diterima, tanpa merusak pengetahuannya yang lama. Dalam tugas akhir ini dibuat suatu simulator jaringan neural ARTMAP (SIMANTAP) yang bersifat interaktif pada komputer sekuensial dengan sistem operasi UNIX dan GUI OSF/MOTIF berbasis X-Windows. Simulator ini dapat digunakan untuk penerapan ARTMAP ke masalah pengenalan pola, untuk studi banding.

  7. Ian Setyawan

    Penerapan dan pengembangan perangkat lunak penelusuran sinar (Ray Tracing) rayshade pada mesin silicon graphics

    Penelusuran Sinar (Ray Tracing) merupakan salah satu metode dalam teknik grafika komputer yang digunakan untuk membuat gambar 2 dimensi dari dunia 3 dimensi. Hal yang membuat metode ini populer adalah kemampuannya dalam menghasilkan gambar yang bersifatt realistik atau mempunyai sifat-sifat seperti benda-benda pada dunia nyata. Karya tulis ini merupakan laporan dari hasil penelitian mengenai metode penelusuran sinar, yang dilakukan dengan melakukan survai buku-buku dan beberapa perangkat lunaknya, yaitu DKBTrace, Rayshade, Fly Ray, dan Ray Trace. Khususnya untuk DKBTrace dan RayShade, dilakukan pada mesil silicon Graphics, dimana untuk menjalankan keduanya(DKBTrace dan RayShade), harus diadakan beberapa perubahan pada program sumbernya. Penelitian diakhiri dengan pengembangan salah satu perangkat lunak yang diteliti, yaitu RayShade. Fasilitas-fasilitas yang ditambahkan adalah depth of field (letak kedalaman benda), autofocus (penentuan jarak focus secara otomatis), motion blur (perekaman adanya gerakan benda), dan animasi. Hal lain yang dilakukan terhadap RayShade adalah perubahan pada parsernya agar pemakai lebih mudah dalam mendeskripsikan obyek.

  8. Yudho Giri Sucahyo

    Realisasi pembangkit "custodial applications" sebagai bagian dari wahana rekayasa perangkat lunak

    Penelitian terhadap penggunaan CASE Tool untuk pemodelan data dengan diagram EER(Enhanced Entity Relationship) pada tahap analisis, menunjukkan adanya kemungkinan untuk menggunakan model data di CASE Repository. Karena struktur dari model data relatif statik daripada model proses, James M. Gray memberikan asumsi bahwa dengan diberikan model data dan relasi normal, sekumpulan custtodial operation bisa dibuat dan dapat merpresentasikan sampai 80

  9. Dadan Hardianto

    Pengembangan perangkat lunak untuk aplikasi orthodonti

    Tulisan ini membahas pengembangan perangkat lunak penapakan citra cephalometri berbantuan komputer untuk diagnosa dan perawatan dalam aplikasi orthodonti. Sebuah metode dikembangkan untuk meningkatkan mutu baik profil jaringan lunak maupun profil skeletal citra cephalometri, sehingga memudahkan para orthodontist dalam melakukan penapakan dan pengukuran pada layar peraga. Penyembunyian latar belakang dengan teknik nilai ambang sederhana maupun adaptif, dan operator Laplace dikembangkan untuk meningkatkan mutu profil jaringan lunak; deteksi sisi dengan operator Robert, Robert Jain, Laplace-Jain, dan Sobel dikembangkan untuk meningkatkan mutu profil skeletal. Untuk mempertahankan informasi asli pada data cittra sinar-x cephalometri, dibentuk sebuah citra gabungan antara hasil peningkatan mutu profil jaringan lunak, skeletal, dan citra asli. Citra hasil gabungan inilah yang diusulkan untuk digunakan dalam penapakan oleh ortthodontist. Perangkat lunak yang dikembangkan yang disebut SOIKUI (Sistem Ortthodonti Ilmu Komputer Universitas Indonesia) diuji oleh orthodontist dengan membandingkan hasil pengukuran perangkat lunak ini dengan hasil perangkat lunak JOE/RMO, serta hasil penapakan manual dan perhitungan tiga orang orthodontist. Analisa statistik Anova menunjukkan hasil baik.

  10. Budhie Himawan

    Evaluasi kinerja sistem komputer paralel berbasis pertukaran pesan TransPAU

    Pemanfaat TransPAU secara efektif untuk mendapatkan kinerja yang maksimal membutuhkan pengetahuan kinerja TransPAU secara rinci. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerja sistem komputer paralel TransPAU. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perkiraan kinerja suatu algoritme paralel pda TransPAU serta dasar pertimbangan perancangan dan implementasi algoritme paralel untuk memperoleh kinerja yang maksimal. Kinerja yang dievaluasi sistem dilihat dari sudut pandang bahasa pemrograman tingkat tinggi, yang mencerminkan perpaduan antar kinerja perangkat keras dan kinerja perangkat lunak. Mengacu pada struktur sistem komputer paralel berbasis pertukaran pesan, maka kinerja yang dievaluasi adalah kinerja komputasi dan kinerja komunikasi. Evaluasi kinerja dilakukan dengan menggunakan teknik pengukuran. Pengukuran kinerja komputasi dan komunikasi masing-masing dilakukan terhadap prosesor dan jaringan TransPAU. Hasil evaluasi kinerja komputasi prosesor TransPAU antara lain menunjukkan tinggi kinerja prosesor pada operasi aritmatika integer dibangind pada operasi aritmatika dengan tipe data dasar dibandingkan tipe data array. Sedangkan hasil evaluasi kinerja komunikasi jaringan interkoneksi antara lain menunjukkan waktu komunikasi pesan tunggal satu arah dapat dimodelkan dengan persamaan linear sederhana.

  11. Toga Halomoan Marpung

    Analisa kinerja algoritma pencari akar polinomial pada sistem multiprosesor berbasis transputer

    Tulisan ini akan membahasa analisa kinerja dari kalkulasi seluruh akar suatu polinomial Pn(X) secara simulan yang dimplementasikan pada sittem multiprosesor berbasis transputer. Analisa yang dimaksud berkisar pada masalahspeedup (peningkatan kecepatan) terhadap perbedaan jumlah prosesor, algoritma yang digunakan, dan trade-off paralelisme lainnya. Dalam tulisan ini ada 2 algoritma paralel pencari akar yang akan diuji yaitu yang dibuat oleh Durand-Kerner dan Ehrlich. Kedua algoritma ini mempunyai potensi untuk dikembangkan dalam sistem pemrosesan paralel. Kesimpulan utama yang didapat dalah bahwa untuk kedua algoritma, speedup meningkatkan seiring dengan bertambahnya jumlah prosesor yang digunakan walaupun dari segi efisiensi pemanfaatan prosesor terjadi penurunan.

  12. Dian Irawatie Nasution

    Alat bantu case untuk programan: pembangkit kerangka program dbase IV menggunakan metode perancangan terstruktur yourdon/constantine

    Metodologi pengembangan perangkat lunak disusun berdasarkan siklus pengembangan perangkat lunak yang terdiri dari sejumlah tahapan yaitu: analisis, perancangan, implementasi, uji program, dan perawatan. Setiap tahapan dapat dibantu oleh sistem komputer yang dikenal sebagai alat bantu pengembangan perangkat lunak (Computer Aided Software Engineering-CASEtool). Metodologi pengembangan perangkat lunak yang saat ini banyak digunakan adalah metodologi terstruktur. Salah satu metode terstruktur untuk tahap perancangan adalah metode yang dikemukakan oleh Edward Yourdon, yang kemudian diperluas oleh Larry Constantine. Hasil penerapan dari metode ini untuk perancangan adalah suatu diagram struktur yang menggambarkan struktur dari perangkat lunak yang dirancang, yakni hirarki fungsional, ketergantungan, pengulangan, inklusi, pemilihan, serta pengiriman arus data dan kontrol antara modul-modul pembentuk perangkat lunak tersebut. Tulisan ini merupakan hasil penelitian dari pemanfaatan diagram struktur berdasarkan metode perancangan terstruktur Yourdon/ Constantine guna membantu otomasi tahap implementasi. Perangkat lunak sebagai hasil dari penelitian ini adalah prototipe sebuah alat bantu pembangkit kode yang diberi nama DB4GEN, dimana kode yang dihasilkan berupa kerangka program dBase IV. Dengan menggunakan DB4GEN ini konsistensi antar program yang dihasilkan dengan rancangan program dapat dijaga serta waktu yang dibutuhkan untuk penulisan program dapat dipersingkat karena telah tersedia kerangka kode program dalam bentuk program terstruktur. Selain itu DD4GEN menghasilkan dokumentasi program guna mempermudah pemrograman dalam ...

  13. Kamin Arifin

    SPN: Sistem Pendistribusian Usenet News

    Usenet merupakan salah satu sarana diskusi elektronis. Idealnya, informasi Usenet tersebut dapat disebarkan dan dibaca oleh individu atau organisasi di luar lingkungan UI, karena kemungkinan besar banyak informasi-informasi yang berguna bagi mereka. Sistem online merupakan salah satu mekanisme penyebaran informasi yang baik. Namun, saat ini sistem online sukar diterapkan di Indonesia karena kurangnya sarana komunikasi. SPN merupakan sistem pendistribusian artikel Netnews dengan menggunakan disket sebagai media. Sistem ini meliputi pengolahan data Netnews pada sistem operasi Unix, yaitu dengan melakukan pembungkusan terhadap artikel-artikel Netnews menjadi paket-paket Netnews yang siap didistribusikan. Pendistribusian paket Netnews dan administrasi pelanggan dilakukan pada komputer PC/AT. Administrasi meliputi pencatatan pesanan pelanggan, data pribadi pelanggan, keuangan pemesanan dan modul untuk pencetakan label alamat dan label disket.

  14. Adi Widiantono

    Sistem penterjemahan antar bahasa tingkat tinggi generasi keempat sebuah prototip

    Perkembangan bahasa pemrograman komputer demikian cepat. Bahasa generasi keempat pun muncul. Dua diantaranya adalah INGRES/4GL1 dan INFORMIX-4GL2 kedua bahasa tersebut mempunyai perbedaan dasar pemrograman, tetapi mempunyai ruang linkup yang dama yaitu basis data. Sistem penterjemah ini dibangaun untuk membangun sebuah kompilator. Menggunakan metode pembuatan sebuah kompilator: analisa leksikal, analisa sintaks, pengaturan tabel simbol dan pembentuk instruksi (code generator). Sistem penterjemah ini menerima masukan berupa file yang berisi program sumber dengan sintak INGRES/4GL dan menghasilkan keluaran berupa terjemahan dalam sintak INFORMIX-4GL. Metode yang digunakan cukup efektif dalam pembuatan sistem ini. Hasil dari sistem dapat ini menjembatani kelebihan maupun kelemahan dari INGRES/4GL dan INFORMIX-4GL

  15. Faizah Firdaus

    Alternatif penyimpanan berkas tetap dalam bentuk kode menggunakan beberapa struktur pohon

    Menyimpan berkas tetap yang berukuran besar seperti teks terjemahan Al Quran, GBHN, KUHP, dan yang sejenisnya sangat makan tempat (storage). Mengubah berkas tetap ini ke dalam bentuk kode merupakan alternatif lain untuk memampatkan data. Permasalahannya, bagaimana mendapatkan kode yang optimal. Dalam tugas akhir ini, penulis menggunakan struktur pohon seimbang (Balance Tree), pohon Alfabet (Aphabetic Tree), dan pohon Optimal Alfabet (Optimal Alphabetic Tree). Penelitian ini dibagi lagi menjadi dua kelompok. Percobaan yang pertama kode bibuat berdasarkan karakter, sedangkan percobaan kedua berdasarkan kata. Hasil dari percobaan kedua selalu lebih baik dari percobaan pertama dimana jumlah storage cost yang dibutuhkan lebih kecil. Namun percobaan kedua mempunyai kendala, yaitu tidak dapat mengakses data masukan yang berukuran > 30 kbyte disebabkan keterbatasan mesin yang dipergunakan. Dari seluruh metode yang diuji, struktur pohon Optimal Alfabet merupakan metode yang terbaik. Ini dapat dilihat dari nilai ratio pemanpatan yang dihasilkan yang dapat mencapai <50

<<<PREV | ^^TOP^^
[LOCAL LOGO 1] Copyright © 1997-2004 vLSM.org . Provided AS-IS with no LIABILITY. Permission is granted to copy, distribute, and/or modify this webpage provided this notice is preserved. MIRRORS of this site: PadiNET - Fusilkom-UI. File revision: 9.1 2003/03/28 -- E-CONTACT. Special thanks for this webspace provider. [LOCAL LOGO 2]