[LOCAL LOGO 1] FUSILKOM: FakUltaS ILmu KOMputer
Universitas Indonesia
[LOCAL LOGO 2]
WHAT's NEW | HOME | vv BOTTOM vv | NEXT>>>

Daftar Abstrak Tugas Akhir/Proyek Mahasiswa S1
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia - Tahun 2000

(http://vlsm.org/fusilkom-ui/)

  1. Agung Kurniawan

    Alat bantu materialisasi view dan indeks pada data warehouse untuk menunjang aplikasi OLAP

    Kueri-kueri aplikasi OLAP sangat kompleks adna dapat memakan waktu sangat lama jika langsung dijalankan atas raw data yang ada. Kueri-kueri tersebut dapat dipercepat dengan cara memateialkan (menjadikan eal table) beberapa view (tabel maya) dan kemudian dibuat indeks-indeks dari view yang telah dimaterialkan tersebut. Pada umumnya, pemilihan view dan indeks yang akan dimaterialkan dilakukan dalam dua langkah proses; yaitu view-view yang akan dimaterialkan diipilih terlebih dahulu sampai batas maksimum space yang dialokasikan untuk view-view tersebut, baru kemudian dipilih indeks dari view-view yang sudah dimaterialkan tersebut. Dengan cara ini pembagian sumber daya penyimpanan untuk view dan indeks dilakukan dengan pendekatan trial-and error. Metode ini dapat menyebabkan inefisiensi dalam pemanfaatan sumber daya penyimpanan. Karena view dan indeks mengkomsumsi sumber daya yang sama - space - pemilihan view dan indeksnya harus dilakukan secara bersamaan (simultan) agar pemakaian space dapat lebih efisien. Tugas akhir ini akan membahas dan mengimplementasikan alat bantu pemilihan view dan indeksnya yang akan dimaterialkan untuk menunjang aplikasi OLAP. Algoritma yang akan digunakan untuk pemilihan view dan indeksnya ini adalah algoritma r-greedy. Algoritma r-Greedy berjalan dalam sejumlah tahap. Pada tiap tahap akan dipilih sutau set yang berisi suatu view dan (beberapa) indeksnya, atau sebuah indeks dari view yang telah dipilih sebelumnya. Set yang dipilih adalah set yang memiliki benefit terbesar per unit space.

  2. Dian Indrawaty

    Analisis metode self organizing map dan differential competitive learning pada sistem pengenalan suara

    Tugas akhir ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari penelitian yang telah dilakukan oleh Guilherme dan Aluizio[GBA98] dengan melakukan implementasi Differential competitive Learning (DLC). Simplified DCL (SDCL) dan Generakized DCL (GDCL) serta membandingkan kinerja ketiga algoritme tersebut dengan metode lain. SDCL dan GDCL adalah algoritme pelatihan baru diajukan oleh Guilherme dan Aluzio yang dapat dipandang sebagai perbaikan dari DCL. Ketiga buah algoritme tersebut kemudian dibandingkan dengan metode SOM. Hasil uji coba dengan menggunakan data phoneme menunjukkan bahwa elusterisasi menggunakan algoritme SOM menghasilkan error 0.000143 sedacangkan DCL, SDCL dan GDCL, masing-masing memperoleh 0.000108, 0.000108,0.000107. Hasil uji coba menggunakan data dengan sebuah nilai pencilan menunjukkan bahwa SDCL dan GDCL unggul dalam mencapai konvergensi pada epoh ke 10 sedangkan SOM pada epoh ke 90. Analisis dilanjutkan dengan membandingkan persentasi pengenalan yang dihasilkan sistem pengenalan suara menggunakan algoritme pelatihan SDCL dan SOM. Ternyata uji statistik menghasilkan bahwa hasil pengenalan dengan menggunakan metode pelatihan SDCL lebih baik daripada SOM dengna nilai prosentase rata-rata pengenalan masing-masing 74,225.

  3. Intan PV Simanjuntak

    Implementasi dan studi perbandingan: metode eigenface dan fisherface pada sistem pengenalan wajah

    Perkembangan metode pengenalan wajah selama beberapa tahun terakhir telah menghasilkan metode yang mampu mengenali wajah manusia dalam berbagai ekspresi, variasi pencahayaan, pemakian kacamata, dan perubahan skala, baik dalam pose-pose 2 dimensi maupun 3-dimensi. Metode Eigenface, salah satu diantaranya didasarkan pada Principal Component Analysis (PCA) atau disebut juga transformasi Karhunen-Loeve. Vektor citra berdimensi n direduksi menjadi vektor ciri berdimensi m dengan melakukan transformasi terhadap vektor citra dari ruang citra dimensi-n ke ruang ciri dimensi-m. Metode Eigenface dapat menghasilkan total-scatter vektor-vektor ciri yang maksimal. Hal ini justru menjadi kelemahan metode Eigenface untuk citra-citra masukan dalam variasi penchayaan dan ekspresi, karena akan menghasilkan klasifikasi berdasarkan pencahayaan dan ekspresi. Dengan menggabungkan PCA dengan Fisher's Linear Descriminant (FDL), metode Fisherface diharapkan mampu untuk mengatasi kelemahan metode Eigenface. FLD dapat menyederhanakan kalsifikasi dengan memaksimalkan rasio antara betveen scatter dengan within-class scatter. Rasio yang maksimal dapat menghasilkan klasifikasi yang tidak sensitif, baik terhadap perubahan pencahayaan maupun ekspresi. Dengan menggunakan metode pengenalan Averaging Representation dan Jaringan Hibrida, tugas akhir ini mencoba untuk mengimplementasikan dan membandingkan akurasi pengelanan metode Eigenface dan Fisherface. Hasil uji coba menunjukkan bahwa secara umum metode Fisherface memiliki akurasi pengenalan yang lebih tinggi dari metode Eigenface, baik dengan metode pengenalan Averaging Representation mupun...

  4. Martha Yuliana Panggabean

    Pengenalan objek wajah 3 dimensi dengan metode fisherface pada JST CHMLP-BP konsentris dengan optimasi algoritma genetika

    Dalam bidang pengenalan objek 3 dimensi telah dikembangkan sistem jaringan saraf tiruan Cylindrical Hidden Multi-Layer Perceptron Back Propragation (CHMLP-BP) jaringan CHMLP-BP ini melakukan pengenalan objek 3 dimensi melalui data citra 2 dimensi yang diambil dari berbagai sudut pandang pengamatan terhadap objek. Peningkatan kinerja sistem CHMLP-BP telah dilakukan dengan memodifikasi beberapa formula pembelajaran dan struktur jaringan. Modifikasi dilakukan dengan menambah mode pemroses pada sub lapis tersembunyi secara acak serta modifikasi arsitektur lapis tersembunyi dari bentuk silinder tunggal menjadi bentuk konsentris sehingga disebut CHMLP-BP konsentris. Walaupun kinerja meningkat, pertambahan node pada lapis tersembunyi secara acak belum membuktikan bahwa struktur jaringan telah optimal. Salah satu metode pencarian bentuk struktur jaringan yang optimal dan dapat menemukan solusi global terbaik adalah algoritma genetika. Penerapan algoritma genetika berguna untuk merduksi ukuran jaringan dengan membuang node-node pemroses yang tidak diperlukan [SULI99]. Penelitian yang telah dilakukan sebelum diterapkan pada objek 3 dimensi sederhana. Pada penelitian ini sistem jaringan CHMLP-BP konsentris yang dioptimasi dengan algoritma genetika diterapkan untuk pengenalan objek wajah 3 dimensi.Objek wajah 3 dimensi memiliki kompleksitas yang cukup tinggi, terutama dengan kemampuan wajah untuk berkspersi sehingga menimbulkan adanya variasi terhadap objek . Data citra wajah yang diperoleh dari pengamatan berbagai sudut pandang terhadap objek wajah 3 dimensi ini perlu melalui tahap pre-processing untuk mereduksi ukuran dimensi data

  5. Johanes Amudi

    Pengenalan objek wajah 3 dimensi dengan metode eigenfaces pada jaringan saraf tiruan CHMLP-BP konsentris

    Sistem jaringan saraf tiruan telah banyak mengalami perkembangan sesuai dengan domain permasalahannya masing-masing. Dalam bidang pengenalan objek 3 dimensi telah dikembangkan sistem jaringan clyndrical Hidden Multi-Layer Perceptron Back Propagation (CHMLP-BP-Konsentris. Jaringan CHMLP-BP konsentris ini melakukan pengenalan objek 3 dimensi melalui citra 2 dimensi dari berbagai sudut pandang. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya hanya pada objek 3 dimensi sederhana. Oleh karena itu dalam penelitian ini jaringan CHMLP-BP konsentri akan dilihat kinerjanya terhadap objek wajah 3 dimensi. Wajah, sebagai salah satu objek 3 dimensi, memiliki kompleksitas yang cukup tinggi. Hal ini terutama dengan kemampuan wajah untuk berekpresi sehingga menimbulkan adanya vasiasi terhadap objek. Dalam penelitian ini jaringan CHMLP-BP konsentri akan digabungkan dengan metode eigenfaces, untuk dapat meningkatkan kinerja dalam hal pengenalan wajah 3 dimensi. Metode eigenfaces adalah suatu tehnik reduksi data masukan dengan kemampuan untuk menyimpan ciri-ciri yang diperlukan saja. Metode eigenfaces ini telah banyak dipergunakan dalam bidang pengenalan wajah secara 2 dimensi. Selanjutnya akan diadakan perbandingan untuk melihat apakah metode eigenfaces mampu meningkatkan kinerja CHMLP-BP konsentris, dalam pengenalan objek wajah secara 3 dimensi. Dalam penelitian ini akan diperlihatkan bahwa dengan digunakannya metode eigenfaces untuk reduksi data masukan, ternyata kinerja CHMLP-BP konsentris dapat meningkatkan baik dari segi pengenalan maupun segi waktu penelitian.

  6. Darundriyo Djoko Widodo

    Sistem pengenalan plat nomor mobil menggunakan pencocokan pola dan jaringan saraf tiruan

    Salah satu metode pencarian lokasi suatu obyek dalam sebuah citra dapat dilakukan dengan menggunakan teknik pencocokan pola. Pola yang ada pada sebuah citra masukan diidentifikasi melalui template yang telah disimpan sebelumnya. Penggunaan transformasi Fourier dan Principal Component Analysis dapat dilakukan untuk mengurangi dimensi pencarian template dan mempercepat proses komputasi [FAT98]. Sistem pengenalan Huruf tulisan Tangan menggunakan Jaringan saraf Tiruan propagasi Balik merupakan sebuah metode yang telah dikembangkan oleh Emmanuel [PHIL'98] untuk mengenali tulisan tangan. Sistem tersebut menggunakan ciri-ciri elemen yang dimiliki oleh setiap tulisan untuk dikenali Jaringan Saraf Tiruan Propagasi Balik. Tujuan dari tugas akhir ini adalah membuat sebuah sistem Pengenalan Plat Nomor Mobil Pribadi menggunakan metode Pencocokan Pola pada tahap awal untuk mencari lokasi plat nomor dan jaringan Saraf Tiruan Propagasi Balik pada tahap akhir untuk mengenali karakter huruf dan angka pada plat nomor serta sebuah modul tambahan untuk memisahkan karakter yang terdapat pada plat nomor. Sistem pengenalan Plat Nomor Mobil yang dibangun ini dapat mengenali plat nomor yang terdapat pada sebuah citra tampak depan atau belakang mobil pada tahapan uji coba dengan persentasi sebesar 32,34.

  7. Ika Alfina

    Software agent berbasis algoritma clustering hirarkis untuk personalisasi situs web

    Penyesuaian jenis informasi yang dikirimkan oleh server suatu situs web ke client berdasarkan kesukaan pemakai, dikenal sebagai personalisasi situs web. Dengan personalisasi, pemakai akan lebih mudah dan cepat mendapatkan apa yang dibutuhkannya, dan pemilik situs web dapat menawarkan informasi kepada sasaran yang lebih terarah sehingga lalu lintas informasi di internet menjadi lebih efektif dan efisiensi. Tugas akhir ini mengimplementasikan prototipe sebuah situs web yang mempunyai perangkat personalisasi yang menggunakan software agent cerdas yang bisa mengamati kategori content yang dikuasai pemakai. Agent personalisasi ini menggunakan algoritma clustering hirarkis secara agglomerative dengan metode complete-linkage untuk mengenali keterhubungan (asosiasi) antara berbagai kategori content yang disajikan situs tersebut. Adapun saran (goal) dari agent personalisasi pada situs web tersebut adalah: pertama, menampilkan page awal dan iklan berdasarkan informasi frekuensi pengaksesan terhadap kategori-kategori content oleh pemakai yang diamatinya; kedua, memberikan rekomendasi komoditi berdasarkan hasil analisis yang dilakukan komponen learning engine dari agent personalisasi ini terhadap pola akses para pemakai terhadap content situs web tersebut. Situs web dan perangkat personalisasi berbasis agent yang dihasilkan dari tugas akhir ini dapat digunakan sebagai prototipe sistem berbasis agent yang menggunkann protokol HTTP.

  8. Rusdiana

    Pemampatan citra dengan membangun wavelet packet best tree berbasis entropi shandon

    Transformasi wavelet packet adalah generalisasi dari transformasi wavelet, dimana pemfilteran ketingkat resolusi yang lebih rendah tidak hanya dilakukan pada koefisien aproksimasi, tetapi juda terhadap koefisien detail. Algoritma piramida dari transformasi wavelet packet membentuk tree yang lengkap. dari Tree yang lengkap ini dapat dibentuk suatu best tree yang entropi Shannonn-nya minimal. Dalam tugas akhir ini dikembangkan perangkat lunak dengan bahasa MATLAB dan C aygn mengimplementasikan pemampatan citra dengan trasformasi wavelet packet dan pembuatan best tree menggunakan entropi Shannon. Perangkat lunak ini dugunakanuntuk mengamati sifat transformasi wavelet packet dan pengaruh pemilihan leaf dan best tree terhadap rasio pemampatan danmutu visual citra. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa trasformasi wavelet packet memiliki kelebihan dibandingkan dengan transformasi wavelet, terutama dari segi pemilihan koefisien yang akan disimpan dalam kaitannya dengan mutu visual dan rasio pemempatan citra. Kekurangan dari transformasi wavelet packet adalam kompeksitasnya, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk melakukan keseluruhan proses lebih lambat dibandingkan dengan transformasi wavelet.

  9. Anton Suryadi

    Alat bantu kolaborasi pemrograman menerapkan model checkout/ checkin berbasis WEB

    Perangkat lunak berkembang menjadi makin besar dan makin komplek. Hal ini menuntut pengembang untuk makin memperhatikan aspek kuaslitas perangkat lunak yang dikembangkannya. Masalah yang sering dihadapi oleh tim pengembang adalah komunikasi dan koordinasi antar anggota tim. Waktu yang digunakan untuk melakukan komunikasi dan koordinasi kadang-kadang menjadi tidak efisien. Dengan adanya teknologi client-server, masalah perbedaan tempat telah terpecahkan. Seseorang bisa bekerja pada komputer dirumah masing-masing dan mengirim hasil kerjanya ke server. Dengan alat bantu kolaborasi yang dikembangkan pada penelitian ini, anggota tim pengembang bisa bekerja di tempat-tempat yang terpisah secara off-line. Penelitian ini bertujuan mengaplikasikan model checkout/chekin dalam tahap implementasi yang berguna untuk membantu koordinasi antar anggota tim pengembang. Dengan demikian, diharapkan waktu yang digunakan untuk koordinasi menjadi efisien. Dari hasil penelitian, didapatkan sebuah perangkat lunak ini mampu membantu koordinasi antar anggota tim dan mampu mempersingkat waktu pembangunan perangkat lunak. Hal ini dimungkinkan, karena alat bantu ini mengatur proses pengambilan (checkout) dan pengembalian (checkin) secara otomatis.

  10. Dina Chahyati

    Klasifikasi citra inderaja berdasarkan ciri tekstur semivariogram dan matriks co-occurrence

    Citra inderaja memegang peranan yang cukup penting dalam sebuah Sistem Informasi Geografis. Citra inderaja adalah citra yang diperoleh melalui sistem penginderaan jauh dan dapat berbentuk citra optik (sensor pasif) atau citra radar (sensor aktif). Klasifikasi terhadap kedua bentuk citra ini telah banyak dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satu ciri yang dapat digunakan dalam klasifikasi citra inderaja adalah ciri tektur. Model ciri tektur yang telah diakui sebagai model yang ampuh dan akurat adalah model matriks Co-occurrence. Pada penelitian ciri tektur selanjutnya, Carr dan Miranda [CAR98] menggunakan model lain yaitu model semivariogram dalam melakukan klasifikasi terhadap citra inderaja dan membandingkannya dengan model matriks co-coccurrence. Dari penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa model semivariogram memberikan akurasi yang lebih baik dibanding model matriks co-occurrence untuk citra radar dan sebaliknya untuk citra optik. Tugas akhir ini berjuan meneliti lebih lanjut model semivariogram dan model matriks co-occurrence untuk klasifikasi citra inderaja. Metod eklasifikasi yang digunakan adalah minimum distance dan Gaussian maximum likelihood.

  11. Robby Partha

    Penambahan fasilitas modul jaringan dan pengembangan aplikasi sistem informasi geografis dengan fasilitas ARCVIEW

    Sistem Informasi Geografis (SIG) bukanlah hal yang baru dalam dunia komputer dan telah berkembang secara luar di berbagai belahan dunia. Sejak tahun 1999, Fakultas Ilmu Komputer telah memiliki fasilitas penunjang pengembangan sistem informasi geografis, dan bahkan telah mencatumkan sistem informasi geografis sebagai salah satu mata kuliah pilihan untuk bidang minat sistem informasi sejak tahun 1998. Namun pada kenyataannya, sampai saat ini sistem informasi geografis masih belum banyak dikenal dan pelajari oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer. Selain itu, modul-modul pelengkap perangkat lunak sistem informasi geografis yang dimiliki oleh Fakultas Ilmu Komputer juga masih terbatas. Dalam tugas akhir ini, akan dikembangkan suatu aplikasi sistem informasi geografis sederhana dengan wilayah studi Universitas Indonesia, Depok. Aplikasi ini diharapkan sebagai langkah awal untuk memperkenalkan sistem informasi geografis di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer. Di samping itu, tugas akhir ini juga bertujuan untuk melengkapi fasilitas pada perangkat lunak sistem informasi geografis yang ada, yaitu melalui penambahan modul baru. Modul tersebut akan memiliki fasilitas untuk menyelesaikan beberapa masalah jaringan seperti penentuan jalur terpendek dan lokasi terdekat dari suatu titik acuan tertentu.

  12. Aditia Doni

    Implementasi kedekatan istilah mengunakan kalimat dan frase pada sistem temu-kembali informasi

    Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem temu kembali informasi pada sekumpulan dokumen dengan kedekatan istilah berbagai dasar dari pengukuran kemiripan dokumen (document similarity). Tujuan lainnya, mengevaluasi dokumen relevan, relevan marginal, dan tidak relevan yang ditemukan oleh sistem temu kembali informasi yang berbasis kedekatan istilah dengan menggunakan kalimat dan frase terhadap dokumen relevan-relevan marginal, dan tidak relevan yang ditemukan oleh sistem temu kembali informasi berbasis model boolean. Modul utama yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah (1) Modul pembalikan dokumen yang lebih lengkap yaitu berisi informasi dokumen beberapa, kalimat keberapa data kata keberapa dalam kalimat. (2) Modul kedekatan istilah yaitu modul yang menguji apakah suatu pasangan istilah terdapat dalam kalimat yang sama atau pasangan istilah ini merupakan suatu frase dalam dokumen. Penelitian ini mengkaji: bagimana pola hubungan diantara dokumen relevan-relevan marginal, dan tidak relevan yang ditemukan oleh sistem temu kembali informasi terbasis model Boolean terhadap dokumen relevan, relevan marginal, dan tidak relevan yang ditemukan oleh sistem temu kembali informasi berbasis model kedekatan istilah menggunakan kalimat dan model kedekatan istilah menggunakan frase. Uji coba dilakukan pada kumpulan dokumen hasil penelitian dalam bidang sains dan teknologi nuklir lembaga BATAN. Keterlibatan real user dalam menentukan dokumen yang relevan yang dilakukan oleh Mustangimah (1998). Penelitian ini memanfaatkan pertanyaan yang diujikan pada model Boolean yang ada pada penelitian Mustangimah.

  13. Hafiz

    Pengembangan E-catalogue dengan metode pengembangan berorientasi objek

    Aplikasi E-commerce merupakan hal yang kompleks karena terdiri ddari banyak komponen saling terkait tapi dengan indenpensi masing-masing yang cukup tinggi, salah satu komponen itu adalah e-catalogue. E-catalogue mempunyai banyak kelebihan dinbandingkan katalog biasa yaitu dati sisi ketinggian interaktifitasnya, kemudahan pengaksesan dan peng-update-an serta penyimpanan yang membutuhkan ruang dan usaha yang minimal. E-cataloggue ini bisa lebih efektif lagi jika dikembangkan dengan metode pengembangan berorientasi objek (OO). Sifat hirarkis dan asosiatif antar item produk dalam katalog cocok untuk dipecahkan dengan OO. Sifat kedinamisan dari e-catalogue juga bisa dipecahkan dengan baik dengan OO dengan eksploitasi fitur penggunaan kembalinya (reusability). Dengan latar belakang di atas maka eksploitasi pengembangan e-catalogue dengan metode pengembangan berorientasi objek menjadi penting terutama sekali dari sisi pengimplementasian adaptabilitas, fleksibilitas dan penggunaan kembali komponen-komponen sistem. Hal ini bisa didapat dengan menggunakan pendekatan-pendekatan OO yang ideal atau mendekati ideal seperti yang tersirat pada perkembangan-perkembangan terakhir OO.

  14. Nancy Paat

    Reasoning agent pada sistem personalisasi situs web

    Sistem personalisasi merupakan salah satu solusi yang digunakan pada banyak situs web e-commerce dalam usaha untuk meningkatkan penjualan. Layanan personalisasi akan memberikan bantuan yang spesifik untuk pemakai tertentu sehingga situs web tersebut seolah-olah mengenal pelanggannya dengan baik. Penelitian yang dilakukan pada tugas akhir adalah untuk membuat sebuah prototipe sistem personalisasi berbasis agen. Dengan agen yang memiliki kemampuan untuk melalukan proses reasoning, diharapkan sistem personalisasi yang dibangun dapat mengenali pemakai yang melakukan aktifitas browsing pada situs web untuk kemudian agen dapat memberikan memberikan aksi berupa promosi-promosi yang terkait dan saran-saran atas rekomendasi dari items yang sesuai dengan pola tingkah laku pemakai. Proses seasoning sendiri adalah kemampuan untuk mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Agent personalisasi yang akan menggunakan teknik pattern matching untuk melalukan pengenalan pola tingkah laku pemakai dengan pengetahuan yang dimiliki berupa pola buying behavior dari sejumlah traksaksi yang terjadi pada situs web tersebut. Pola buying behavior menandakan keterkaitan hubungan produk-produk yang disukai oleh suatu komunitas pembeli. Pengetahuan yang dimiliki agen dihasilkan dari pengolahan data transaksi untuk mendapatkan relasi antara pembelian dari berbagai produk

  15. Defa Trio

    Transformasi wavelet dengan metode lifting

    Transformasi wavelet adalah proyeksi suatu fungsi terhadap basis-basis wavelet, sedangkan metode lifting (10,11,5) adalah sebuah variasi baru dari transformasi wavelet. Metode lifting memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan algoritma piramida Mallat [7], antara lain dari aspek kecepatannya dan kecerdasannya [11]. Pada tugas akhir ini dilakukan penelitian terhadap metode lifting dengan implementasi berupa aplikasi pengolahan citra dengan menggunakan bahasa pemrograman Java, yaitu menggunakan JDK 1.2.2 di atas platform dengan spesifikasi prosessor Intel Pentium 300 MFz dan sistem operasi Microsoft windows 98. Dari hasil uji coba, diperoleh bahwa implementasi transformasi wavelet yang menggunakan metode lifting memiliki waktu transformasi yang lebih baik dari implementasi transformasi wavelet yang menggunakan algoritma piramida Mallat [7]. Rasio kecepatan yang diperoleh berkisar dari 2.88:1, yaitu pada penggunaan basis wavelet Daubechies-4, sampai 5.5:1, yaitu pada penggunaan basis wavelet Haar. Dari pengamatan visual yang dilakukan, aplikasi kompresi citra dengan menggunakan metode lifting memberikan hasil yang cukup baik. Tanpa pengkodean, dengan rasio kompresi 4:1 untuk uji coba terhadap citra Lena dan rasio kompresi 16:1 untuk uji coba terhadap citra Winona, citra hasil rekonstruksi masih mempunyai citra aslinya. Selain itu, metode lifting juga dapat digunakan untuk melakukan blurring dan enhancing terhadap citra [6].

  16. Indra Budi

    Ekspansi query menggunakan constraint spreading activation pada sistem temu-kembali informasi

    Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem temu-kembali informasi dengan melakukan penyebaran aktivasi istilah berdasarkan relasi istilah-dokumen dengan batasan nilai ambang dan batasan aktivasi jarak (distance constraint activation) atau order aktivasi, dilanjutkan dengan penyebaran aktivasi dokumen berdasarkan komponennya (conterm, bibliographic-coupling, dan cocitation).Uji coba dilakukan pada kumpulan dokumen hasil penelitian dalam bidang sains dan teknologi nuklir lembaga BATAN, dengan penilaian relevansi dokumen mengacu kepada tulisan Mustangimah [MUS98]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan batasan aktivitas jarak atau nilai order aktivasi dan batasan nilai ambang mempengaruhi jumlah dokumen yang terambil (retrieval). Meningkatnya nilai order menyebabkan jumlah dokumen terambil menigkat, dan meningkatnya nilai ambang menyebabkan penurunan jumlah dokumen terambil. Hasil uji coba sistem pada nilai ambang 0,5 dan nilai order 2, menunjukkan rata-rata 98,4

  17. Abdul Aziz

    Implementasi pengadaan barang secara elektronik (elektronik procurement) dalam sistem perdagangan di internet

    Dengan semakin berkembangnya perdagangan di Internet, banyak pula layanan yang diberikan sebagai prospek bisnis masa depan. Salah satu model bisnis yang saat ini banyak dikembangkan adalah e-procurement. E-procurement diharapkan dapat mengatasi permasalahan dalam hal mengotomasi proses order yang tadinya sangat lambat dan rumit karena menggunakan kertas, juga memperkecil biaya administrasi suatu proses pembelian yang seringkali lebih besar dibandingkan harga barang atau jasa yang ditransaksikan itu sendiri. Pengembangan aplikasi procurement bisa sangat bervariasi, tergantung dari pendekatan pasar, strategi bisnis, serta feature-feature yang ditawarkan sebagai nilai tambah bagi daya saing sistem. Maka kemudian perlu dianalisa beberapa hal yang menjadi dasar e-procurement, aitu e-commerce, kemudian banyak lebih jauh kepada kebutuhan-kebutuhan procurement yang diinginkan pemakai. Kemudian hasil analisa kebutuhan tersebut diimplementasikan dalam suatu prototype, yang dalam hal ini melibatkan banyak pembeli dan banyak penjual sebagai penggunanya.

  18. Verdi March

    Implementasi agen pembantu mengingat (remembrance agent): studi kasus untuk sistem belajar berbasis web

    Remembrance agent (RA) adalah sebuah agen yang terus menerus memonitor konteks pemakai, kemudian mencari dokumen-dokumen yang berasosiasi dengan konteks pemakai RA dapat dipandang sebagai sebuah search engine yang berjalan terus menerus sebagai sebuah proses background. Tujuan RA adalah berfungsi sebagai memori asosiatif seseorang, dimana memori atau ingatan setiap orang berbeda-beda. Tugas akhir ini mengimplementasikan sebuah perangkat lunak RA yang berbasis web, yang dioperasikan di web server. Konteks pemakai yang digunakan adalah dokumen yang diminta oleh pemakai. RA yang dikembangkan dalam penelitian ini menggunakan 2 set dokumen sebagai knowledge base dalam memberikan saran yang bersifat asosiatif dengan konteks pemakai. Set dokumen pertama bersifat global, berlaku untuk seluruh pemakai. Sedangkan set dokumen kedua adalah catatan-catatan pribadi pemakai yang diletakkan di server. Saran jenis kedua inilah yang mencerminkan sifat"menyediakan memori personal yang asosiatif dengan konteks pemakai". Sementara, untuk tehnik temu kembali informasi digunakan similaritas Salton yang memnfaatkan faktor tf.idf (term frequenc inverse document frequency).Hasil uji cobamenunjukkan RA mampu memberikan saran berdasarkan set dokumen dan catatan pribadi yang cukup berhubungan dengan dokumen konteks, selama memang ada dokumen yang berhubungan dengan dokumen konteks. Namun, pemeringkatan saran, yang dilakukan oleh search engine, terkadang kurang sesuai dengan sudut pandang pemakai. Ada saran yang mendapat peringkat lebih tinggi, namun menurut pemakai, saran tersebut bisa saja kurang relevan dibandingkan dengan saran ...

  19. Ivan

    Implementasi perangkat lunak pengolahan citra dengan kemampuan snap-ins pada platform windows

    Pengolahan citra merupakan bidang ilmu yang pesat perkebangannya akhir-akhir ini. Salah satu contoh penggunaan komputer dalam bidang pengolahan citra adalah pengembangan aplikasi untuk melakukan proses pengolahan citra tertentu dengan bantuan library pengolahan citra. Adanya library pengolahan citra akan membuat pengembangan aplikasi pengolahan citra lebih produktif lagi. Tugas akhir ini bertujuan untuk menghasilkan library pengolahan citra yang merupakan suatu framework untuk memudahkan melakukan pengembangan aplikasi pengolahan citra pada platform Windows. Dalam framework tersebut sudah diintegrasikan suatu class yang mengekpos fungsi-fungsi untuk melakukan proses pengolahan citra untuk citra 8 dan 24 bit baik untuk citra grey level maupun berwarna dan feature aplikasi dengan kemampuan "snap-ins" yang memungkinkan aplikasi diekstensi tanpa perlu dilakukan kompilasi ulang. Feature lain juga sudah dikembangkan adalah custom wizard yang dimaksudkan untuk memudahkan pemanfaatan perangkat lunak pengolahan citra yang telah dihasilkan dalam Tugas Akhir ini. Implementasi perangkat lunak pengolahan citra pada Tugas akhir ini mempergunakan visual c++ 6.0

  20. Raymond Aribawono

    Sistem key-recovery nilai barang

    Tugas akhir ini menjabarkan, mengimplementasikan, dan melakukan analisa perbandingan antara dua protokol Threshold Key-Recovery System untuk sistem keamanan yang menggunakan kunci publik, yaitu protokol skema 1 dan skema 2, yang diperkenalkan oleh Tatsuaki Okamoto [3]. Threshold Key Recovery System adalah suatu cara yang digunakan untuk memecah-mecah suatu kunci (key) menjadi n bagian, dan menghitungnya kembali hanya dengan menggunakan k bagian saja, dimana k < n. Bilangan k adalah suatu nilai ambang (theshold) yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk memecah-mecah kunci yang ada, baik protokol skema 1 maupun skema 2 menggunakan protokol verifiable secret sharing (VSS) yang diperkenankan oleh T.P. Pedersen [3]. Tetapi keduanya menggunakan protokol komitmen bit yang berbeda satu sama lain. Kedua protokol tersebut diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman Haskell98. Uji coba keduanya dilakukan dengan menggunakan sistem compiler HBC pada PC pentium 300 MHz (RAM 64 MB) di atas sistem operasi Linux SuSE 6.1, menunjukkan bahwa protokol ini datap berjalan dengan baik dan menghasilkan pecahan-pecahan kunci yang sahih, yang dapat dihitung kembali dengan menggunakan beberapa pecahan saja, sesuai dengan nilai ambang (threshold) yang ditentukan. Tetapi, protokol Skema 1 dibanding protokol Skema 2 mempunyai kinerja yang lebih baik, dan menawarkan keuntungan lebih (k trustee dapat memfaktorkan kembali kunci publik N).

  21. Henry L E. Simangunsong

    Implementasi protokol pembuatan group signatures holger petersen

    Tugas akhir ini menjabarkan dan mengimplementasikan protokol pembuatan group signatures Holger Peterson [10] yang dapat menggunakan sembarang skema digital signatures, dan menjamin keamanan dari group signatures yang dihasilkan oleh protokol ini. Group signatures adalah suatu signatures yang digunakan oleh suatu kelompok atau group dan memungkinkan anggota-anggota dari grup tersebut untuk ikut menandatangani suatu message dengan komposisi mereka sebagai bagian dari grup serta hanya anggota-anggota dari satu grup yang dapat membuat group signature pada suatu message. Pihak yang menerima message tersebut dapat memverifiksi apakah signature pada message tersebut benar-benar signature yang valid dari sautu grup, tanpa mengetahui anggota grup yang membuat signature tersebut.Tetapi untuk suatu keperluan tertentu (misalnya, permintaan dari pihak yang memverifikasi) dapat diidentifikasikan pembuat signature pada message tersebut, dan proses identifikasi ini dapat dilakukan oleh satu pihak dipercayakan oleh grup tersebut (group centre) ataupun oleh seluruh anggota grup. Protokol pembuatan group signatures Holger Petersen ini diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman Haskell98. Hasil uji coba implementasi yang dilakukan dengan menggunakan sistem compiler GHC dan PC Pentium 200 MHz (RAM 64 MB) dalam sistem operasi Linux SuSE 6.1 menunjukkan bahwa protokol ini dapat membuat suatu group signatures yang valid dan secure oleh anggota dari grup itu sendiri, dengan rata-rata waktu eksekusi sebesar 0.23728985 detik.

  22. Selpi

    Komputasi CGD polinomial satu peubah dengan homomorfisme hensel lifting

    Masalah GCD polinomial adalah masalah yang mendasar dalam dunia manipulasi aljabar. Karena keterbatasan Algoritma Euclid dalam menghitung GCD, maka timbul vasiasi-vasiasi algoritma Euclid. Salah satu variasi adalah dengan mentransformasikan masalah GCD ke dalam domain yang lebih sederhana, lalu menyelesaikan masalah dalam domain tersebut, dan selanjutnya mengangkat solusi tadi ke domain asalnya. Metode rduksi masalah yang banyak digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam domain aljabar tertentu adalah melakukan homomorfisme. Sedang untuk mengangkat solusi, metode yang telah alam dikenal adalah dengan menggunakan Algoritma Chinese Remainder. Selanjutnya dikenal metode lain untuk melakukan lifting solusi, yitu metode Hensel lifting. Perbedaan keduanya terletak pada jumlah peta solulusi yang dibutuhkan untuk dapat merekonstruksi dalam domain aslinya. Chinese Remainder membutuhkan beberapa peta solusi, sedang metode Hensel Lifting hanya membutuhkan satu peta solusi. Pada tugas akhir ini penulis menjabarkan, mengimplementasikan dan membandingkan kedua metode tersebut untuk menyelesaikan masalah komputasi GCD polinomial satu perubah. Keseluruhan algoritma yang dipakai dalam tugas akhir ini, diimplementasikan dlaam sistem komputasi aljabar Maple V release 5.1. Hasil uji coba implementasi pada PC dengan prosesor Pentium 400 MHz (RAM 64 MB) dan sistem operasi Windows 98 untuk polinomial-polinomial satu peubah, yang didapat secara random, menunjukkan kinerja metode lifting berbasis Chinese Remainder lebih efisien dibandingkan metode Hensel lifting dalam menyelesaikan masalah komputasi GCD polinomial satu perubah.

  23. Endrawaty

    Faktorisasi polinomial univariabel dengan algoritma berlekamp dan algortima hensel lifting

    Faktorisasi polinomial dapat dilakukan dengan berbagai algoritma. Dalam tugas akhir ini, algoritma faktorisasi polinomial yang digunakan dalam algoritma Berlekamp, algoritma Berlekamp prima besar, dan algoritma faktorisasi derajat berbeda. Ketiga algortima ini memiliki spesifikasi input berupa polinomial univariabel monik yang bebas kuadrat. Selanjutnya tahap kedua melakukan faktorisasi lengkap terhadap setiap faktor bebas-kuadrat tersebut menjadi faktor-faktor tak terenduksi dalam domain Golais Field, dengan menggunakan salah satu algoritma faktorisasi di atas. Selanjutnya algoritma Hensel lifting digunakan untuk mengangkat faktor-faktor tersebut ke dalam domain integer. Algoritma Hensel Lifting ini dibangun berdasarkan iterasi Newton. Setiap langkah konstruksi Hensel berfungsi memecahkan persamaan polinomial daophantine yang solusinya berupa suku koreksi. Suku koreksi ini berguna untuk memperoleh pendekatan solusi dalam order yang lebih tinggi. Lemma Hensel menunjukkan bahwa pendekatan solusi tersebut ada dan bersifat unik, yang dijabarkan dalam laporan tugas akhir ini. Seluruh algoritma faktorisasi polinomial dan Hensel Lifting ini diimplementasikan dalam sistem komputasi aljabar Maple V resease 5.1. Uji coba terhadap implementasi tersebut dilakukan pada PC berprosesor Pentium 100 MHz, dengan RAM 16 MB, dan sistem operasi Windows 98. Secara keseluruhan, implementasi faktorisasi dalam domain integer ini telah bekerja dengan benar sehingga dapat menghasilkan yang tepat untuk berbagi polinomial input yang diberikan, dengan rata-rata waktu eksekusinya 4,66 detik.

<<<PREV | ^^TOP^^
[LOCAL LOGO 1] Copyright © 2000-2004 vLSM.org . Provided AS-IS with no LIABILITY. Permission is granted to copy, distribute, and/or modify this webpage provided this notice is preserved. MIRRORS of this site: PadiNET - Fusilkom-UI. File revision: 1.2 2003/03/31 -- E-CONTACT. Special thanks for this webspace provider. [LOCAL LOGO 2]